RADARBANYUWANGI.ID – Liga Champions 2026-2027 resmi bergulir. Bahkan, proses kompetisi sudah dimulai sejak pertengahan Juni melalui pengundian babak kualifikasi. Namun, perhatian terbesar publik sepak bola Eropa kini tertuju pada fase liga (League Phase) yang akan diundi pada 27 Agustus 2026.
Paris Saint-Germain (PSG) memasuki musim baru dengan status juara bertahan dua musim beruntun. Tim besutan Luis Enrique kini memburu pencapaian yang sangat langka: meraih tiga gelar Liga Champions secara berturut-turut.
Musim lalu, Les Parisiens memastikan trofi setelah mengalahkan Arsenal lewat drama adu penalti di partai final. Jika kembali menjadi kampiun, PSG akan menyamai prestasi elite yang hanya pernah dicapai sejumlah raksasa Eropa seperti Ajax, Bayern Munchen, dan Real Madrid yang mampu mendominasi kompetisi dalam tiga musim beruntun.
Namun, jalan PSG dipastikan tidak akan mudah.
Arsenal datang dengan ambisi membalas kegagalan musim lalu. Sementara Real Madrid, Barcelona, Manchester City, hingga Bayern Munchen tetap menjadi kandidat kuat perebut trofi "Si Kuping Besar" begitu kompetisi utama dimulai September mendatang.
League Phase Jadi Magnet Baru Kompetisi
Format League Phase yang diperkenalkan UEFA sejak musim 2024-2025 kini memasuki tahun ketiga penerapannya. Setelah sempat menuai keraguan, sistem baru tersebut justru mendapat banyak respons positif karena menghadirkan lebih banyak pertandingan berkualitas sejak awal turnamen.
Sebanyak 36 klub akan bersaing pada fase liga.
Sebanyak 29 tim telah memastikan tiket otomatis, sedangkan tujuh slot lainnya diperebutkan melalui jalur kualifikasi, terdiri atas lima klub dari Champions Path dan dua klub dari League Path.
Setiap tim akan menjalani delapan pertandingan, yakni menghadapi dua lawan dari masing-masing pot undian, dengan komposisi empat laga kandang dan empat laga tandang.
Tidak ada pertandingan antarklub dari liga domestik yang sama pada fase ini. Artinya, duel seperti Manchester City kontra Manchester United atau El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona baru mungkin terjadi pada fase gugur.
Delapan tim terbaik klasemen League Phase langsung lolos ke babak 16 besar.
Sementara peringkat 9 hingga 24 harus menjalani play-off fase gugur. Klub yang finis di posisi 25 sampai 36 langsung tersingkir tanpa mendapat "pelampung" turun ke Liga Europa seperti pada format lama.
Jadwal Lengkap Liga Champions 2026-2027
Babak Kualifikasi
Putaran Pertama
Undian: 16 Juni 2026
Leg I: 7-8 Juli 2026
Leg II: 14-15 Juli 2026
Putaran Kedua
Undian: 17 Juni 2026
Leg I: 21-22 Juli 2026
Leg II: 28-29 Juli 2026
Putaran Ketiga
Undian: 20 Juli 2026
Leg I: 4-5 Agustus 2026
Leg II: 11 Agustus 2026
Play-off
Undian: 3 Agustus 2026
Leg I: 18-19 Agustus 2026
Leg II: 25-26 Agustus 2026
League Phase
Undian: 27 Agustus 2026
Matchday 1: 8-10 September 2026
Matchday 2: 13-14 Oktober 2026
Matchday 3: 20-21 Oktober 2026
Matchday 4: 3-4 November 2026
Matchday 5: 24-25 November 2026
Matchday 6: 8-9 Desember 2026
Matchday 7: 19-20 Januari 2027
Matchday 8: 27 Januari 2027
Fase Gugur
Play-off: 16-17 dan 23-24 Februari 2027
Undian Babak Gugur: 26 Februari 2027
16 Besar: 9-10 dan 16-17 Maret 2027
Perempat Final: 6-7 dan 13-14 April 2027
Semifinal: 27-28 April dan 4-5 Mei 2027
Final: 5 Juni 2027
Daftar Tim yang Sudah Lolos League Phase
Hingga saat ini, sebanyak 29 klub telah memastikan tempat di League Phase.
