RADARSITUBONDO.ID - Timnas Putri Indonesia kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola nasional. Garuda Pertiwi sukses mempertahankan gelar juara Piala AFF Wanita 2026 setelah tampil dominan dan mengalahkan Laos dengan skor telak 5-0 pada partai final di Stadion UiTM, Shah Alam, Malaysia, Rabu (22/7/2026).
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola putri Indonesia. Untuk pertama kalinya, Timnas Putri mampu mempertahankan gelar juara atau mencatatkan back-to-back setelah sebelumnya meraih trofi Piala AFF Wanita edisi 2024.
Prestasi itu sekaligus memperlihatkan perkembangan positif yang terus ditunjukkan Garuda Pertiwi di level Asia Tenggara.
Baca Juga: Inter Miami Resmi Rekrut Casemiro, Lionel Messi Kini Punya Tandem Baru di Lini Tengah
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh elemen tim yang mampu mempertahankan prestasi tersebut.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari proses pembinaan dan perjuangan yang dilakukan sepanjang turnamen.
"Selamat kepada seluruh pemain, pelatih, dan ofisial Timnas Putri Indonesia atas pencapaian luar biasa ini," kata Erick Thohir.
Baca Juga: Sah Menikah Lagi! Nathalie Holscher Resmi Dipersunting Aripat, Mahar Uniknya Jadi Sorotan
Ia menilai keberhasilan mempertahankan gelar menjadi bukti bahwa sepak bola putri Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif.
"Keberhasilan mempertahankan gelar juara membuktikan bahwa sepak bola putri Indonesia terus berkembang ke arah yang lebih baik."
Erick menambahkan, perjalanan menuju gelar juara tidak diraih dengan mudah. Ia menilai seluruh pemain dan staf pelatih menunjukkan dedikasi tinggi sejak awal kompetisi hingga akhirnya memastikan diri menjadi yang terbaik.
"Semua ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan seluruh anggota tim sepanjang turnamen," tegasnya.
Pada pertandingan final, skuad asuhan Satoru Mochizuki langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan. Garuda Pertiwi mampu menguasai jalannya pertandingan dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya ke lini pertahanan Laos.
Baca Juga: Kementerian PU Siapkan Tol Prosiwangi di Situbondo Jadi Landasan Darurat Jet Tempur
Indonesia sebenarnya sempat mencetak gol lebih dahulu pada menit ke-19 melalui Felicia de Zeeuw. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah dinyatakan berada dalam posisi offside.
Meski demikian, tekanan yang terus dilancarkan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-33.
Berawal dari situasi sepak pojok, Sydney Hopper memanfaatkan kemelut di depan gawang Laos untuk mencetak gol pembuka sekaligus membawa Indonesia unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, permainan Garuda Pertiwi semakin sulit dibendung. Baru tiga menit setelah babak kedua dimulai, Isabelle Nottet berhasil menggandakan keunggulan Indonesia melalui aksi individu yang berakhir dengan penyelesaian sempurna pada menit ke-48.
Keunggulan dua gol membuat kepercayaan diri para pemain Indonesia semakin meningkat.
Laos yang berusaha keluar dari tekanan justru kembali kebobolan pada menit ke-55. Kali ini Estella Loupatty berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan peluang di depan gawang lawan.
Baca Juga: Aston Villa Capai Kesepakatan Pinjam Alejandro Garnacho dari Chelsea, Ada Klausul Pembelian Permanen
Indonesia terus menjaga intensitas permainan hingga memasuki pertengahan babak kedua. Felicia de Zeeuw yang sebelumnya golnya dianulir akhirnya berhasil mencetak gol pada menit ke-67. Gol tersebut semakin memperlebar keunggulan Garuda Pertiwi menjadi 4-0.
Pesta gol Indonesia ditutup oleh Emily Nahon pada menit ke-83. Gol tersebut memastikan kemenangan telak 5-0 sekaligus mengukuhkan Garuda Pertiwi sebagai juara Piala AFF Wanita 2026.
Keberhasilan mempertahankan gelar dinilai menjadi bukti bahwa fondasi pembinaan sepak bola putri Indonesia semakin kuat.
Konsistensi prestasi dalam dua edisi terakhir menunjukkan perkembangan yang tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga membangun daya saing yang lebih baik di kawasan Asia Tenggara.
PSSI pun menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemajuan sepak bola putri melalui berbagai program pembinaan.
Fokus tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas pemain, tetapi juga pengembangan sumber daya pelatih serta memperbanyak kesempatan bertanding di level internasional.
"PSSI berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem sepak bola putri melalui peningkatan kualitas pemain," ucap Erick Thohir.
"Kami juga memikirkan pengembangan pelatih serta kesempatan bertanding di level internasional agar prestasi Garuda Pertiwi terus berlanjut," tukasnya.
Baca Juga: Konflik Iran dan AS Kian Memanas, Iran Sebut Siap Hadapi Invasi Darat Amerika Serikat
Keberhasilan mempertahankan gelar juara Piala AFF Wanita 2026 menjadi modal berharga bagi Timnas Putri Indonesia untuk menghadapi tantangan berikutnya di level Asia.
Dengan fondasi pembinaan yang terus diperkuat dan dukungan terhadap pengembangan pemain maupun pelatih, Garuda Pertiwi diharapkan mampu menjaga konsistensi prestasi sekaligus meningkatkan daya saing di kancah internasional.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber