Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Pop Culture Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Mind Games: Inggris Menolak Juara Sejak 1966, Haaland Minta Media Bantu Jaga Tradisi Tersebut

Agung Sedana • Jumat, 10 Juli 2026 | 13:14 WIB
Mind games Norwegia vs Inggirs jelang laga Piala Dunia 2026. (Ilustrasi)
Mind games Norwegia vs Inggirs jelang laga Piala Dunia 2026. (Ilustrasi)

RADARSITUBONDO.ID - Penyerang andalan Norwegia, Erling Haaland, secara terbuka melempar seluruh status beban mental kepada Inggris menjelang pertemuan kedua tim di babak perempat final Piala Dunia yang akan berlangsung di Miami. Sambil melempar senyum, striker Manchester City tersebut bahkan menyerukan kepada media untuk memberikan tekanan sekuat mungkin kepada tim asuhan Thomas Tuchel.

Langkah psikologis ini dinilai cerdas untuk mengalihkan sorotan dari skuad Norwegia yang menjelma menjadi kekuatan mengejutkan. Secara historis, Norwegia belum pernah lagi berkompetisi di putaran final Piala Dunia sejak 1998.

Keberhasilan menembus babak delapan besar tahun ini menjadi catatan sejarah baru setelah lolos sebagai runner-up Grup I dan menumbangkan Pantai Gading serta Brasil di fase gugur.

Perang Urat Syaraf di Miami: Haaland Manfaatkan Ekspektasi Publik Lawan

Inggris tercatat selalu berhasil mencapai setidaknya babak perempat final dalam tiga edisi Piala Dunia pria terakhir. Namun, ekspektasi publik Tiga Singa selalu memicu tekanan besar mengingat mereka belum pernah lagi mengangkat trofi juara sejak 1966. Fakta sejarah inilah yang dimanfaatkan Haaland untuk menekan mental anak asuh Thomas Tuchel.

"Ya, tentu saja. Saya pikir ada beberapa tim favorit yang jelas di luar sana, dan Inggris adalah salah satunya," ujar Haaland saat ditanya mengenai status beban pertandingan.

Ia menambahkan bahwa media seharusnya mengarahkan seluruh sorotan kepada para pemain Inggris.

"Saya pikir Anda semua harus memberikan setiap tekanan kepada para pemain Inggris. Ya, mereka [pendukung Inggris] harus percaya diri untuk melangkah maju, pastinya. Ini Inggris," tambah penyerang berusia 25 tahun tersebut.

Pertandingan di Miami ini juga terasa personal karena Haaland menghadapi negara tempat kelahirannya. Ia lahir di Leeds saat sang ayah, Alf-Inge Haaland, hijrah dari Leeds United ke Manchester City.

Modal Haaland pun tidak main-main. Ia mengoleksi 7 gol dari 4 penampilan di turnamen ini, termasuk dua gol penentu saat mendepak Brasil di babak 16 besar. Catatan ini mematahkan prediksi awal Haaland sendiri di majalah Time yang sempat menyebut probabilitas Norwegia hanya 0,5% untuk memenangkan Piala Dunia.

"Iya, saya tidak menduganya. Sejujurnya, berada di perempat final bersama Norwegia di Piala Dunia cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri," aku Haaland. "Menang melawan Brasil dan kemudian bermain melawan Inggris di perempat final di AS adalah hal yang sangat spesial."

Respons Lini Pertahanan Inggris: Antisipasi Kolektivitas Lawan

Kubu Inggris langsung merespons psywar tersebut dengan kewaspadaan penuh. Nico O'Reilly, pemain muda Manchester City yang kini mengisi posisi bek kiri utama Inggris di Piala Dunia, menilai pernyataan rekan setimnya tersebut tidak lebih dari sekadar taktik psikologis.

"Bisa jadi itu mind games," respons O'Reilly saat ditanya mengenai komentar Haaland. "Tapi lihat, mereka juga tim yang bagus. Mereka telah menunjukkannya sepanjang turnamen. Bukan hanya pemain tertentu yang harus kami khawatirkan, mereka bagus secara kolektif. Ini akan menjadi pertandingan dan pertempuran yang sengit."

O'Reilly menyadari betul bagaimana daya ledak Haaland saat berada di depan gawang. "Erling adalah Erling. Kita semua tahu seperti apa dia. Dia bisa mencetak gol dan berbahaya di dalam kotak penalti. Dia ancaman nyata. Mereka perlu mengalirkan bola kepadanya."

Asisten pelatih Inggris, Anthony Barry, turut mengamini bahwa Norwegia bukanlah tim yang hanya bergantung pada satu orang saja. Kepada BBC Radio 5 Live, Barry menyoroti beberapa keunggulan taktis lawan yang wajib diantisipasi:

"Tidak ada kejutan dan tidak ada faktor kebetulan di fase turnamen ini. Siapa pun yang berada di delapan besar bersama kami layak berada di sini, dan mereka mendapatkan rasa hormat penuh dari kami," tegas Anthony Barry.

"Kami siap untuk pertandingan ini. Fokus ke Norwegia, dan ini adalah langkah pertama dari tiga langkah menuju tangga juara."

Disclaimer: Berita ini disusun berdasarkan draf laporan konferensi pers resmi dan performa tim menjelang babak perempat final Piala Dunia.

Editor : Agung Sedana
#norwegia vs inggris