RADARSITUBONDO.ID - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengakui Timnas Spanyol tampil lebih baik pada partai final Piala Dunia 2026.
Pengakuan tersebut disampaikan setelah Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-1 dalam pertandingan puncak yang berlangsung di Stadion New York, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Kekalahan tersebut membuat Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi sebelumnya. Satu-satunya gol dalam laga final dicetak Ferran Torres pada menit ke-106 setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Gol itu sekaligus memastikan Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 sekaligus mengakhiri upaya Lionel Messi dan rekan-rekannya mempertahankan trofi.
Baca Juga: Mariano Peralta Pilih Persib Bandung, Pangeran Biru Menangi Persaingan Transfer
Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai juara bertahan setelah sukses mengangkat trofi pada edisi 2022 di Qatar.
Tim berjuluk Albiceleste juga masih ditangani Lionel Scaloni yang mempertahankan sebagian besar kerangka tim, termasuk Christian Romero, Enzo Fernandez, Julian Alvarez, hingga sang kapten Lionel Messi.
Dengan komposisi pemain yang masih kompetitif, Argentina sempat berpeluang mencatat sejarah sebagai tim pertama yang mampu mempertahankan gelar juara Piala Dunia secara beruntun sejak 1962.
Namun, langkah tersebut harus terhenti di partai final setelah Spanyol tampil lebih efektif dan mengamankan kemenangan lewat gol tunggal Ferran Torres.
Baca Juga: Argentina Gagal Pertahankan Gelar, Messi Sebut Spanyol Tampil Lebih Baik di Final Piala Dunia 2026
Meski kecewa dengan hasil akhir, Scaloni tidak mencari alasan atas kekalahan yang dialami timnya. Menurut dia, Spanyol memang tampil lebih baik sepanjang pertandingan final.
"Spanyol adalah tim yang lebih baik dan itulah kenyataannya, namun saya akan selalu mengenang anak asuh saya, pencapaian mereka, serta betapa berharganya keberhasilan melangkah sejauh ini," ujar Scaloni.
Pelatih berusia 48 tahun itu juga menegaskan perjalanan Argentina hingga mencapai final tetap menjadi pencapaian yang patut diapresiasi.
Ia menilai keberhasilan melangkah ke laga puncak membutuhkan kerja keras dan pengorbanan besar dari seluruh pemain maupun staf pelatih.
"Kami harus sangat menghargai pencapaian ini karena dibutuhkan usaha yang luar biasa besar," imbuh mantan pemain Lazio tersebut.
Baca Juga: Mbappe Sabet Sepatu Emas Piala Dunia 2026, Messi Tempati Posisi Kedua
Scaloni menegaskan kekalahan di final harus diterima dengan sikap yang sama seperti saat Argentina merayakan keberhasilan menjuarai Piala Dunia empat tahun sebelumnya.
Baginya, menerima hasil pertandingan merupakan bagian dari sportivitas yang harus dijunjung tinggi.
Ia menilai para pemain Argentina telah memperlihatkan karakter yang baik dengan tetap menunjukkan rasa hormat kepada lawan meski gagal mempertahankan gelar juara dunia.
"Kami bersikap lapang dada saat menang, dan kita juga harus bersikap lapang dada saat kalah. Hari ini, kami menunjukkan bahwa kita tahu caranya menerima kekalahan," ujarnya.
"Kami kalah dalam pertandingan ini dan kita menerimanya, namun itu tidak berarti kami berhenti menjalani hidup atau melupakan segala upaya yang telah kita lakukan untuk sampai di titik ini," imbuh Scaloni.
Baca Juga: Pau Cubarsi Raih Penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 Usai Bawa Spanyol Juara
Meski harus pulang tanpa trofi, Scaloni tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang dinilai telah berjuang maksimal sepanjang turnamen.
Menurutnya, perjalanan Argentina hingga mencapai final menjadi bukti konsistensi tim dalam bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Argentina dan seluruh pendukung yang terus memberikan dukungan selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
Dukungan tersebut dinilai menjadi motivasi besar bagi para pemain untuk memberikan penampilan terbaik di setiap pertandingan.
"Kepada rakyat, para pemain saya, dan negara, saya ingin mengatakan bahwa kami telah memberikan yang terbaik," kata Scaloni.
Baca Juga: Spanyol Juara Dunia 2026 Usai Tekuk Argentina, De la Fuente Puji Mental dan Kekompakan Tim
Pelatih yang sebelumnya sukses mempersembahkan gelar Copa America bersama Argentina itu menilai perjuangan timnya selama Piala Dunia 2026 dapat menjadi contoh mengenai semangat, kerja keras, dan pantang menyerah.
"Kami tiba di sini menghadapi situasi yang realistis, tetapi jika para pemain memberikan segalanya di lapangan, seperti yang mereka lakukan hari ini, itu memberikan contoh yang bagus bagi rakyat dan negara kita. Kami harus bangkit kembali, tidak ada jalan lain," tambahnya.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber