RADARSITUBONDO.ID - Pelatih Indonesia All Stars Kurniawan Dwi Yulianto mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya saat menghadapi Aston Villa dalam laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu.
Meski harus mengakui keunggulan wakil Inggris tersebut dengan skor 1-3, Kurniawan menilai para pemain mampu menjalankan instruksi dengan baik dan tampil tanpa rasa takut menghadapi lawan yang memiliki kualitas lebih tinggi.
Menurut Kurniawan, sejak awal dirinya memang menginginkan para pemain bermain lepas dan percaya diri. Target tersebut dinilai berhasil diwujudkan sepanjang pertandingan.
Ia melihat para pemain tidak tertekan meski menghadapi tim yang berstatus juara Liga Europa dan mampu memperlihatkan kualitas individu maupun kerja sama tim.
"Sesuai dengan apa yang kita rencanakan dari awal, bahwa attitude para pemain sungguh luar biasa, mereka tidak under pressure, kemudian percaya diri. Itu yang paling penting, sehingga ini bagus untuk bekal mereka. Mereka bermain dengan tim, tetapi berani menunjukkan kualitasnya," kata Kurniawan usai pertandingan, dikutip dari Antara.
Baca Juga: Arkhan Kaka Ungkap Pengalaman Hadapi Tyrone Mings Usai Bobol Gawang Aston Villa
Legenda tim nasional Indonesia tersebut memberikan apresiasi terhadap penampilan tim secara keseluruhan.
Baik ketika menyerang maupun bertahan, para pemain dinilai mampu menunjukkan organisasi permainan yang cukup baik meski hanya memiliki waktu persiapan yang sangat terbatas sebelum pertandingan berlangsung.
Kurniawan mengungkapkan bahwa tim hanya menjalani satu kali sesi latihan.
Karena itu, materi yang diberikan lebih menitikberatkan pada kerja sama tim dibandingkan aspek taktik yang kompleks. Meski demikian, para pemain mampu menerapkan instruksi tersebut di lapangan.
Salah satu hal yang mendapat sorotan adalah keberhasilan Indonesia All Stars membatasi ruang gerak Alejandro Garnacho.
Pemain pinjaman dari Chelsea yang sebelumnya memperkuat Manchester United itu beberapa kali mendapat pengawalan ketat sehingga tidak leluasa mengembangkan permainan.
"Karena memang kita cuma latihan sehari, persiapannya juga hanya secara garis besar. Kita mau bermain as a team, gitu aja. Jadi ketika Garnacho pegang bola kita harus ada yang cover nyerang ya saling nutup," ucap Kurniawan.
Baca Juga: Mykhailo Mudryk Ungkap Kebahagiaan Usai Hukuman Doping Dicabut, Siap Bangkit Bersama Chelsea
Dalam pertandingan tersebut, Aston Villa mengamankan kemenangan berkat gol yang dicetak Emiliano Buendia, Ross Barkley, dan Brian Madjo.
Sementara Indonesia All Stars memperkecil ketertinggalan melalui Arkhan Kaka yang memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Reno Salampessy yang gagal diamankan secara sempurna oleh penjaga gawang Aston Villa.
Gol tersebut menjadi momen penting bagi Arkhan Kaka yang kini masih berusia 18 tahun. Kurniawan menilai keberhasilan mencetak gol ke gawang klub sekelas Aston Villa akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan mental sang penyerang muda.
Ia mengatakan kepercayaan diri merupakan modal utama bagi seorang striker. Karena itu, gol yang dicetak Kaka diyakini akan menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan pada kompetisi mendatang.
"Sebagai seorang striker tentu ini sangat berarti lah buat kepercayaan diri dia. Apalagi yang digolin adalah tim Aston Villa. Jadi mudah-mudahan akan menambah kepercayaan diri dia. Kualitas dia, bahwa sebenarnya dia punya kualitas. Dan di pertandingan tadi tidak nervous, tidak gugup, tetap percaya diri. Itu yang paling penting," ucap Kurniawan yang merupakan striker legendaris Indonesia tersebut.
Baca Juga: Franco Baresi Wafat, Bek Legendaris AC Milan dan Juara Piala Dunia 1982 Berpulang
Di balik penampilan positif timnya, Kurniawan mengaku memiliki satu penyesalan dari pertandingan tersebut. Hal itu berkaitan dengan cedera yang dialami gelandang Jordy Werhmann sehingga harus mengakhiri pertandingan lebih cepat.
Kurniawan mengungkapkan bahwa cedera yang dialami Jordy diduga merupakan dislokasi pada bagian bahu.
Meski belum mendapat hasil pemeriksaan lebih lanjut, kondisi tersebut dikhawatirkan membuat pemain Madura United itu harus menepi pada awal musim kompetisi yang dijadwalkan bergulir pada September mendatang.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada Madura United karena salah satu pemainnya mengalami cedera saat memperkuat Indonesia All Stars.
Kurniawan berharap kondisi Jordy tidak terlalu serius sehingga proses pemulihannya dapat berlangsung lebih cepat.
"Belum ada kepastian, tapi kayaknya dislokasi ya. Sini, di bahu ini. Gitu ya. Mudah-mudahan nggak kenapa-napa," kata Kurniawan mengungkapkan kondisi yang dialami Jordy.
Terlepas dari hasil akhir pertandingan, Kurniawan menilai laga melawan Aston Villa menjadi pengalaman berharga bagi para pemain Indonesia All Stars.
Menghadapi tim dengan kualitas tinggi memberikan kesempatan bagi para pemain untuk menguji kemampuan, meningkatkan mental bertanding, serta menambah kepercayaan diri sebagai bekal menghadapi kompetisi resmi pada musim mendatang.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber