RADARSITUBONDO.ID - Cape Verde kembali mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Tim debutan asal Afrika itu sukses menahan imbang Uruguay 2-2 dalam laga yang berlangsung Senin (22/6/2026), sekaligus mempertegas status mereka sebagai salah satu kejutan terbesar turnamen.
Hasil tersebut terasa istimewa karena diraih saat menghadapi Uruguay, negara dengan dua gelar juara dunia dan tradisi panjang di sepak bola internasional. Namun, sepanjang pertandingan, perbedaan status dan pengalaman nyaris tidak terlihat.
Cape Verde justru tampil berani sejak menit awal. Mereka tidak menunjukkan rasa gugup sebagai tim yang baru menjalani penampilan kedua sepanjang sejarah di Piala Dunia.
Sebaliknya, skuad asuhan Bubista bermain agresif dan berani mengambil risiko saat menghadapi salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia.
Baca Juga: iPhone Air 2 Dirumorkan Meluncur 2027, Bawa Dua Kamera Belakang dan Chip A20 Pro
Di atas kertas, Uruguay unggul dalam segala aspek, mulai pengalaman hingga kualitas pemain. Namun, Cape Verde mampu mengimbangi permainan dan beberapa kali membuat pertahanan lawan kerepotan.
Pelatih Cape Verde Bubista menyebut keberhasilan timnya sebagai bukti bahwa negara kecil tetap mampu bersaing di level tertinggi jika memiliki organisasi dan mentalitas yang kuat.
"Ini adalah sesuatu yang kami persembahkan untuk tim-tim nasional kecil lainnya, tim-tim yang kesulitan lolos ke Piala Dunia," kata Bubista kepada wartawan, dikutip dari Reuters.
"Sebuah negara bisa saja kecil, bisa menghadapi kesulitan finansial, tetapi jika mereka tangguh, mampu bertahan dalam kesulitan, dan bekerja secara terorganisasi, mereka juga bisa berdiri sejajar dengan tim-tim besar."
Baca Juga: Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos Asian Games 2026, Runner-up Kualifikasi di Vietnam
Uruguay yang ditangani Marcelo Bielsa tampil dengan dominasi pemain di lini tengah. Strategi itu tampaknya disiapkan dengan asumsi Cape Verde akan bermain bertahan seperti saat menghadapi Spanyol. Namun, skenario tersebut tidak berjalan sesuai rencana.
Cape Verde justru berani meladeni permainan terbuka. Garry Rodrigues beberapa kali merepotkan Guillermo Varela melalui aksi individunya. Sementara Telmo Arcanjo berulang kali melakukan penetrasi hingga memaksa pemain Uruguay melakukan pelanggaran.
Rodrigo Bentancur bahkan harus menghentikan laju Arcanjo dengan tekel yang berbuah kartu kuning.
Keberanian Cape Verde akhirnya berbuah gol pembuka. Kevin Pina mencetak gol spektakuler melalui tendangan bebas dari jarak lebih dari 30 meter. Bola melewati pagar hidup Uruguay dan mengecoh kiper veteran Fernando Muslera.
Baca Juga: Rekor Baru Lamine Yamal! Jadi Pemain Termuda Setelah Pele yang Buka Skor di Piala Dunia
Gol tersebut memicu selebrasi besar para pemain Cape Verde. Mereka merayakan momen bersejarah itu dengan penuh emosi hingga wasit harus meminta pertandingan segera dilanjutkan.
Keunggulan tidak membuat Cape Verde mundur. Mereka tetap menyerang dan bahkan mencoba mengancam melalui sepak pojok langsung ke arah gawang serta sejumlah percobaan tembakan jarak jauh.
Uruguay kemudian bangkit dan membalikkan keadaan. Maxi Araujo mencetak gol penyama kedudukan sebelum memberikan assist kepada Agustin Canobbio yang membawa La Celeste berbalik unggul 2-1.
Saat banyak pihak memperkirakan Uruguay akan mengamankan kemenangan, Cape Verde kembali menunjukkan mental kuat. Mereka terus menekan hingga memperoleh peluang emas pada fase akhir pertandingan.
Baca Juga: Mohamed Salah Bawa Mesir Kalahkan Selandia Baru, Peluang 32 Besar Terbuka
Helio Varela yang masuk dari bangku cadangan memanfaatkan kesalahan umpan belakang Mathias Olivera. Dengan tenang, Varela mengirim bola ke gawang kosong setelah Muslera keluar meninggalkan posisinya.
Gol tersebut menjadi salah satu momen paling emosional bagi Cape Verde sepanjang turnamen. Saat Olivera tertunduk kecewa, Varela merayakan golnya sebelum disambut rekan-rekan setim yang beberapa di antaranya tak mampu menahan air mata.
Penampilan Cape Verde juga tidak hanya ditopang efektivitas serangan. Mereka menunjukkan disiplin tinggi saat kehilangan bola. Para pemain langsung turun membantu pertahanan, melakukan tekanan cepat, dan tidak ragu melakukan tekel untuk menghentikan serangan lawan.
Uruguay beberapa kali kesulitan mengendalikan lini tengah akibat tekanan konsisten yang diberikan Cape Verde. Tim Afrika itu juga tetap berbahaya melalui skema serangan balik cepat.
Ketika peluit panjang berbunyi, kontras suasana kedua kubu terlihat jelas. Para pemain Uruguay meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk, sedangkan para pemain Cape Verde bertahan di lapangan untuk merayakan hasil bersejarah bersama para pendukung mereka.
Hasil imbang melawan Uruguay menjadi bukti bahwa Cape Verde bukan sekadar penggembira di Piala Dunia 2026.
Dengan keberanian, organisasi permainan, dan kerja keras, negara kecil itu menunjukkan bahwa mereka mampu berdiri sejajar dengan salah satu raksasa sepak bola dunia.
Editor : Bayu Shaputra