RADARSITUBONDO.ID - FIFA resmi membuka proses disipliner terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) setelah muncul spanduk bertuliskan "Malvinas adalah Argentina" dalam perayaan keberhasilan tim nasional Argentina melaju ke final Piala Dunia.
Badan sepak bola dunia tersebut menilai tulisan itu mengandung unsur politik yang tidak diperbolehkan ditampilkan dalam kegiatan sepak bola internasional.
Langkah FIFA itu menjadi sorotan karena organisasi tersebut selama ini menerapkan aturan tegas terkait larangan penggunaan ajang olahraga sebagai media penyampaian pesan politik.
Proses penyelidikan kini dilakukan untuk memastikan siapa pihak yang bertanggung jawab atas kemunculan spanduk tersebut.
Baca Juga: Kurniawan Apresiasi Performa Indonesia All Stars saat Hadapi Aston Villa, Arkhan Kaka Tuai Pujian
Apabila nantinya terbukti terjadi pelanggaran terhadap regulasi FIFA, AFA berpotensi menerima sanksi disipliner. Hukuman yang dapat dijatuhkan bervariasi, mulai dari peringatan resmi hingga denda lebih dari 15.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp244 juta.
Komite Disiplin FIFA saat ini masih mengumpulkan berbagai informasi terkait insiden tersebut.
Fokus penyelidikan diarahkan untuk mengetahui apakah kemunculan spanduk merupakan keputusan resmi dari AFA atau hanya tindakan spontan yang dilakukan oleh pemain maupun staf pelatih saat merayakan keberhasilan tim.
Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan jenis dan besaran sanksi yang akan diberikan. Jika ditemukan adanya perencanaan atau dukungan dari organisasi, hukuman yang diterima AFA dapat lebih berat.
Sebaliknya, apabila FIFA menyimpulkan bahwa insiden tersebut murni merupakan tindakan individu tanpa keterlibatan institusi, sanksi yang dijatuhkan diperkirakan akan lebih ringan.
FIFA kembali menegaskan bahwa stadion sepak bola tidak boleh dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyampaikan tuntutan ataupun pesan politik.
Organisasi tersebut berupaya menjaga agar setiap pertandingan tetap berfokus pada aspek olahraga dan tidak menjadi ruang bagi isu-isu di luar sepak bola.
Baca Juga: Chelsea Resmi Rekrut Danny Welbeck dari Brighton, Xabi Alonso Tambah Amunisi di Lini Depan
Kasus yang melibatkan Argentina ini menambah daftar tindakan disipliner FIFA terhadap ekspresi politik dalam pertandingan internasional.
Sebelumnya, pada ajang Euro 2024, Álvaro Morata dan Rodri dijatuhi larangan bermain satu pertandingan setelah menyanyikan slogan yang berkaitan dengan Gibraltar.
Tidak hanya itu, pada Piala Dunia 2018, Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri juga pernah menerima sanksi berupa denda setelah melakukan selebrasi dengan gestur elang berkepala dua Albania saat menghadapi Serbia.
Aksi tersebut dinilai memiliki muatan politik sehingga melanggar ketentuan FIFA mengenai netralitas dalam kompetisi sepak bola.
Melalui penanganan kasus terbaru ini, FIFA kembali menunjukkan komitmennya untuk menegakkan regulasi terkait larangan ekspresi politik di dalam stadion.
Keputusan akhir terhadap AFA akan ditentukan setelah Komite Disiplin FIFA menyelesaikan seluruh proses penyelidikan dan menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas munculnya spanduk "Malvinas adalah Argentina" dalam perayaan tim nasional Argentina menuju final Piala Dunia.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber