RADARSITUBONDO.ID - Penyerang sayap Persib Bandung, Luka Menalo, akhirnya buka suara terkait video yang memperlihatkan dirinya menangis usai pertandingan Piala Presiden 2026.
Video tersebut sempat viral di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi dari para suporter.
Mantan pemain Dinamo Zagreb itu menegaskan bahwa ekspresi emosional yang terekam dalam video bukan disebabkan oleh persoalan tertentu di dalam tim.
Menurutnya, kondisi fisik yang terkuras akibat padatnya jadwal pertandingan menjadi alasan utama dirinya terlihat begitu emosional setelah laga.
Baca Juga: FIFA Batalkan Penjualan Hak Komersial Piala Dunia, Gianni Infantino Akui Proposal Picu Perpecahan
Menalo mengatakan dirinya memang berada dalam kondisi sangat lelah setelah menyelesaikan pertandingan fase grup bersama Persib.
Intensitas laga yang tinggi dalam waktu singkat membuat para pemain harus menguras tenaga lebih besar dibandingkan kondisi ideal.
“Saya juga melihat video itu, tapi saya hanya merasa lelah setelah pertandingan,” begitu curhat Menalo usai menyelesaikan laga fase grup.
Pemain asal Kroasia tersebut mengungkapkan bahwa pertandingan melawan Tampines Rovers merupakan laga kedua yang dijalaninya hanya dalam rentang empat hari.
Situasi itu membuat kondisi fisiknya menurun, ditambah masih memikirkan berbagai hal setelah pertandingan berakhir.
“Itu adalah pertandingan kedua dalam empat hari dan saya lelah serta sedang memikirkan hal lain, tapi saya senang, saya senang tentang video itu,” ucapnya.
Baca Juga: Dana Mengalir ke SPPG Belum Beroperasi, Kepala BGN Laporkan ke Kejagung
Di tengah kondisi fisik yang belum sepenuhnya prima, Persib Bandung tetap berhasil mengakhiri fase Grup A Piala Presiden 2026 dengan hasil sempurna.
Maung Bandung menutup laga terakhir grup dengan kemenangan tipis 1-0 atas wakil Singapura, Tampines Rovers.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026), berlangsung cukup ketat sejak menit awal.
Kedua tim sama-sama kesulitan menciptakan peluang bersih sehingga skor tetap imbang hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada 10 menit terakhir laga melalui gol spektakuler Balsa Sekulic. Gol tunggal tersebut memastikan Persib mengamankan tiga poin sekaligus mempertahankan rekor kemenangan selama fase grup.
Hasil tersebut sekaligus mempertegas konsistensi Persib meski harus menghadapi jadwal yang sangat padat selama turnamen pramusim. Tim asuhan Maung Bandung tercatat harus memainkan lima pertandingan hanya dalam kurun waktu 12 hari.
Baca Juga: Tyrone Mings Bagikan Kunci Sukses Jadi Pesepak Bola Profesional kepada Anak-anak Indonesia
Situasi itu berbeda dengan sejumlah peserta lain yang rata-rata hanya menjalani tiga pertandingan dalam rentang tujuh hari.
Beban pertandingan yang padat tersebut menjadi tantangan tersendiri karena mayoritas klub baru menjalani persiapan pramusim sekitar dua hingga tiga pekan.
Kondisi kebugaran para pemain pun belum mencapai level terbaik. Meski demikian, Persib mampu melewati seluruh pertandingan fase grup dengan hasil maksimal dan menjaga performa yang konsisten.
Menalo menilai kemenangan atas Tampines Rovers menjadi modal penting bagi tim. Selain kembali meraih tiga poin, Persib juga mampu mempertahankan catatan clean sheet di tengah jadwal yang menguras stamina.
“Ini adalah pramusim, maksud saya periode yang singkat, pertandingan ketiga berturut-turut, dan hal paling penting, kami menang lagi, clean sheet,” kata Menalo.
Baca Juga: H. Yoyok Dorong Sumur Bor Jadi Solusi Kekeringan Situbondo-Bondowoso, Petani Butuh Pasokan Air
Ia mengakui pertandingan terakhir fase grup berlangsung tidak mudah. Menurutnya, kondisi fisik pemain menjadi tantangan terbesar karena harus menjalani laga ketiga secara beruntun dalam waktu singkat.
“Karena ini pertandingan berat, terutama karena ini adalah yang ketiga berturut-turut (dalam seminggu),” sebutnya.
Menyadari kondisi tenaga yang mulai menurun, Persib memilih pendekatan permainan yang lebih sabar pada babak kedua. Tim tidak terlalu memaksakan tekanan tinggi dan lebih menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan balik.
Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Balsa Sekulic berhasil memanfaatkan peluang yang datang pada penghujung pertandingan. Gol indah yang dicetaknya menjadi pembeda dalam laga yang sebelumnya berjalan buntu.
Baca Juga: Perjuangan Empati Guru di Era Digital: Ketika Kasih Sayang Tak Bisa Digantikan AI
Menalo pun memberikan apresiasi kepada rekan setimnya tersebut. Menurutnya, gol yang dicetak Sekulic menjadi buah dari kesabaran seluruh tim dalam menjalankan strategi hingga peluit panjang dibunyikan.
“Di babak kedua, kami tampil menunggu kesempatan. Kami mendapatkan kesempatan itu, Balsa mencetak gol luar biasa.”
“Jadi saya ingin mengucapkan selamat kepadanya dan kepada seluruh tim atas kemenangan ini,” ucap Menalo.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber