Daftar Peraih Golden Glove Piala Dunia, Unai Simon Jadi Kiper Terbaik 2026

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 13:15 WIB
Pau Cubarsi raih penghargaan sebagai pemain muda terbaik di Piala Dunia 2026. (Instagram/sefutbol)
Unai Simon raih kiper terbaik di Piala Dunia 2026. (Instagram/sefutbol)

 

RADARSITUBONDO.ID - Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 semakin lengkap setelah kiper andalannya, Unai Simon, dinobatkan sebagai penerima penghargaan Sarung Tangan Emas (Golden Glove).

Penghargaan tersebut diberikan kepada penjaga gawang terbaik sepanjang turnamen setelah Simon tampil konsisten mengawal gawang La Furia Roja di ajang yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Penghargaan individu itu menjadi pelengkap kesuksesan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

La Furia Roja memastikan gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Senin WIB.

Baca Juga: Rekomendasi Minuman Sehat yang Membantu Menjaga Kesehatan Usus

Gol semata wayang Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu memastikan kemenangan Spanyol sekaligus mengakhiri penantian mereka untuk kembali menjadi juara dunia sejak keberhasilan pertama pada edisi 2010 di Afrika Selatan.

Di balik keberhasilan tersebut, peran Unai Simon menjadi salah satu faktor paling menentukan. Penjaga gawang berusia 29 tahun itu tampil solid sejak fase grup hingga partai final dengan mencatatkan tujuh clean sheet dari delapan pertandingan yang dijalani.

Catatan pertahanan Spanyol sepanjang turnamen juga menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah Piala Dunia. Tim asuhan La Roja hanya kebobolan satu gol selama delapan pertandingan yang dimainkan.

Baca Juga: Rating 8,4: Film The Odyssey Jadi Proyek IMAX Terbesar Christopher Nolan, Ini Sinopsisnya

Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Simon terjadi saat Spanyol menghadapi Belgia pada babak perempat final.

Kala itu, Charles De Ketelaere berhasil mencetak gol melalui sundulan yang menjadi satu-satunya gol yang mampu menembus pertahanan Spanyol sepanjang turnamen.

Menariknya, pada partai final melawan Argentina, Simon bahkan tidak dipaksa melakukan satu pun penyelamatan.

Tim Tango gagal melepaskan tembakan yang mengarah tepat ke gawang sehingga penjaga gawang Athletic Bilbao tersebut mengakhiri laga tanpa menghadapi ancaman berarti.

Solidnya pertahanan Spanyol tidak hanya terlihat dari minimnya jumlah kebobolan, tetapi juga dari kemampuan tim mengendalikan permainan sejak lini belakang.

Simon berperan penting dalam skema tersebut melalui distribusi bola yang konsisten dan kemampuan membaca arah serangan lawan.

Baca Juga: Sering Cemas Saat Hari Senin? Ini Cara Mengatasinya Berdasarkan Psikologi

Berdasarkan statistik FIFA, Simon mencatatkan total 14 penyelamatan sepanjang Piala Dunia 2026.

Meski jumlah penyelamatannya tidak sebanyak beberapa kiper lain, efektivitasnya dalam mengamankan gawang menjadi salah satu alasan utama dirinya dinobatkan sebagai penerima Golden Glove.

Kontribusinya juga tercermin dari aktivitas di lapangan. Selama turnamen berlangsung, Simon melakukan 108 aksi di dalam kotak penalti serta 84 aksi di luar area penalti, baik dalam bentuk distribusi bola maupun mengantisipasi serangan lawan sebelum berkembang menjadi peluang berbahaya.

Keberhasilan tersebut sekaligus menempatkan Simon dalam daftar kiper terbaik yang pernah dimiliki Spanyol.

Ia menjadi penjaga gawang kedua asal Negeri Matador yang berhasil membawa pulang penghargaan Golden Glove setelah sebelumnya diraih Iker Casillas pada Piala Dunia 2010.

Prestasi itu semakin istimewa karena Simon kini juga menorehkan catatan bersejarah dalam daftar penjaga gawang dengan clean sheet terbanyak di Piala Dunia.

Dari total 12 penampilannya di ajang empat tahunan tersebut, ia telah mengoleksi sembilan pertandingan tanpa kebobolan.

Jumlah tersebut membuat Simon menempati posisi ketiga dalam daftar sepanjang masa. Ia hanya terpaut satu clean sheet dari dua legenda dunia, Fabien Barthez asal Prancis dan Peter Shilton dari Inggris, yang sama-sama mengumpulkan 10 clean sheet dari 17 pertandingan Piala Dunia.

Penghargaan Sarung Tangan Emas sendiri merupakan bentuk apresiasi FIFA kepada penjaga gawang terbaik pada setiap edisi Piala Dunia.

Penghargaan tersebut pertama kali diperkenalkan pada Piala Dunia 1994 dengan nama Yashin Award sebagai penghormatan kepada legenda Uni Soviet, Lev Yashin.

Baca Juga: HyperOS 3.3 Berbasis Android 17 Mulai Digulirkan, Ini Daftar HP Xiaomi yang Kebagian

Lev Yashin hingga kini masih tercatat sebagai satu-satunya penjaga gawang yang pernah meraih Ballon d'Or. Mulai edisi Piala Dunia 2010, FIFA mengganti nama penghargaan tersebut menjadi Golden Glove atau Sarung Tangan Emas.

Penentuan pemenang tidak hanya didasarkan pada performa di babak gugur atau partai final, melainkan melalui penilaian menyeluruh terhadap penampilan penjaga gawang selama turnamen berlangsung.

Sejumlah nama besar pernah menerima penghargaan prestisius tersebut. Oliver Kahn menjadi peraih pada Piala Dunia 2002, disusul Gianluigi Buffon pada 2006, Iker Casillas pada 2010, Manuel Neuer pada 2014, Thibaut Courtois pada 2018, Emiliano Martinez pada 2022, dan kini Unai Simon melengkapi daftar elite tersebut sebagai peraih Golden Glove Piala Dunia 2026.

Dengan performa impresif yang ditunjukkan sepanjang turnamen, Unai Simon tidak hanya membawa Spanyol kembali ke puncak sepak bola dunia, tetapi juga mengukuhkan dirinya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik pada era modern.

Torehan tujuh clean sheet, hanya satu kali kebobolan, serta perannya dalam membangun permainan dari lini belakang menjadi fondasi penting di balik keberhasilan La Furia Roja merebut gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Unai Simon Golden Glove Piala Dunia 2026