RADARSITUBONDO.ID - Spanyol berhasil mengukir sejarah dengan menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu waktu setempat.
Kemenangan tersebut memastikan La Roja meraih trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2010.
Baca Juga: Para Korban Dugaan Penipuan RMA Kompak Bikin Grup WA, Berharap Pelaku Segera Ditangkap
Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente mengungkapkan rasa bangganya terhadap para pemain yang dinilai telah menunjukkan perkembangan luar biasa hingga mampu mencapai puncak prestasi di sepak bola dunia.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dijalani bersama seluruh anggota tim.
"Saya merasa sangat bangga dengan generasi pesepakbola ini yang telah tumbuh bersama gagasan tersebut, menyempurnakannya, serta memberikan contoh tentang sebuah kelompok, sebuah keluarga," ujar De la Fuente.
Pelatih berusia 65 tahun itu menilai skuad yang dimilikinya merupakan kumpulan talenta istimewa yang mampu berkembang menjadi tim dengan karakter kuat.
Ia juga mengaku terharu dapat menjadi bagian dari perjalanan para pemain hingga berhasil mempersembahkan gelar paling bergengsi di level internasional.
"Saya merasa sangat emosional saat menengok kembali ke belakang. Kami telah banyak berbicara dengan para pemain. Kami telah memenangkan segalanya, dan itu sungguh luar biasa. Mereka adalah generasi pesepak bola yang menjadi kebanggaan Spanyol. Bersama-sama, kita lebih kuat," ungkap De La Fuente.
Baca Juga: DPD APPSI Situbondo Resmi Dilantik, Siap Benahi Pasar Tradisional dan Perkuat UMKM
Pada laga final, Spanyol tampil menguasai jalannya pertandingan sejak menit-menit awal. Tim berjuluk La Roja lebih banyak mengendalikan penguasaan bola serta terus menekan lini pertahanan Argentina melalui berbagai skema serangan.
Sejumlah peluang berhasil diciptakan, termasuk lewat aksi Lamine Yamal dan rekan-rekannya, namun penyelesaian akhir belum mampu membuahkan gol sepanjang waktu normal.
Sementara itu, Argentina kesulitan mengembangkan permainan sepanjang pertandingan. Tim yang diperkuat Lionel Messi tersebut tidak mampu memberikan ancaman berarti ke pertahanan Spanyol.
Bahkan hingga pertandingan berakhir, Argentina gagal mencatatkan satu pun tendangan yang mengarah tepat ke gawang.
Kebuntuan akhirnya pecah ketika pertandingan memasuki babak tambahan waktu kedua. Ferran Torres menjadi penentu kemenangan Spanyol setelah memanfaatkan umpan sundulan Nico Williams. Gol tersebut sekaligus memastikan keunggulan 1-0 yang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Baca Juga: Dari Lahan Tandus Jadi Kebun Produktif, Petani Situbondo Panen 1,5 Ton Alpukat Super Tiap Pekan
De la Fuente menilai timnya sebenarnya memiliki peluang untuk mengakhiri pertandingan lebih cepat pada waktu normal. Namun, penampilan impresif penjaga gawang Argentina Emiliano Martinez membuat sejumlah peluang emas Spanyol gagal berbuah gol.
"Penyelamatan gemilang Dibu (Emi Martinez) mencegah kami menang lebih awal, tetapi itu adalah final Piala Dunia dan, bahkan dengan sepuluh pemain di pengujung laga, Anda harus menderita," pungkasnya.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi Spanyol di pentas sepak bola dunia. Setelah penantian selama 16 tahun sejak gelar pertama pada 2010, La Roja kembali berdiri di podium tertinggi Piala Dunia berkat performa konsisten sepanjang turnamen hingga mampu menaklukkan Argentina pada laga puncak.
Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan keberhasilan regenerasi yang dilakukan Spanyol di bawah arahan Luis de la Fuente dengan hadirnya kombinasi pemain muda dan senior yang tampil solid sepanjang kompetisi.
Editor : Bayu ShaputraSumber : ANTARA