RADARSITUBONDO.ID - Iran mencatat salah satu hasil paling bersejarah dalam perjalanan mereka di Piala Dunia.
Team Melli sukses menahan imbang Belgia tanpa gol pada laga Grup G Piala Dunia 2026 di Inglewood, California, Senin (22/6/2026) WIB, sekaligus menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.
Pelatih Iran Amir Ghalenoei menilai hasil tersebut lebih dari sekadar tambahan satu poin. Menurut dia, pencapaian timnya layak dikenang dalam sejarah sepak bola Iran karena diraih di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan yang membayangi persiapan menuju turnamen.
Baca Juga: Selandia Baru Kejutkan Mesir, Finn Surman Bawa The All Whites Unggul di Babak Pertama
Hasil imbang melawan Belgia juga melahirkan catatan baru bagi Iran. Untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia, Team Melli mampu menjalani dua pertandingan beruntun tanpa menelan kekalahan.
“Ini adalah pencapaian yang luar biasa dan akan tercatat dalam sejarah sepak bola kami. Generasi mendatang akan membicarakan apa yang kami raih dan betapa besar pencapaian tersebut,” kata Ghalenoei usai pertandingan, dikutip dari Reuters.
Menurut Ghalenoei, pencapaian tersebut tidak bisa dilepaskan dari situasi sulit yang dihadapi timnya sebelum hingga selama turnamen berlangsung.
Sorotan dunia memang banyak tertuju pada pembatasan yang diberlakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap pergerakan tim nasional Iran di tengah konflik bersenjata yang berlangsung antara kedua negara sejak Februari lalu.
Baca Juga: Debutan Tanjung Verde Curi Perhatian Dunia, Imbangi Uruguay dan Spanyol di Grup H
Namun, pelatih berusia 62 tahun itu mengungkapkan masih banyak kendala lain yang tidak diketahui publik. Salah satunya penghentian kompetisi domestik Iran setelah perang dengan Amerika Serikat pecah.
Situasi tersebut berdampak besar terhadap persiapan tim nasional. Sebanyak 17 dari 26 pemain yang dibawa ke Piala Dunia 2026 berasal dari kompetisi domestik Iran yang terhenti akibat situasi tersebut.
Penjaga gawang Alireza Beiranvand, yang terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan melawan Belgia, termasuk salah satu pemain yang merasakan dampaknya secara langsung.
“Saya pikir kami datang ke Piala Dunia dalam kondisi terburuk yang mungkin terjadi. Saya ingin seluruh dunia mengetahui hal ini,” ujar Ghalenoei.
Baca Juga: Amerika Serikat Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Zlatan Ibrahimovic Mulai Percaya Jadi Juara
Karena itu, ia menilai penampilan anak asuhnya layak mendapat apresiasi lebih. Terlebih, Iran mampu mengimbangi Belgia yang saat ini menempati peringkat ke-10 dunia FIFA dan diperkuat sejumlah pemain berpengalaman.
“Ini pertandingan yang sangat indah. Kami menghadapi tim peringkat 10 dunia yang memiliki pemain-pemain hebat dan pelatih yang hebat pula. Kami bermain dalam kondisi terburuk kami, tetapi tetap mampu memberikan pertandingan yang bagus,” kata Ghalenoei.
“Saya pikir mereka bisa menang dan kami juga bisa menang,” lanjut dia.
Selain performa di lapangan, dukungan suporter Iran menjadi sorotan dalam pertandingan tersebut. Seperti saat menghadapi Selandia Baru pada laga pembuka, ribuan pendukung Iran kembali memenuhi stadion dan memberikan dukungan penuh kepada Team Melli.
Meski memiliki pandangan yang beragam terhadap pemerintahan di negara mereka, para pendukung tetap bersatu mendukung tim nasional di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Baca Juga: Haiti, Turkiye, dan Tunisia Jadi Tiga Tim Pertama yang Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Beiranvand secara khusus menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Iran yang terus memberikan dukungan di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi negara mereka.
“Saya ingin mencium tangan setiap warga negara saya. Saya sangat bahagia dengan apa yang terjadi hari ini,” ujar Beiranvand.
Kiper berusia 33 tahun itu bahkan mempersembahkan penghargaan pemain terbaik pertandingan kepada seluruh rakyat Iran.
“Saya memberikan trofi pemain terbaik ini kepada rakyat saya. Kami datang untuk bermain demi mereka. Kami ingin membawa kebahagiaan dan membuat mereka tersenyum karena mereka hidup dalam situasi yang sangat sulit,” kata Beiranvand.
Tambahan satu poin dari laga melawan Belgia membuat peluang Iran untuk melaju ke fase gugur masih terbuka. Team Melli kini bersiap menghadapi laga penentuan melawan Mesir di Seattle pada Sabtu (27/6/2026) pukul 10.00 WIB.
Hasil pertandingan tersebut akan menjadi penentu langkah Iran dalam upaya melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Editor : Bayu Shaputra