Resmi Latih Manchester City, Enzo Maresca Usung Identitas Sendiri Bukan Salin Taktik Guardiola

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:14 WIB
Pelatih Chelsea, Enzo Maresca.
Enzo Maresca saat melatih Chelsea.

 

RADARSITUBONDO.ID - Enzo Maresca menegaskan tidak akan sekadar mengikuti jejak Pep Guardiola setelah resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Manchester City.

Dalam konferensi pers pertamanya, pelatih asal Italia itu memastikan akan membawa identitas dan pendekatan sepak bola yang menjadi ciri khasnya sendiri saat memimpin The Citizens mulai musim 2026-2027.

Maresca ditunjuk sebagai suksesor Guardiola yang mengakhiri kebersamaan bersama Manchester City pada musim panas 2026. Kepergian Guardiola menutup perjalanan selama satu dekade yang penuh prestasi bersama klub asal Manchester tersebut.

Baca Juga: Manchester United Bungkam Rosenborg 5-0, Michael Carrick Puji Performa Gemilang Pemain Muda

Sejak namanya diumumkan sebagai pelatih anyar City, Maresca kerap dikaitkan dengan filosofi permainan Guardiola.

Hal itu tidak lepas dari perjalanan kariernya yang pernah menjadi pelatih tim muda Manchester City sebelum dipercaya menjadi asisten Guardiola pada musim 2022-2023.

Kolaborasi keduanya turut menghasilkan musim bersejarah ketika Manchester City meraih treble winners dengan menjuarai Liga Champions, Liga Inggris, dan Piala FA.

Pengalaman tersebut membuat banyak pihak menilai Maresca merupakan sosok yang akan melanjutkan gaya permainan Guardiola tanpa banyak perubahan.

Baca Juga: Persib Bandung Kehilangan Tujuh Bintang, Adam Alis Bidik Awal Manis di Piala Presiden 2026

Namun, anggapan tersebut langsung ditepis oleh pelatih berusia 46 tahun tersebut. Menurutnya, setiap pelatih memiliki cara pandang, pendekatan, hingga metode yang berbeda dalam membangun sebuah tim.

"Setiap manajer itu berbeda, baik dari hari ke hari maupun dalam pendekatannya terhadap pertandingan," ujar Maresca.

Ia mengungkapkan tengah melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek permainan untuk menentukan konsep yang paling sesuai diterapkan di Manchester City.

Baginya, kesuksesan tidak dapat diraih hanya dengan menyalin apa yang pernah dilakukan pelatih sebelumnya.

Maresca menilai setiap tim membutuhkan penyesuaian berdasarkan karakter pemain, situasi klub, hingga tantangan kompetisi yang dihadapi. Karena itu, ia tidak percaya pendekatan yang hanya mengandalkan metode "salin-tempel".

"Pandangan saya mengenai sepak bola berbeda dengan manajer sebelumnya. Itulah sebabnya saya tidak percaya pada metode 'salin-tempel'. Ada identitas yang jelas di klub-klub tempat saya pernah bekerja sebelumnya. Mungkin itulah alasan klub memilih saya; mereka melihat adanya kesamaan konsep dengan pelatih sebelumnya," imbuhnya.

Baca Juga: Manchester United Hajar Rosenborg 5-0, Zirkzee Bersinar pada Laga Pramusim

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Manchester City di bawah kepemimpinan Maresca diperkirakan tetap mempertahankan sejumlah prinsip permainan yang sudah dibangun dalam beberapa tahun terakhir, tetapi dengan sentuhan taktik dan pendekatan yang berbeda sesuai karakter sang pelatih.

Sebelum resmi mengambil alih kursi kepelatihan Manchester City, Maresca mengaku sempat berbincang dengan Pep Guardiola.

Dalam komunikasi tersebut, ia menyampaikan bahwa mantan mentornya memang layak menikmati waktu istirahat setelah menghadapi tekanan luar biasa selama bertahun-tahun memimpin salah satu klub terbesar di Eropa.

Menurut Maresca, menjadi pelatih Manchester City bukan hanya soal menyusun strategi pertandingan, tetapi juga menghadapi ekspektasi tinggi untuk terus memenangkan trofi di setiap musim. Ia memahami besarnya tuntutan yang melekat pada jabatan tersebut.

Baca Juga: Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Mengaku Dikriminalisasi Usai Ditahan Kejagung

Meski demikian, Maresca menegaskan dirinya tidak ingin hanya berorientasi pada hasil akhir. Ia percaya proses membangun tim tetap menjadi fondasi utama untuk menciptakan kesuksesan yang berkelanjutan.

Pelatih asal Italia itu mengaku menikmati seluruh rangkaian pekerjaannya sebagai pelatih, mulai dari menyusun program latihan, berdiskusi dengan staf kepelatihan, hingga menghabiskan waktu bersama para pemain dalam proses pengembangan tim setiap hari.

Baginya, keseharian tersebut merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang kuat antara pelatih dan skuad. Dengan proses yang berjalan baik, hasil positif diyakini akan mengikuti.

Maresca juga datang ke Etihad Stadium dengan modal prestasi dari klub-klub yang pernah ditanganinya. Sebelum menerima tantangan bersama Manchester City, ia berhasil membawa Leicester City dan Chelsea meraih gelar juara.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi Maresca untuk menghadapi tantangan yang lebih besar bersama juara Inggris itu. Ia berharap dapat mengulang kesuksesan yang sama dan mempersembahkan trofi bagi Manchester City pada musim-musim mendatang.

"Pada akhirnya, tentu saja, targetnya adalah memenangkan gelar bersama klub ini. Di dua klub sebelumnya, yaitu Leicester dan Chelsea, kami berhasil mewujudkannya dan meraih gelar juara," kata Maresca.

Dengan filosofi yang ingin dibangunnya sendiri, Maresca kini memulai babak baru dalam sejarah Manchester City.

Meski pernah menjadi bagian dari era kejayaan Pep Guardiola, ia ingin membuktikan bahwa kesuksesan juga dapat diraih melalui identitas permainan yang lahir dari pemikiran dan pendekatannya sendiri.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Enzo Maresca Pep Guardiola Manchester City