FIFA Jual Potongan Rumput Final Piala Dunia 2026, Harganya Tembus Rp54 Juta

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 11:02 WIB
Lionel Messi saat bermain di final Piala Dunia 2026. (Instagram/afaseleccion)
Lionel Messi saat bermain di final Piala Dunia 2026. (Instagram/afaseleccion)

 

RADARSITUBONDO.ID - Menjelang partai puncak Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina di New York New Jersey Stadium atau MetLife Stadium, FIFA memperkenalkan suvenir eksklusif berupa potongan rumput asli dari lapangan final.

Produk koleksi tersebut diberi nama Piece of the Pitch dan ditawarkan dalam empat pilihan edisi dengan harga mulai ratusan hingga ribuan dolar Amerika Serikat.

Suvenir ini dipasarkan sebagai barang koleksi resmi yang menghadirkan bagian asli dari lapangan tempat berlangsungnya pertandingan final Piala Dunia 2026.

Harga termurah dibanderol 450 dolar AS atau sekitar Rp8,1 juta untuk edisi Foundation. Sementara edisi tertinggi, Hero, dijual seharga 3.000 dolar AS atau sekitar Rp54 juta. Paket premium tersebut turut dilengkapi replika trofi kristal dan bola final Adidas Trionda.

Baca Juga: Daftar Peraih Penghargaan Individu Piala Dunia 2026: Rodri Terbaik, Mbappe Top Skor

Melalui laman resminya, FIFA mengajak para penggemar sepak bola untuk memiliki bagian dari sejarah turnamen terbesar di dunia.

"Rayakan panggung terbesar sepak bola melalui koleksi potongan lapangan Piala Dunia FIFA 2026. Pilih empat edisi eksklusif yang berisi fragmen asli lapangan turnamen dan diawetkan sebagai barang koleksi bersejarah dari ajang terbesar sepak bola," tulis FIFA melalui laman resminya.

FIFA menjelaskan bahwa setiap potongan rumput yang dijual merupakan bagian asli dari lapangan pertandingan final yang telah diawetkan sehingga dapat menjadi koleksi jangka panjang bagi penggemar sepak bola.

Rumput yang kini dijadikan suvenir tersebut sebelumnya sempat menjadi perhatian selama penyelenggaraan turnamen.

Sejumlah pemain dari beberapa negara, termasuk Brasil dan Prancis, mengeluhkan kondisi lapangan pada fase awal kompetisi. Mereka menilai permukaan rumput terasa kering sehingga memengaruhi kenyamanan saat bermain.

Material rumput yang digunakan di stadion final diketahui berasal dari peternakan rumput di North Carolina. Proses pemasangannya dilakukan sejak awal Mei 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi turnamen.

Baca Juga: HyperOS 3.3 Berbasis Android 17 Mulai Digulirkan, Ini Daftar HP Xiaomi yang Kebagian

Di balik penjualan suvenir dengan harga mencapai puluhan juta rupiah, terdapat proses panjang dalam penyediaan lapangan yang memenuhi standar FIFA.

Organisasi sepak bola dunia tersebut tetap mewajibkan penggunaan rumput alami di seluruh 16 stadion penyelenggara Piala Dunia 2026, termasuk stadion yang sebelumnya menggunakan permukaan sintetis sebagai lapangan utama untuk kompetisi NFL.

Untuk memastikan kualitas lapangan tetap seragam di berbagai wilayah dengan karakter iklim yang berbeda, FIFA menggelontorkan investasi lebih dari 5 juta dolar AS.

Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan sistem rumput yang mampu memberikan kualitas permainan yang konsisten selama turnamen berlangsung.

Baca Juga: Statistik Memalukan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Messi Cs Gagal Lepas Shot on Target

Teknologi yang diterapkan mencakup penggunaan campuran rumput Kentucky bluegrass dan ryegrass abadi, metode pengangkutan sod menggunakan lembaran plastik khusus, hingga penerapan rumput hibrida yang diperkuat serat sintetis guna menjaga kekuatan struktur akar.

Penerapan teknologi tersebut dilakukan dengan pendekatan berbeda di setiap stadion. Di Lumen Field, Seattle, misalnya, rumput alami dipasang di atas lapisan pasir setebal enam inci yang ditempatkan di atas permukaan rumput sintetis lama.

Pakar rumput FIFA, Trey Rogers, menjelaskan bahwa metode tersebut tetap mampu menghadirkan sensasi bermain di atas rumput alami.

"Selama ada lapisan pasir setebal itu, pemain tidak akan merasakan apa pun selain reaksi rumput alami."

Sementara itu, proses pemasangan rumput di BC Place, Vancouver, memerlukan penanganan logistik yang tidak sederhana.

Pengangkutan rumput melibatkan truk berpendingin serta mesin khusus yang dirancang untuk memanen dan memindahkan rumput dalam ukuran besar agar kualitasnya tetap terjaga hingga proses pemasangan selesai.

Tim lapangan yang menangani proyek tersebut menjelaskan bahwa teknologi pemanenan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi rumput sebelum digunakan di arena pertandingan.

"Peralatan sangat khusus digunakan untuk memanen rumput menjadi gulungan raksasa", kata tim lapangan kepada Canadian Geographic.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Piala Dunia 2026 spanyol rumput argentina fifa