Usai Kekalahan dari Vietnam, John Herdman Siapkan Perbaikan Formasi Indonesia Hadapi Singapura

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 13:34 WIB
John Herdman saat memberi arahan di TC Timnas Indonesia di Bali. (Instagarm/timnasindonesia)
John Herdman saat memberi arahan di TC Timnas Indonesia di Bali. (Instagarm/timnasindonesia)

 

RADARSITUBONDO.ID - Pelatih tim nasional Indonesia John Herdman menyoroti sejumlah aspek yang harus segera dibenahi setelah skuad Garuda menelan kekalahan 0-3 dari Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026.

Salah satu perhatian utama pelatih asal Kanada tersebut adalah menjaga kerapatan formasi tim, baik ketika menyerang maupun saat bertahan.

Berbicara dalam konferensi pers usai pertandingan di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Senin, Herdman menilai organisasi permainan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan sebelum Indonesia menjalani laga terakhir fase grup.

Baca Juga: Rizky Ridho Akui Banyak Kesalahan saat Lawan Vietnam, Siap Bangkit di Lawan Singapura

Menurutnya, kerapatan formasi menjadi faktor penting agar tim mampu menjaga keseimbangan permainan.

Ia menegaskan pemain harus tetap berada dalam struktur yang kompak sehingga tidak mudah ditembus lawan ketika kehilangan bola maupun saat membangun serangan.

"Saya rasa bagi kami, kami harus tetap menjaga kerapatan formasi. Baik saat kami menyerang maupun bertahan, formasi harus tetap rapat," kata John Herdman, dikutip dari Antara.

Evaluasi tersebut muncul setelah Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor 0-3. Kekalahan itu sekaligus menghentikan catatan positif skuad Garuda yang sebelumnya mampu meraih dua kemenangan beruntun di Grup A.

Selain persoalan organisasi permainan, Herdman juga menilai manajemen pertandingan harus ditingkatkan.

Ia menegaskan tanggung jawab tersebut bukan hanya berada di tangan para pemain, melainkan dimulai dari jajaran pelatih dalam mengelola jalannya pertandingan.

Menurut Herdman, Indonesia tetap berusaha memainkan sepak bola menyerang saat menghadapi Vietnam. Timnya ingin membangun serangan sejak lini belakang hingga mampu memberikan tekanan ke pertahanan lawan.

Baca Juga: Bulan Bergeser, 3 Zodiak Ini Diprediksi Kena Dampaknya Hari Ini

Ia mengakui pendekatan tersebut memang memiliki risiko karena membuka ruang ketika kehilangan penguasaan bola. Namun, Indonesia tidak ingin hanya mengandalkan permainan bertahan dan serangan balik sepanjang pertandingan.

"Kami hanya harus mempelajari momen-momen yang tepat agar pertahanan kami rapat saat diserang dan transisi bertahan kami terorganisasi dengan lebih baik," ujarnya.

Pelatih berusia 51 tahun itu menambahkan bahwa kualitas transisi bertahan menjadi salah satu fokus utama yang akan diperbaiki dalam waktu singkat.

Ia ingin tim mampu bereaksi lebih cepat saat kehilangan bola sehingga tidak memberikan ruang bagi lawan untuk mengembangkan permainan.

Baca Juga: Cedera Berguinho dan Dion Markx Jadi Alarm Persib Jelang Playoff AFC Champions League Two

Selain itu, Herdman kembali menekankan pentingnya manajemen pertandingan yang lebih matang. Menurutnya, dua aspek tersebut akan menjadi bekal utama Indonesia ketika bertandang ke markas Singapura pada 7 Agustus mendatang.

Laga kontra Singapura dipastikan menjadi pertandingan yang sangat menentukan bagi langkah Indonesia di Piala AFF 2026. Karena itu, Herdman meminta seluruh pemain tetap menjaga kekompakan dan tidak larut dalam hasil buruk saat menghadapi Vietnam.

"Kami harus tetap bersatu karena kami masih memiliki satu pertandingan lagi untuk dimainkan, dan itu adalah pertandingan yang besar," katanya.

Kekalahan dari Vietnam menjadi hasil negatif pertama Indonesia pada fase grup. Sebelumnya, skuad Garuda tampil meyakinkan dengan mengalahkan Kamboja 5-1, kemudian melanjutkan tren positif lewat kemenangan 3-0 atas Timor Leste.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : ANTARA
Piala AFF 2026 John Herdman timnas indonesia