RADARSITUBONDO.ID - Persib Bandung dan Persebaya Surabaya akan saling berhadapan pada partai puncak Piala Presiden 2026. Laga bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) pukul 20.00 WIB.
Pertemuan dua tim besar Indonesia itu diprediksi berlangsung sengit. Selain memperebutkan gelar juara turnamen pramusim paling bergengsi di Tanah Air, kedua klub juga memiliki sejarah panjang sebagai rival di kompetisi domestik.
Bagi Persib Bandung, ini menjadi kesempatan kedua mereka tampil di partai final Piala Presiden. Sebelumnya, Maung Bandung berhasil mencapai final pada edisi perdana tahun 2015 dan langsung keluar sebagai juara.
Saat itu Persib sukses mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Gelar tersebut hingga kini masih menjadi satu-satunya trofi Piala Presiden yang dimiliki klub asal Kota Bandung tersebut.
Baca Juga: Luis Figo Kritik Keras Gianni Infantino, Minta Presiden FIFA Segera Mengundurkan Diri
Namun setelah keberhasilan tersebut, perjalanan Persib di Piala Presiden tidak selalu berjalan mulus. Mereka beberapa kali gagal melangkah jauh, bahkan harus tersingkir sejak fase grup.
Persib tercatat empat kali gagal lolos dari penyisihan grup, masing-masing pada edisi 2018, 2019, 2024, dan 2025.
Penampilan di final tahun ini sekaligus menjadi momentum bagi Maung Bandung untuk kembali mengincar gelar setelah penantian selama lebih dari satu dekade.
Sementara itu, Persebaya Surabaya juga mengukir sejarah dengan kembali menembus partai final setelah terakhir kali melakukannya pada edisi 2019.
Baca Juga: Luis Figo Kritik Keras Gianni Infantino, Minta Presiden FIFA Segera Mengundurkan Diri
Pada kesempatan pertama tersebut, Bajul Ijo harus mengakui keunggulan rivalnya, Arema FC, melalui final dua leg. Persebaya bermain imbang 2-2 pada pertemuan pertama sebelum kalah 0-2 di laga kedua sehingga harus puas menjadi runner-up dengan agregat 2-4.
Final Piala Presiden 2026 menjadi peluang besar bagi Persebaya untuk menghapus catatan tersebut sekaligus meraih trofi Piala Presiden pertama dalam sejarah klub.
Persib dan Persebaya sebenarnya bukan lawan yang asing. Kedua tim sudah berkali-kali bertemu dalam berbagai kompetisi nasional, mulai dari liga hingga turnamen pramusim.
Meski demikian, pertemuan mereka di ajang Piala Presiden terbilang sangat jarang. Hingga kini, kedua tim baru sekali bertemu di turnamen tersebut.
Laga itu terjadi pada Piala Presiden 2015. Saat itu Persib berhasil mengalahkan Persebaya dengan skor meyakinkan 2-0 melalui gol yang dicetak Zulham Zamrun dan Tantan.
Hasil tersebut menjadi satu-satunya rekor pertemuan Persib dan Persebaya di Piala Presiden sekaligus memberi keunggulan psikologis bagi Maung Bandung menjelang final tahun ini.
Jika melihat catatan statistik sepanjang keikutsertaan di Piala Presiden, Persib juga masih unggul dibandingkan Persebaya.
Maung Bandung telah memainkan 33 pertandingan di ajang tersebut. Dari jumlah itu, Persib berhasil meraih 20 kemenangan, tiga hasil imbang, dan mengalami 10 kekalahan.
Produktivitas Persib juga cukup tinggi dengan koleksi 53 gol. Sementara itu, lini pertahanan mereka tercatat kebobolan sebanyak 29 kali.
Catatan tersebut memperlihatkan konsistensi Persib sebagai salah satu tim paling sukses sepanjang sejarah Piala Presiden, terlebih mereka pernah merasakan gelar juara pada edisi 2015.
Di sisi lain, Persebaya telah menjalani 24 pertandingan di Piala Presiden. Bajul Ijo mengoleksi 13 kemenangan, enam hasil imbang, dan lima kali menelan kekalahan.
Sepanjang keikutsertaan di turnamen tersebut, Persebaya berhasil mencetak 40 gol, namun juga sudah kebobolan sebanyak 34 kali.
Baca Juga: Sempat Curiga dan Lapor ke Bank, Tabungan Rp 18 Juta Nasabah Tetap Raib dari Rekening
Meski jumlah pertandingan yang dijalani lebih sedikit dibandingkan Persib, Persebaya tetap menunjukkan performa kompetitif. Keberhasilan kembali mencapai final setelah tujuh tahun menjadi bukti peningkatan performa tim asal Surabaya tersebut.
Final Piala Presiden 2026 pun dipastikan menghadirkan duel menarik antara dua klub yang sama-sama memiliki ambisi besar.
Persib berupaya menambah koleksi gelar sekaligus mengulang keberhasilan pada edisi perdana, sedangkan Persebaya bertekad mengakhiri penantian panjang dengan membawa pulang trofi Piala Presiden untuk pertama kalinya.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber