RADARSITUBONDO,ID - Jerman memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup E. Namun, kekalahan 1-2 dari Ekuador pada laga terakhir fase grup menjadi peringatan serius bagi Die Mannschaft sebelum memasuki fase gugur.
Kapten Jerman Joshua Kimmich mengakui timnya memang layak menelan kekalahan setelah gagal mempertahankan kendali permainan meski sempat unggul cepat.
Menurutnya, tim terlalu mudah kehilangan bola sehingga memberi ruang bagi Ekuador untuk berkembang dan membalikkan keadaan.
"Kami memulai pertandingan dengan baik, tetapi kemudian terlalu mudah kehilangan bola dan terus mengundang mereka menyerang. Kami membuat segalanya menjadi mudah bagi mereka dan membiarkan mereka berkembang dalam pertandingan. Di babak kedua, kekalahan ini memang pantas kami terima," kata Kimmich yang dikutip dari ARD pada Jumat.
Baca Juga: Belanda Kalahkan Tunisia 3-1, Juara Grup F dan Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Die Mannschaft langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan dua menit melalui gol Leroy Sane.
Namun, Ekuador mampu merespons cepat lewat gol Nilson Angulo pada menit kesembilan sebelum Gonzalo Plata memastikan kemenangan 2-1 bagi wakil Amerika Selatan itu melalui gol pada menit ke-77.
Meski gagal meraih poin, Jerman tetap finis di puncak klasemen Grup E dengan koleksi enam poin. Die Mannschaft unggul selisih gol atas Pantai Gading yang juga mengumpulkan enam poin setelah mengalahkan Curacao 2-0.
Penyerang Jerman Denis Undav juga mengakui Ekuador tampil lebih agresif dan lebih efektif sepanjang pertandingan. Menurutnya, kekalahan tersebut harus menjadi pelajaran penting agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi pada fase gugur.
"Ekuador bermain lebih agresif dan lebih tajam dibanding kami. Itu sesuatu yang harus kami pelajari dan kami ambil pelajaran yang tepat. Kami tidak cukup bermain langsung dan tidak mampu menciptakan banyak peluang," ujar Undav.
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Jerman meski status juara grup tetap berhasil diamankan.
Performa Die Mannschaft dinilai menurun setelah unggul cepat, sementara Ekuador tampil disiplin, lebih intens dalam duel, dan mampu memaksimalkan peluang untuk mengamankan kemenangan bersejarah atas salah satu raksasa sepak bola Eropa.
Editor : Bayu Shaputra