RADARSITUBONDO.ID - Arsenal masih belum mengambil keputusan terkait penanganan cedera punggung yang dialami William Saliba setelah bek andalan mereka mengalami masalah yang semakin serius saat membela Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.
Cedera tersebut sebenarnya telah menjadi persoalan yang dihadapi Saliba sejak paruh kedua musim lalu.
Meski terus merasakan gangguan pada punggungnya, bek berusia 25 tahun itu memilih menunda tindakan operasi agar tetap bisa membantu Arsenal menyelesaikan kompetisi sekaligus memperkuat tim nasional Prancis di ajang Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Pemerintah Targetkan BBM E10 Mulai 2027, Bahlil Siapkan Jalan Menuju E20
Sebelum turnamen berlangsung, kondisi Saliba sempat memunculkan keraguan mengenai peluangnya tampil bersama Les Bleus.
Namun, pemain asal Prancis tersebut tetap menunjukkan keyakinannya bahwa dirinya siap bermain. Keputusan itu terbukti dengan kehadirannya sebagai salah satu pemain utama sepanjang perjalanan Prancis hingga mencapai babak semifinal.
Performa Saliba menjadi bagian penting dalam kokohnya lini pertahanan Prancis selama turnamen. Akan tetapi, ketika menghadapi Spanyol di semifinal, cedera yang selama ini ditahannya kembali kambuh dengan intensitas yang lebih tinggi.
Rasa sakit yang muncul di bagian punggung membuat Saliba kesulitan melanjutkan pertandingan.
Bek Arsenal itu akhirnya harus meninggalkan lapangan sebelum babak pertama berakhir. Momen tersebut langsung memunculkan kekhawatiran bahwa cedera yang dialaminya telah mengalami perburukan.
Baca Juga: Persija Ubah Agenda Pramusim, Skuad Utama Siap Tampil di Piala Presiden 2026
Situasi tersebut kini menjadi perhatian serius Arsenal. Klub asal London Utara itu ingin memastikan kondisi Saliba dapat pulih sepenuhnya sebelum kompetisi musim 2026-2027 dimulai.
Setelah mendapatkan waktu istirahat usai membela tim nasional di Piala Dunia, Saliba dijadwalkan kembali bergabung bersama skuad Arsenal untuk menjalani agenda pramusim.
Momen tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi tim medis klub untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi sang pemain.
Pemeriksaan medis akan menjadi dasar bagi Arsenal dalam menentukan langkah selanjutnya.
Tim dokter akan menilai apakah operasi merupakan pilihan terbaik untuk mengatasi cedera yang dialami Saliba atau justru penanganan tanpa tindakan bedah masih memungkinkan dilakukan.
Baca Juga: BMKG Ungkap Sirkulasi Siklonik di Utara Papua, Picu Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia
Hingga saat ini, Arsenal masih membuka seluruh opsi yang tersedia.
Klub ingin memastikan keputusan yang diambil bukan hanya mampu mempercepat proses pemulihan pemain, tetapi juga menjaga kondisi fisiknya dalam jangka panjang sehingga dapat kembali tampil maksimal sepanjang musim.
Keputusan akhir mengenai metode penanganan cedera Saliba akan ditentukan setelah seluruh hasil pemeriksaan medis selesai dilakukan begitu sang pemain kembali ke pusat latihan Arsenal.
Dengan dimulainya persiapan menuju musim baru yang semakin dekat, Arsenal tentu berharap segera memperoleh kepastian mengenai kondisi bek andalannya tersebut.
Kehadiran Saliba menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kekuatan lini belakang The Gunners, sehingga klub ingin memastikan pemain asal Prancis itu dapat kembali merumput dalam kondisi terbaik tanpa dibayangi masalah cedera yang berlarut-larut.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber