Timnas Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Hadiah Rp895 Miliar Terancam Dipotong Pajak Amerika Serikat

Titin Wulandari • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 08:55 WIB
PEMAIN SPANYOL : Timnas Spanyol meraih hadiah Rp895 miliar usai juara Piala Dunia 2026.(Instagram:@fifa)
PEMAIN SPANYOL : Timnas Spanyol meraih hadiah Rp895 miliar usai juara Piala Dunia 2026.(Instagram:@fifa)

Radarsitubondo.id - Kemenangan Timnas Spanyol di final Piala Dunia 2026 bukan hanya menghadirkan trofi paling bergengsi dalam sepak bola dunia, tetapi juga hadiah uang dalam jumlah fantastis. Setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga puncak, La Furia Roja berhak membawa pulang hadiah juara senilai 50 juta dolar AS atau setara sekitar Rp895 miliar.

Namun, euforia kemenangan tersebut ternyata dibayangi persoalan lain yang tidak kalah besar, yakni potensi pemotongan pajak oleh pemerintah Amerika Serikat. Sebagai salah satu negara tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika memiliki aturan perpajakan yang memungkinkan sebagian hadiah itu dipotong sebelum benar-benar diterima secara penuh.

Berdasarkan regulasi perpajakan Amerika Serikat, pendapatan yang diperoleh dari aktivitas atau kegiatan yang berlangsung di wilayah negara tersebut dapat dikenai pajak federal. Aturan ini juga berlaku bagi atlet asing yang berstatus nonresiden.

Baca Juga: AS Tuduh Iran Langgar Gencatan Senjata, Saling Serang Kembali Guncang Selat Hormuz

Dalam banyak kasus, pembayaran kepada atlet atau organisasi olahraga internasional dapat dikenakan pemotongan pajak federal hingga 30 persen. Jika tarif maksimal tersebut diterapkan, nilai potongan dari hadiah juara Spanyol bisa mencapai sekitar 15 juta dolar AS atau setara lebih dari Rp268 miliar.

Besarnya potensi pemotongan ini langsung memicu perdebatan di kalangan politikus Amerika Serikat. Salah satu kritik datang dari anggota Kongres Partai Republik, Tim Burchett, yang menilai kebijakan tersebut tidak tepat dan dapat memberikan citra negatif bagi Amerika di mata dunia olahraga internasional.

Menurut Burchett, penerapan pajak tinggi terhadap hadiah kompetisi internasional berisiko mengurangi daya tarik Amerika Serikat sebagai tuan rumah berbagai turnamen olahraga global pada masa mendatang.

Meski demikian, situasi yang dihadapi Spanyol tidak sepenuhnya mengkhawatirkan. Negeri Matador memiliki perjanjian pajak internasional dengan Amerika Serikat yang memungkinkan adanya keringanan tertentu dan menghindari pajak berganda.

Baca Juga: Hoki Besar atau Masalah Tak Terduga? Ramalan Shio Hari Ini 22 Juli yang Bikin Penasaran!

 

Perjanjian tersebut dapat memberikan keuntungan bagi Spanyol dalam proses penghitungan kewajiban pajak atas hadiah Piala Dunia 2026. Dengan adanya kesepakatan bilateral itu, jumlah pajak yang harus dibayarkan berpotensi lebih rendah dibandingkan tarif federal maksimum.

Kondisi berbeda justru dialami Argentina. Negara Amerika Selatan tersebut tidak memiliki perjanjian pajak serupa dengan Amerika Serikat. Akibatnya, federasi sepak bola Argentina berpotensi menghadapi tarif pajak yang lebih besar atau harus melakukan negosiasi tersendiri terkait skema pemotongan berdasarkan pendapatan bersih yang diterima.

Berapa Bonus yang Diterima Pemain Spanyol?

Hadiah juara Piala Dunia pada dasarnya tidak langsung diberikan kepada para pemain. Dana tersebut terlebih dahulu disalurkan kepada federasi sepak bola masing-masing negara yang kemudian menentukan mekanisme pembagian bonus.

Federasi Sepak Bola Spanyol sebelumnya telah menyepakati skema pembagian hadiah dengan para pemain. Dalam kesepakatan tersebut, sekitar 45 persen dari total hadiah juara akan dialokasikan sebagai bonus untuk skuad yang berhasil membawa pulang trofi dunia.

Baca Juga: Terungkap! Rahasia Brand Mewah Dunia Bikin Orang Rela Antre dan Berebut, Ternyata Bukan Sekadar Harga

Dengan perhitungan tersebut, setiap pemain Timnas Spanyol diperkirakan menerima bonus kotor sekitar Rp15,4 miliar. Namun, angka tersebut masih berpotensi berkurang setelah memperhitungkan kewajiban pajak yang berlaku, baik di Amerika Serikat maupun di negara asal masing-masing pemain.

Meski harus menghadapi persoalan perpajakan, keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 tetap menjadi pencapaian bersejarah. Selain mengukuhkan status mereka sebagai kekuatan utama sepak bola dunia, kemenangan itu juga menghadirkan pemasukan finansial yang sangat besar bagi federasi dan seluruh elemen tim.(*)

Editor : Titin Wulandari
pajak piala dunia Timnas Spanyol Piala Dunia 2026 spanyol