Inggris (5): Arsenal, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Aston Villa
Spanyol (5): Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, Villarreal, Real Betis
Jerman: Bayern Munchen, Borussia Dortmund, RB Leipzig, Stuttgart
Italia: Inter Milan, Roma, Napoli, Como
Prancis: Paris Saint-Germain, Lille, Lens,
Portugal: Sporting Lisbon, FC Porto
Belanda: PSV Eindhoven, Feyenoord
Belgia: Club Brugge
Republik Ceko: Slavia Praha
Ukraina: Shakhtar Donetsk
Sorotan menarik datang dari Como, yang akan menjalani debut sepanjang sejarah mereka di Liga Champions. Klub Italia tersebut menjadi satu-satunya peserta baru pada League Phase musim ini.
Pembagian Pot Sementara
Pot 1: Paris Saint-Germain, Bayern Munchen, Real Madrid, Liverpool, Inter Milan, Manchester City, Arsenal, Barcelona, Atletico Madrid
Pot 2: Borussia Dortmund, AS Roma, Sporting Lisbon, Aston Villa, FC Porto, Manchester United , Club Brugge, Real Betis, PSV Eindhoven
Pot 3: Feyenoord, Lille, Napoli, RB Leipzig, Villarreal, Shakhtar Donetsk, Slavia Praha, Stuttgart
Pot 4 (sementara): Como, Lens
Pot tersebut masih bersifat sementara karena tujuh peserta hasil babak kualifikasi belum ditentukan.
Berapa Poin yang Dibutuhkan untuk Lolos?
Berdasarkan dua musim pertama penggunaan format League Phase, angka 16 poin menjadi batas aman untuk finis di delapan besar dan lolos langsung ke babak 16 besar.
Artinya, klub setidaknya membutuhkan sekitar lima kemenangan dan satu hasil imbang agar terhindar dari play-off.
Sementara itu, untuk sekadar mengamankan tiket play-off, raihan sekitar 9 hingga 12 poin terbukti masih cukup kompetitif.
Musim lalu, Bayer Leverkusen lolos sebagai unggulan terakhir play-off dengan 12 poin, sedangkan Benfica dan Bodo/Glimt mengamankan posisi 23 dan 24 hanya dengan sembilan poin.
Analisis ini menunjukkan persaingan League Phase semakin ketat. Tidak ada lagi ruang bagi tim besar untuk kehilangan poin secara beruntun karena setiap pertandingan memiliki dampak langsung terhadap posisi klasemen keseluruhan.
Final Digelar di Stadion Metropolitano Madrid
Partai puncak Liga Champions 2026-2027 akan berlangsung pada 5 Juni 2027 di Stadion Metropolitano, markas Atletico Madrid.
Stadion berkapasitas 70.692 penonton itu sebelumnya juga menjadi tuan rumah final Liga Champions 2019 ketika Liverpool mengalahkan Tottenham Hotspur.
Selain itu, Metropolitano juga masuk dalam kandidat venue Piala Dunia 2030, sehingga final Liga Champions musim ini menjadi ajang penting untuk menguji kesiapan salah satu stadion terbaik di Spanyol.
Musim 2026-2027 berpotensi menjadi salah satu edisi Liga Champions paling kompetitif sejak format League Phase diterapkan. PSG mengusung misi bersejarah untuk mencetak hattrick gelar, tetapi kekuatan Arsenal yang semakin matang, kebangkitan Manchester United, konsistensi Real Madrid, hingga pengalaman Bayern Munchen membuat persaingan diprediksi berlangsung lebih terbuka.
Di sisi lain, kehadiran klub debutan seperti Como memberi warna baru sekaligus membuktikan bahwa kompetisi elite Eropa kini semakin inklusif bagi tim-tim yang mampu tampil konsisten di liga domestik. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Situbondo