Jelang Derbi Jatim Semifinal Piala Presiden 2026, Bernardo Tavares Soroti Keunggulan Recovery Arema FC

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 20:05 WIB
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares. (JawaPos.com)
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares. (JawaPos.com)

 

RADARSITUBONDO.ID - Persebaya Surabaya memastikan langkah ke babak semifinal Piala Presiden 2026 dengan performa impresif sepanjang fase grup.

Bajul Ijo menyapu bersih tiga pertandingan Grup B dan mengoleksi sembilan poin sempurna untuk mengamankan status juara grup.

Namun, keberhasilan tersebut belum membuat pelatih Bernardo Tavares merasa puas. Pelatih asal Portugal itu menilai tantangan sesungguhnya baru akan dimulai ketika Persebaya menghadapi Arema FC pada semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: AHY Pastikan Pemerintah Segera Investigasi Kebakaran KM Mutiara Sentosa, KNKT Selidiki Penyebab Insiden

Pertemuan kedua tim dipastikan kembali menghadirkan atmosfer panas dalam derbi Jawa Timur.

Rivalitas panjang antara Persebaya dan Arema FC selalu menjadi sorotan karena sarat gengsi dan tekanan tinggi. Bernardo Tavares pun memprediksi laga semifinal akan berlangsung jauh lebih berat dibanding pertandingan di fase grup.

Menurutnya, Arema FC datang dengan kekuatan yang semakin baik setelah melakukan sejumlah pembenahan skuad menjelang musim baru.

Selain mempertahankan pemain-pemain penting musim lalu, Singo Edan juga aktif mendatangkan beberapa amunisi baru yang dinilai mampu meningkatkan kualitas tim.

"Saya melihat Arema di pertandingan pramusim tapi saya akan menganalisisnya lagi. Mereka punya kompetisi posisi demi posisi yang baik, satu-dua pemain yang bisa mengisi posisi dengan sangat baik dan itu bagus untuk turnamen seperti ini," ujar pelatih asal Portugal itu.

Bernardo Tavares mengakui kedalaman skuad Arema FC menjadi salah satu aspek yang patut diwaspadai. Persaingan di setiap posisi dinilai memberikan keuntungan bagi lawan untuk menjaga konsistensi permainan selama turnamen berlangsung.

Kehadiran sejumlah pemain baru seperti Diego Landis, Careca, Marcos Vinicius, Gustavo Henrique, Alfeandra Dewangga, Robi Darwis, hingga beberapa nama lainnya juga menjadi perhatian tersendiri bagi tim pelatih Persebaya.

"Mereka tidak kehilangan pemain kunci dari musim lalu dan mereka mendatangkan pemain bagus musim ini. Jadi ini akan menjadi pertandingan yang sulit dengan atmosfer seperti ini," imbuhnya.

Baca Juga: Amerika Serikat Perketat Visa, Jaminan Rp 360 Juta Jadi Syarat Baru bagi Sebagian Wisatawan

Menghadapi jadwal padat sepanjang turnamen, Bernardo Tavares sebelumnya telah menerapkan rotasi pemain saat laga terakhir penyisihan Grup B melawan Port FC. Keputusan tersebut diambil untuk menjaga kebugaran pemain inti agar berada dalam kondisi terbaik menghadapi semifinal.

Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menyebut rotasi menjadi langkah penting mengingat Persebaya memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat dibandingkan Arema FC sebelum pertandingan semifinal.

"Kami mengganti banyak pemain, karena saat ini tidak adil, kami akan bermain melawan Arema. Arema memiliki waktu satu setengah hari lebih banyak dari kami untuk mempersiapkan pertandingan dan pemulihan," kata Bernardo Tavares.

Menurutnya, selisih waktu pemulihan selama satu setengah hari bukanlah hal sepele dalam sepak bola modern. Dengan jadwal pertandingan yang padat selama fase grup, kondisi fisik pemain menjadi faktor yang sangat menentukan kualitas permainan di lapangan.

"Tidak mudah bagi tim-tim yang datang dari Grup B, karena setelah tiga pertandingan dengan periode pemulihan yang singkat, bisa membuat sebuah perbedaan. Karena tim lain menunggu di sofa dengan waktu satu setengah hari lebih banyak, jadi ini memungkinkan mereka untuk pulih dan mempersiapkan pertandingan," tutur Bernardo Tavares.

Baca Juga: Chelsea Resmi Rekrut Valentin Barco dari Strasbourg, Gelandang Argentina Diikat Kontrak hingga 2033

Ia menilai waktu pemulihan yang lebih panjang memberikan keuntungan bagi tim untuk mengembalikan kondisi fisik pemain sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi pertandingan berikutnya.

Selain menyoroti waktu recovery, Bernardo Tavares juga sempat berharap laga semifinal melawan Arema FC tetap digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, sebelum panitia pelaksana Piala Presiden 2026 memutuskan memindahkan venue semifinal dan final ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Menurut Bernardo, status Persebaya sebagai juara Grup B seharusnya dapat menjadi pertimbangan untuk memainkan pertandingan di Surabaya.

Bermain di kandang sendiri dinilai tidak hanya memberikan keuntungan dari sisi dukungan suporter, tetapi juga mengurangi waktu perjalanan sehingga proses pemulihan pemain dapat berlangsung lebih optimal.

"Arema punya waktu setengah hari lebih banyak dari kami dan ini bisa membuat perbedaan. Jadi situasinya akan adil jika Arema bermain di sini," kata mantan pelatih PSM Makassar.

Meski demikian, Bernardo Tavares tetap menghormati keputusan panitia pelaksana terkait penunjukan Bali sebagai lokasi semifinal dan final.

Ia menegaskan fokus tim kini sepenuhnya tertuju pada persiapan menghadapi laga derbi Jawa Timur yang diperkirakan berlangsung sengit.

"Bukan saya yang memutuskan tapi saya pikir jika bisa di sini (GBT), itu lebih baik bagi kami karena kami tidak perlu bepergian," pungkas Bernardo Tavares.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Bernardo Tavares Piala Presiden 2026 persebaya Arema FC