Pelatih Persebaya Protes Venue Semifinal Piala Presiden 2026 Lawan Arema FC, Nilai Jadwal Tidak Adil

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 18:08 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares. (Instagram/officialpersebaya)
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares. (Instagram/officialpersebaya)

 

RADARSITUBONDO.ID - Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, melontarkan kritik terhadap keputusan panitia yang menetapkan Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, sebagai lokasi pertandingan semifinal melawan Arema FC.

Menurutnya, keputusan tersebut membuat timnya berada dalam posisi yang tidak menguntungkan karena harus menjalani perjalanan lebih jauh di tengah waktu pemulihan yang sangat terbatas.

Baca Juga: Chelsea Resmi Rekrut Valentin Barco dari Strasbourg, Gelandang Argentina Diikat Kontrak hingga 2033

Kekecewaan itu disampaikan Tavares dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, Sabtu (1/8).

Pelatih asal Portugal tersebut menilai penentuan lokasi pertandingan tidak memberikan perlakuan yang sama kepada kedua tim yang akan bertarung memperebutkan tiket ke final.

"Menurut saya, itu sangat tidak adil karena kami harus menempuh perjalanan lebih jauh ke tempat lain," kata Tavares.

Menurut dia, persoalan bukan hanya terletak pada lokasi pertandingan, tetapi juga berkaitan dengan waktu istirahat yang dimiliki masing-masing tim.

Persebaya hanya memiliki jeda dua hari sebelum kembali bertanding di semifinal, sedangkan Arema FC mendapatkan waktu pemulihan yang lebih panjang.

Situasi tersebut dinilai dapat memengaruhi kondisi fisik para pemain. Tavares khawatir anak asuhnya tidak memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kebugaran setelah menjalani pertandingan sebelumnya.

"Sementara Arema FC punya waktu istirahat sehari lebih banyak. Saya yakin pemain kami tidak akan pulih dengan baik. Para pemain ini bukanlah mesin," tegas pelatih berusia 46 tahun itu.

Tavares berpendapat bahwa pertandingan semifinal akan lebih ideal jika digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Dengan begitu, Persebaya tidak perlu kembali melakukan perjalanan sehingga dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk proses pemulihan pemain.

"Karena ketika kami sedang bertanding (melawan Port FC), tim lain sedang duduk di sofa dengan waktu libur satu setengah hari lebih banyak daripada kami," tegasnya.

Baca Juga: Amerika Serikat Perketat Visa, Jaminan Rp 360 Juta Jadi Syarat Baru bagi Sebagian Wisatawan

Meski mengusulkan Surabaya sebagai lokasi pertandingan, Tavares mengakui keputusan tersebut juga berpotensi memunculkan perdebatan. Ia memahami jika Arema FC dianggap tidak diuntungkan apabila harus bermain di kota yang identik sebagai markas Persebaya.

"Apakah situasinya adil jika Arema FC bermain di sini (Surabaya)? Itu bukan wewenang saya untuk memutuskan. Namun, jika memang laga semifinal digelar di Surabaya, saya rasa itu lebih baik untuk kami karena kami tidak perlu melakukan perjalanan," terang Tavares.

Bagi Tavares, kondisi kebugaran pemain menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan dalam pertandingan semifinal yang mempertemukan dua rival besar tersebut.

Ia menilai persiapan fisik yang maksimal menjadi modal penting agar tim dapat tampil kompetitif sejak menit awal.

Pelatih yang menangani Persebaya itu menegaskan bahwa setiap pemain memahami arti penting pertandingan menghadapi Arema FC.

Duel sarat gengsi tersebut bukan sekadar memperebutkan tiket menuju partai final, tetapi juga menjadi laga yang memiliki nilai emosional tinggi bagi kedua kesebelasan.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Bernardo Tavares semifinal Piala Presiden persebaya Arema FC