Kembali Latih Italia, Roberto Mancini Ingin Bawa Gli Azzurri Bangkit dan Lolos ke Piala Dunia

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 13:01 WIB
Aksi Moise Kean saat membela timnas Italia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram/azzurri)
Aksi Moise Kean saat membela timnas Italia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram/azzurri)

 

RADARSITUBONDO.ID - Roberto Mancini memasang target tinggi setelah resmi kembali menukangi tim nasional Italia.

Pelatih berusia 61 tahun itu ingin membawa Gli Azzurri kembali menjadi kekuatan utama sepak bola Eropa sekaligus mengakhiri paceklik prestasi dalam beberapa tahun terakhir.

Mancini telah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun bersama Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Ia berharap periode keduanya sebagai pelatih tim nasional tidak hanya menghasilkan satu gelar bergengsi, tetapi juga membuka peluang untuk bertahan lebih lama di kursi pelatih.

"Kami menandatangani kontrak selama empat tahun. Saya berharap bisa memenangkan satu trofi penting, atau bahkan dua, lalu tetap bertahan lebih lama bila memungkinkan," kata Mancini.

Baca Juga: OTT KPK di Pemalang, Bupati Anom Widiyantoro Kenakan Rompi Oranye

Target tersebut menjadi tantangan besar mengingat Italia belum kembali mengangkat trofi turnamen mayor sejak menjuarai Euro 2020 di bawah kepemimpinan Mancini.

Setelah keberhasilan itu, performa Gli Azzurri mengalami penurunan hingga gagal tampil dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.

Mancini bukan sosok asing bagi sepak bola Italia. Ia pernah menangani Gli Azzurri pada periode 2018 hingga 2023 dan sukses mencatatkan sejarah dengan membawa tim mencatat rekor 37 pertandingan tanpa kekalahan.

Catatan impresif tersebut sempat menjadi rekor dunia sebelum akhirnya dilampaui oleh Spanyol pada tahun ini.

Meski demikian, kepulangannya ke kursi pelatih juga membawa tantangan tersendiri. Keputusan Mancini meninggalkan Italia pada 2023 demi menerima tawaran melatih Arab Saudi sempat menuai kritik dari para pendukung.

Kini, mantan pelatih Manchester City tersebut bertekad membangun kembali kepercayaan publik melalui penampilan tim di atas lapangan.

"Saya akan berusaha membuat tim Italia tampil begitu indah dan bermain sangat baik sehingga para suporter kembali jatuh cinta kepada tim itu, dan mungkin memaafkan saya atas apa yang terjadi. Itulah harapan saya," ujarnya.

Baca Juga: DPMD Tunggu Teguran Kedua Camat, Kades Suboh Bisa Dinonaktifkan dalam Kasus Dugaan Mobil Siaga Digadaikan

Selain membangun kembali hubungan dengan suporter, Mancini optimistis Italia masih memiliki banyak pemain berkualitas yang dapat membentuk skuad kompetitif.

Ia menilai regenerasi akan berjalan lebih baik apabila klub-klub di Italia memberikan kesempatan bermain yang lebih besar kepada para pemain muda.

Menurutnya, pembinaan talenta muda menjadi salah satu kunci agar tim nasional mampu kembali bersaing di level tertinggi dalam beberapa tahun mendatang.

Mancini juga mengungkapkan dua misi utama yang ingin diwujudkan selama memimpin Italia untuk kedua kalinya.

Selain mengembalikan antusiasme pendukung terhadap tim nasional, ia ingin memastikan generasi muda Italia kembali merasakan atmosfer Piala Dunia.

"Ada dua hal yang paling saya inginkan. Pertama, membuat para pendukung Italia kembali jatuh cinta kepada tim nasional. Kedua, memastikan anak-anak seperti keponakan saya yang berusia 12 tahun, yang belum pernah melihat Italia bermain di Piala Dunia, akhirnya mendapat kesempatan untuk menyaksikannya," kata Mancini.

Baca Juga: Danposal Panarukan Buru Pelaku Pengeboman Ikan di Perairan Suboh, Rumpon Rusak dan Terumbu Karang Terancam

Penunjukan Mancini terjadi setelah FIGC membatalkan rencana mengangkat Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala.

Proses tersebut tidak berlanjut menyusul keterkaitan Pirlo dengan sebuah perusahaan taruhan asal Rusia yang kemudian turut memicu pengunduran diri Paolo Maldini dan Leonardo dari jabatan mereka di federasi.

Bersamaan dengan kembalinya Mancini, Presiden FIGC Giovanni Malago juga menunjuk Claudio Ranieri sebagai direktur teknik.

Pria berusia 74 tahun itu akan bertanggung jawab mengawasi operasional teknis serta pengembangan sepak bola elite di seluruh struktur tim nasional Italia.

Kehadiran Ranieri diharapkan mampu memperkuat fondasi pembinaan sepak bola Italia sekaligus mendukung program jangka panjang yang akan dijalankan Mancini bersama tim nasional.

Baca Juga: Danposal Panarukan Buru Pelaku Pengeboman Ikan di Perairan Suboh, Rumpon Rusak dan Terumbu Karang Terancam

Periode kedua Mancini akan langsung menghadapi ujian berat. Ia dijadwalkan melakoni pertandingan perdana saat Italia menghadapi Belgia pada ajang UEFA Nations League di Roma pada 25 September. Setelah itu, Gli Azzurri akan menjamu Turki di Bologna pada 5 Oktober.

Mancini menyadari dua laga awal tersebut akan menjadi gambaran mengenai kesiapan timnya menghadapi persaingan di level internasional. Meski mengakui grup yang dihadapi tidak mudah, ia yakin seluruh tim peserta juga akan menghadapi tantangan yang sama.

"Itu akan menjadi pertandingan yang penting. Kami akan langsung mengetahui sejauh mana kekuatan kami dan area yang masih perlu diperbaiki. Bagaimanapun, grup itu akan sulit. Sulit bagi kami, tetapi juga akan sulit bagi tim-tim lainnya," ujar Mancini.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Timnas Italia Roberto Mancini Gli Azzurri