RADARSITUBONDO.ID - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya meski harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 0-1 pada laga penyisihan Grup B Piala Presiden 2026.
Menurutnya, seluruh pemain telah menunjukkan semangat juang tinggi di tengah kondisi persiapan tim yang belum ideal.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu malam, berlangsung ketat sejak menit awal.
Persija berusaha memberikan perlawanan kepada tuan rumah, namun akhirnya harus pulang tanpa poin setelah kebobolan akibat gol bunuh diri.
Baca Juga: Real Madrid Menangkan Perburuan Yan Diomande, Bintang Muda RB Leipzig Dibanderol 120 Juta Euro
Meski hasil akhir tidak berpihak kepada Macan Kemayoran, Shin Tae-yong memilih melihat sisi positif dari penampilan anak asuhnya. Pelatih asal Korea Selatan tersebut menilai para pemain tetap berusaha menjalankan instruksi dan memberikan kemampuan terbaik di lapangan.
"Kedua tim memang bekerja keras, dan saya berterima kasih kepada para pemain Persija karena tetap memberikan yang terbaik di lapangan," kata Shin saat konferensi pers usai pertandingan di Stadion GBT Surabaya, Minggu malam.
Shin menjelaskan kekalahan tersebut tidak bisa dilepaskan dari proses pembentukan tim yang masih sangat awal.
Persija baru menjalani masa persiapan dalam waktu singkat menjelang bergulirnya Piala Presiden 2026 sehingga banyak aspek permainan yang belum dapat dimaksimalkan.
Ia mengungkapkan, waktu persiapan yang terbatas membuat tim pelatih belum sempat mengasah pola permainan maupun strategi secara menyeluruh.
Akibatnya, koordinasi antarpemain di lapangan masih belum terbentuk dengan baik.
Menurut Shin, kondisi tersebut cukup berpengaruh terhadap performa tim selama pertandingan.
Ia menyadari permainan Persija belum mampu memenuhi ekspektasi suporter, namun optimistis perkembangan akan terlihat seiring bertambahnya intensitas latihan.
"Kami belum pernah latihan taktik dan belum bisa menyatukan permainan antarpemain. Mungkin dari pandangan suporter permainan kami belum tajam, tetapi secara fisik akan semakin membaik," ujarnya.
Selain persoalan organisasi permainan, Shin juga menyoroti gol bunuh diri yang menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
Ia menilai insiden tersebut bukan semata-mata kesalahan individu, melainkan akibat komunikasi antarpemain yang belum berjalan optimal.
Pelatih berusia 55 tahun itu menjelaskan koordinasi antara lini pertahanan dengan penjaga gawang masih membutuhkan waktu untuk dibangun. Dengan jadwal persiapan yang singkat, kesalahan komunikasi seperti itu masih berpotensi terjadi.
Baca Juga: Jelang Lawan Kamboja, PSSI Berharap Justin Hubner Segera Susul Timnas Indonesia
Meski demikian, Shin memastikan tim pelatih tidak akan melakukan perubahan besar terhadap pendekatan permainan maupun formasi yang digunakan.
Persija akan tetap mempertahankan kerangka permainan yang sama saat menghadapi pertandingan berikutnya.
Keputusan tersebut diambil karena waktu yang tersedia sebelum menghadapi Port FC dinilai tidak cukup untuk menerapkan perubahan taktik secara signifikan.
Fokus tim saat ini adalah meningkatkan kekompakan serta pemahaman antarpemain agar performa dapat terus berkembang.
Shin optimistis perkembangan positif akan terlihat seiring bertambahnya waktu latihan. Ia berharap kondisi fisik para pemain semakin meningkat sehingga implementasi strategi yang diinginkan tim pelatih dapat berjalan lebih maksimal pada laga-laga berikutnya.
Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, AQI Tembus 180 pada Senin Pagi
Sementara itu, bek Persija Rio Fahmi juga mengakui timnya menghadapi tantangan besar saat berjumpa Persebaya. Menurutnya, persiapan yang singkat membuat para pemain belum mencapai kondisi terbaik, baik dari sisi fisik maupun kerja sama di lapangan.
Rio menilai pertandingan melawan Persebaya menjadi proses penting bagi Persija untuk membangun kekompakan menjelang kompetisi yang lebih panjang. Ia tetap percaya tim memiliki potensi untuk tampil lebih baik setelah menjalani latihan secara lebih intensif.
"Ini bukan pertandingan yang mudah bagi kami karena baru latihan sekitar satu sampai dua minggu. Kami belum ada persiapan fisik yang maksimal, tetapi saya percaya tim ini bisa melangkah lebih jauh dan lebih baik lagi ke depannya," kata Rio.
Kekalahan dari Persebaya menjadi bahan evaluasi awal bagi Persija di ajang Piala Presiden 2026.
Dengan waktu persiapan yang terus berjalan, tim asuhan Shin Tae-yong diharapkan mampu memperbaiki koordinasi permainan, meningkatkan kondisi fisik, serta tampil lebih kompetitif saat menghadapi Port FC pada laga selanjutnya.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber