RADARSITUBONDO.ID - Bek Manchester City, Josko Gvardiol, menaruh keyakinan besar kepada Enzo Maresca sebagai sosok yang tepat untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Stadion Etihad.
Meski menyadari proses pergantian pelatih tidak akan berjalan dengan mudah, pemain tim nasional Kroasia itu percaya Maresca memiliki kapasitas untuk menjaga Manchester City tetap berada di jalur persaingan papan atas.
Maresca resmi ditunjuk sebagai pelatih anyar Manchester City pada Juni lalu setelah Pep Guardiola memutuskan mengakhiri pengabdiannya selama satu dekade.
Pergantian tersebut menjadi awal era baru bagi The Citizens setelah menikmati berbagai kesuksesan di bawah kepemimpinan pelatih asal Spanyol tersebut.
Gvardiol mengakui menggantikan sosok sekaliber Guardiola bukan perkara sederhana. Namun, dia menilai Maresca memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas besar tersebut.
"Saya pikir dia adalah sosok yang sempurna. Namun, tentu semuanya butuh waktu. Ini sesuatu yang benar-benar baru dan tidak mudah mengganti pelatih," ujar Gvardiol.
Pelatih asal Italia itu datang ke Manchester City dengan modal prestasi yang cukup meyakinkan.
Sebelum kembali ke Etihad sebagai pelatih kepala, Maresca sukses mengantarkan Chelsea meraih gelar Liga Conference UEFA musim 2024/2025 serta menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025.
Atas pencapaian tersebut, Manchester City mengikatnya dengan kontrak berdurasi tiga tahun.
Era kepelatihan Maresca di Manchester City dimulai lewat pertandingan pramusim menghadapi Inter Milan di Hong Kong.
Pada laga tersebut, The Citizens bermain imbang 1-1 sepanjang waktu normal sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan lawan melalui adu penalti dengan skor 1-3.
Baca Juga: Update Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: 5 Korban Meninggal, Ratusan Penumpang Selamat
Bagi Gvardiol, keputusan manajemen menunjuk Maresca bukan tanpa pertimbangan matang.
Bek berusia 24 tahun itu menilai pelatih berusia 46 tahun tersebut membawa pendekatan baru yang diyakini dapat membuat Manchester City terus berkembang meski memasuki fase transisi.
Dia juga menegaskan seluruh pemain memiliki tanggung jawab besar untuk membantu sang pelatih beradaptasi secepat mungkin.
Menurutnya, keberhasilan masa transisi tidak hanya bergantung pada pelatih, tetapi juga kesiapan seluruh skuad dalam menerima perubahan.
"Tugas kami adalah membantunya semaksimal mungkin, mendengarkan apa yang dia inginkan, dan berusaha beradaptasi secepat mungkin," kata Gvardiol.
Di sisi lain, Gvardiol turut memberikan pandangannya mengenai keputusan Guardiola meninggalkan Manchester City.
Menurut dia, waktu pengumuman tersebut sudah sangat tepat karena dilakukan setelah kompetisi berakhir sehingga tidak mengganggu fokus tim sepanjang musim.
Guardiola sebelumnya mengumumkan keputusannya untuk mengakhiri masa baktinya pada pekan terakhir musim 2025/2026 setelah berbagai spekulasi mengenai masa depannya terus berkembang.
Bagi Gvardiol, keputusan tersebut justru membantu para pemain tetap berkonsentrasi mengejar target tim hingga akhir kompetisi.
"Bila diumumkan lebih awal, itu bisa memengaruhi mental para pemain," ujar dia.
Baca Juga: Tolato PG Panji Dikeluhkan Warga, Debu Hitam Masuk ke Rumah hingga Kotori Kendaraan
Lebih lanjut, Gvardiol mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan setim sebenarnya telah merasakan Guardiola membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah menghabiskan 10 tahun menangani Manchester City.
Dia memahami besarnya tekanan yang dihadapi sang pelatih selama memimpin klub di berbagai kompetisi.
Meski demikian, Gvardiol tidak menutup kemungkinan Guardiola suatu saat nanti kembali ke dunia kepelatihan setelah menikmati masa istirahat yang cukup.
"Sayangnya, memang sudah waktunya dia hengkang. Tetapi siapa yang tahu? Mungkin setelah enam bulan beristirahat dan energinya kembali, dia akan kembali lagi," tutur Gvardiol.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber