RADARSITUBONDO.ID - Pada Sabtu 4 Juli 2026 pukul 01.00 WIB, AT&T Stadium di Arlington bersiap menggelar laga krusial babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Australia dan Mesir. Pertandingan hidup-mati ini menjadi momentum krusial bagi kedua tim untuk mengamankan tiket menuju babak 16 besar dan menjaga asa di panggung sepak bola tertinggi dunia.
Australia melangkah ke fase gugur setelah mengamankan posisi kedua di Grup D. Sementara itu, Mesir lolos dengan status runner-up Grup G di bawah Belgia. Pemenang dari laga ini dipastikan menghadapi tantangan yang lebih berat pada babak berikutnya, yakni bertemu dengan pemenang antara Argentina atau Tanjung Verde.
Evaluasi Performa Fase Grup dan Catatan Historis
Socceroos mengawali kampanye Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Turki. Namun, performa skuad asuhan Tony Popovic sempat menurun saat menelan kekalahan 2-0 dari tuan rumah Amerika Serikat pada laga kedua.
Tiket kelolosan akhirnya diraih setelah bermain imbang tanpa gol melawan Paraguay pada laga pamungkas, yang menempatkan Australia di posisi kedua dengan raihan empat poin.
Australia memiliki rekam jejak yang cukup solid pada fase gugur, setelah sebelumnya berhasil mencapai babak 16 besar pada edisi 2006 dan 2022. Pada Piala Dunia lalu, langkah perwakilan Asia ini dihentikan oleh Argentina yang keluar sebagai juara dunia.
Di kubu rival, Mesir menunjukkan konsistensi di Grup G dengan mengumpulkan lima poin. Tim asuhan Hossam Hassan menahan imbang Belgia 1-1, menang 3-1 atas Selandia Baru, dan menutup fase grup dengan hasil imbang 1-1 kontra Iran. Mesir hanya kalah selisih gol dari Belgia yang memuncaki klasemen.
Keberhasilan lolos ke babak 32 besar merupakan pencapaian signifikan bagi The Pharaohs. Ini merupakan partisipasi keempat Mesir sepanjang sejarah Piala Dunia, sekaligus performa terbaik sejak format modern diterapkan, mengingat pada edisi 2018 mereka harus pulang lebih awal tanpa meraih poin.
Pertemuan ini menjadi bentrokan kedua bagi kedua negara di kompetisi resmi. Pada laga perdana yang bertajuk persahabatan pada November 2010, Mesir sukses menundukkan Australia dengan skor telak 3-0.
Kondisi Skuad dan Absensi Pemain Kunci
Australia dipastikan kehilangan Jacob Italiano karena cedera pangkal paha dan Mathew Leckie yang mengalami masalah hamstring. Kendati demikian, sisa anggota skuad berada dalam kondisi bugar.
Pelatih Tony Popovic diprediksi mempertahankan komposisi pemain saat menghadapi Paraguay, termasuk memberikan kepercayaan kembali kepada bek tengah muda, Lucas Herrington. Sektor lini depan akan bertumpu pada Nestory Irankunda yang telah mengemas enam gol dari 18 penampilan internasional.
Mesir menghadapi situasi yang lebih rumit terkait kebugaran pemain. Lima pilar utama, termasuk bintang utama Mohamed Salah (hamstring), Hamdy Fathy (pangkal paha), Hossam Abdelmaguid (kepala), Mohamed Abdelmonem (pergelangan kaki), dan Ahmed El Fotouh (hamstring) dilaporkan masih dalam pemantauan tim medis.
Selain badai cedera, Mesir dipastikan kehilangan gelandang jangkar Mohanad Lasheen akibat akumulasi kartu kuning yang didapat pada laga kontra Iran. Staf pelatih Mesir saat ini sedang mengupayakan agar Mohamed Salah dapat pulih tepat waktu untuk turun sejak menit pertama.
Perkiraan Susunan Pemain
Australia
- Kiper: Beach
- Bek: Circati, Souttar, Herrington
- Gelandang: Bos, O'Neill, Irvine, Behich
- Penyerang: Volpato, Irankunda, Metcalfe
Mesir
- Kiper: Shobeir
- Bek: Hany, Ibrahim, Rabia, Hafez
- Gelandang: Ateya, Saber
- Penyerang/Sayap: Ziko, Salah, Ashour, Marmoush
Prediksi Pertandingan: Australia 1-2 Mesir
Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat mengingat kedua tim memiliki dinamika masalah masing-masing sepanjang fase grup. Australia unggul dalam aspek kolektivitas dan fisik, namun Mesir memiliki kreativitas serangan yang lebih cair jika Mohamed Salah dapat dimainkan.
Kematangan taktis dalam memanfaatkan peluang di sepertiga akhir lapangan akan menjadi pembeda, dan Mesir memiliki sedikit keunggulan pengalaman untuk mengamankan tempat di babak 16 besar.
Disclaimer: Ulasan dan analisis ini bersifat prediksi berdasarkan data performa terkini kedua tim menjelang pertandingan Piala Dunia 2026. Hasil akhir di lapangan dapat berbeda tergantung pada dinamika strategi dan kondisi riil saat laga berlangsung.
Editor : Agung Sedana