RADARSITUBONDO.ID - Isu panas soal dugaan Timnas Portugal national football team yang disebut “terpaksa” terus mengarahkan bola kepada Cristiano Ronaldo dalam laga Piala Dunia FIFA 2026 langsung dibantah keras oleh winger muda Francisco Conceicao.
Bantahan ini muncul setelah kritik deras menyeruak di media sosial usai hasil imbang 1-1 melawan DR Kongo pada laga pembuka.
Polemik tersebut berkembang cepat setelah sejumlah pengamat menilai Portugal terlalu berfokus pada skema permainan yang melibatkan Ronaldo sebagai kapten, usai hasil kurang meyakinkan kontra DR Kongo. Namun, Conceicao menegaskan tidak ada instruksi maupun kewajiban dalam skuad untuk selalu mengutamakan sang megabintang.
Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027: Luka Menalo Dikabarkan Merapat, Klub Baru Masih Misterius
Berbicara dalam konferensi pers jelang sesi latihan di Palm Beach, Florida, pemain yang baru menjalani debut Piala Dunia itu menepis anggapan adanya tekanan internal dalam distribusi bola di lapangan.
"Kami (semua pemain timnas Portugal) tidak memiliki kewajiban atau kebutuhan untuk mengoper bola kepadanya (Ronaldo). Cristiano adalah contoh (bagi rekan setim) karena semangat yang ditunjukkan setiap hari, seolah-olah hari itu sesi latihan terakhirnya," terang Francisco Conceicao.
Lebih lanjut, pemain Juventus tersebut menegaskan bahwa pengambilan keputusan di lapangan sepenuhnya bersifat instingtif dan terjadi dalam hitungan detik, bukan berdasarkan hierarki pemain.
"Saya mengumpan bola kepada siapa pun yang menurut saya lebih baik tanpa penjagaan. Bukan berarti saya punya waktu untuk memikirkan siapa dan seperti apa wajah rekan setim (yang harus diumpan),” tegas winger berusia 23 tahun ini.
“Saya pikir kami melakukan semuanya berdasar insting, kami melakukan semuanya itu sepersekian detik, tidak ada waktu untuk itu (memilih siapa yang diberi bola) dan tentu saja, Cristiano ada di sini untuk membantu, seperti pemain lain di tim nasional," imbuh Francisco Conceicao.
Meski demikian, Conceicao tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap Ronaldo yang dinilainya sebagai figur penting di ruang ganti maupun di lapangan.
"Cristiano adalah contoh (bagi tim) karena apa yang telah dia capai dalam karirnya, karena rasa lapar yang dia tunjukkan setiap hari, sekarang di usia 41 tahun, rasa lapar yang dia tunjukkan untuk menang setiap hari," lanjut Francisco Conceicao.
"Saya pikir, bagi generasi baru (Portugal seperti saya), dan bagi kita semua yang ada di sini, dia (Ronaldo) adalah contoh, karena jika dia telah menaklukkan begitu banyak (kejuaraan) dan terus lapar (dengan kemenangan), maka rasa lapar harus saya miliki untuk mencapai sedikit dari apa yang telah dia capai," sambung dia.
Baca Juga: Kevin Mendoza Masuk Radar Persija Jakarta, Eks Kiper Persib Berpotensi Gabung Macan Kemayoran
“Ronaldo adalah contoh karena kepemimpinannya juga, karena gol-gol yang dia cetak. Nah, dia adalah salah satu anggota tim yang hadir untuk membantu kami, dan saya pikir kita membutuhkan semua individu agar kerja tim secara kolektif dapat berjalan dengan baik,” lengkap pemain yang sering disebut Chicco ini.
Tim asuhan Roberto Martinez kini langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya di Grup K menghadapi Uzbekistan di Houston. Portugal dituntut meraih kemenangan pertama demi menjaga peluang lolos fase grup di Piala Dunia 2026.
Editor : Bayu Shaputra