RADARSITUBONDO.ID - Persebaya Surabaya dan Arema FC berpotensi tampil tanpa penyerang utama saat saling berhadapan pada babak semifinal Piala Presiden 2026.
Kedua tim sama-sama diterpa persoalan cedera yang menimpa striker andalan mereka menjelang laga krusial yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (4/8/2026).
Persebaya hingga kini masih menunggu kepastian kondisi Alex Martins. Penyerang asal Brasil itu mengalami cedera ketika membantu Bajul Ijo meraih kemenangan atas Port FC pada laga terakhir Grup B.
Baca Juga: Juventus Resmi Permanenkan Randal Kolo Muani dari PSG, Kontrak hingga 2031
Alex Martins yang didatangkan dari Dewa United menjelang musim baru langsung menunjukkan kontribusinya bersama Persebaya.
Penyerang berusia 31 tahun tersebut menjadi penentu kemenangan tim setelah mencetak gol dari umpan silang Francisco Rivera.
Namun, Alex tidak mampu menuntaskan pertandingan hingga peluit akhir. Ia mengalami cedera pada bagian bahu dan harus ditandu keluar lapangan sebelum langsung mendapatkan penanganan dari tim medis di sisi lapangan.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengungkapkan bahwa pemainnya telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Hingga usai pertandingan, tim pelatih masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui tingkat cedera yang dialami sang penyerang.
"Alex pergi ke rumah sakit, kami sedang menunggu kabar," imbuhnya.
Selain mengabarkan kondisi Alex Martins, Bernardo Tavares juga menyoroti padatnya jadwal pertandingan selama Piala Presiden 2026.
Menurutnya, jarak antarlaga yang terlalu rapat meningkatkan risiko cedera pemain karena waktu pemulihan menjadi sangat terbatas.
"Ya itu benar, saya setuju. Dan inilah faktanya karena kita mulai bermain tanggal 26, 29, 1 Agustus, lihat perbedaannya," ujar Tavares pada konferensi pers usai pertandingan melawan Port FC, Sabtu (1/8/2026).
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 3 Agustus 2026, Ada yang Ketiban Rezeki Nomplok, Ada Terancam Kehilangan!
Pelatih asal Portugal tersebut menilai intensitas pertandingan pramusim yang tinggi membuat tim pelatih harus lebih berhati-hati dalam mengelola kondisi fisik pemain. Pergantian pemain dilakukan untuk meminimalkan kemungkinan munculnya cedera baru di dalam skuad.
"Intensitasnya tinggi, terutama pertandingan pramusim hari ini, intensitasnya terlalu tinggi."
"Dan kami mencoba untuk mengganti pemain karena jika tidak melakukan ini, probabilitas lebih banyak pemain cedera akan lebih tinggi."
"Tapi itulah jadwal yang diberikan Piala Presiden kepada kami, jadi kami perlu bermain dengan aturan yang mereka berikan kepada kami."
Baca Juga: Timnas Indonesia Bidik Kemenangan atas Vietnam, Rizky Ridho Waspadai Permainan Provokatif Lawan
Tavares mengaku lebih memilih jadwal pertandingan yang memberikan waktu istirahat lebih panjang. Menurutnya, jeda tambahan tidak hanya membantu proses pemulihan pemain, tetapi juga memberi kesempatan bagi tim menjalani sesi latihan secara normal.
"Tentu saja jika saya bisa memutuskan, saya lebih suka memberikan lebih banyak hari di antara pertandingan karena memungkinkan kami tidak hanya untuk memulihkan pemain tetapi juga untuk berlatih, karena pada saat ini kami hanya pemulihan dan bermain, kami tidak bisa berlatih."
Ia juga menilai terdapat perbedaan keuntungan waktu istirahat antara peserta di Grup A dan Grup B.
Menurutnya, Arema FC memperoleh jeda pemulihan yang sedikit lebih panjang karena memainkan pertandingan pada sore hari, sedangkan Persebaya harus bertanding pada malam hari.
"Tapi bagaimanapun, begitulah adanya, untuk kedua grup. Saya hanya berpikir pada saat ini tim-tim dari grup A memiliki lebih banyak keuntungan dibandingkan dengan tim-tim dari grup B karena Arema memiliki perbedaan waktu satu setengah hari karena mereka bermain sore, kami bermain malam."
"Pemain tiba di rumah mungkin tengah malam atau jam 1 pagi dengan adrenalin pertandingan, mereka tidak akan tidur. Jadi mereka baru akan pulih mungkin pada malam hari esoknya."
"Perbedaannya terlalu banyak, Anda mengerti? Ini poin saya," ujarnya.
Baca Juga: Thom Haye Dinilai Punya Adaptabilitas Tinggi, John Herdman Sebut Sangat Vital bagi Timnas Indonesia
Di kubu Arema FC, persoalan serupa juga terjadi. Singo Edan dipastikan kehilangan Gustavo Henrique untuk sisa turnamen setelah penyerang asal Brasil tersebut mengalami cedera pada otot paha depan.
Absennya Gustavo menjadi kehilangan besar bagi Arema. Sepanjang Piala Presiden 2026, ia tampil tajam dengan mencetak empat gol dan menjadi salah satu top skor sementara turnamen. Cedera yang dialaminya membuat pemain tersebut harus mengakhiri kiprahnya lebih cepat.
Manajemen Arema telah memastikan Gustavo Henrique tidak akan tampil lagi di Piala Presiden 2026. Saat ini fokus pemain diarahkan pada proses pemulihan agar dapat kembali dalam kondisi terbaik ketika Super League 2026-2027 mulai bergulir.
Jika Alex Martins akhirnya juga dinyatakan belum pulih dan harus absen, semifinal Piala Presiden 2026 akan mempertemukan Persebaya dan Arema FC tanpa mesin gol utama masing-masing. Kondisi tersebut diperkirakan memaksa kedua pelatih menyusun strategi baru di lini serang demi mengamankan tiket menuju partai final.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber