FIFA Dikabarkan Tawarkan Maroko Jadi Tuan Rumah Final Piala Dunia 2030, Posisi Gianni Infantino Disorot

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:04 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino
Presiden FIFA, Gianni Infantino

 

RADARSITUBONDO.ID - Kursi kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan yang menyebut dirinya menawarkan Maroko kesempatan menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030.

Langkah tersebut dikabarkan dilakukan ketika dukungan terhadap Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027 mulai mengalami penurunan.

Laporan itu menyebut partai puncak Piala Dunia 2030 diusulkan berlangsung di Stadion Hassan II, Casablanca.

Stadion yang masih dalam tahap pembangunan tersebut dirancang memiliki kapasitas sekitar 115.000 penonton, menjadikannya salah satu stadion terbesar di dunia apabila telah rampung.

Baca Juga: Christian Norgaard Ungkap Alasan Tinggalkan Arsenal dan Pilih Everton

Piala Dunia 2030 sendiri akan digelar dengan format lintas benua. Spanyol, Portugal, dan Maroko menjadi tuan rumah utama turnamen, sedangkan tiga pertandingan pembuka akan dimainkan di Uruguay, Argentina, dan Paraguay sebagai bagian dari peringatan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.

Meski persiapan terus berjalan, FIFA hingga kini belum menetapkan stadion yang akan menjadi lokasi partai final. Keputusan tersebut diperkirakan baru akan diumumkan setelah berbagai aspek teknis dan kesiapan infrastruktur dievaluasi.

Laporan yang beredar menyebut tawaran kepada Maroko tidak hanya berkaitan dengan aspek penyelenggaraan turnamen, tetapi juga memiliki dimensi politik.

Negara Afrika Utara itu dinilai menjadi salah satu sekutu penting bagi Infantino menjelang Kongres FIFA di Rabat yang sekaligus akan menjadi lokasi pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.

Baca Juga: Luis Figo Kritik Keras Gianni Infantino, Minta Presiden FIFA Segera Mengundurkan Diri

Posisi Maroko dianggap semakin strategis di tengah melemahnya dukungan terhadap Infantino.

Kondisi tersebut terjadi setelah muncul kontroversi mengenai rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta, yang memicu penolakan dari berbagai pihak di lingkungan FIFA.

Apabila Casablanca akhirnya dipilih sebagai tuan rumah final, keputusan itu berpotensi menjadi pukulan bagi Spanyol. Sejak awal, negara tersebut berharap laga puncak Piala Dunia 2030 dapat digelar di Stadion Santiago Bernabeu yang merupakan markas Real Madrid.

Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol, Rafael Louzan, sebelumnya menegaskan Spanyol memiliki kelayakan untuk menggelar partai final Piala Dunia 2030.

Namun, Stadion Hassan II menawarkan kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan stadion kandidat di Spanyol sehingga posisi Maroko dinilai semakin menguat.

Baca Juga: Luis Figo Kritik Keras Gianni Infantino, Minta Presiden FIFA Segera Mengundurkan Diri

Dalam beberapa pekan terakhir, Maroko juga disebut terus meningkatkan upaya lobi untuk memperbesar peluang menjadi tuan rumah laga final.

Setelah menghadiri agenda FIFA di Rabat, Infantino dilaporkan meninggalkan lokasi tanpa memberikan komentar kepada awak media terkait isu tersebut.

Munculnya laporan tersebut bertepatan dengan tekanan yang masih dihadapi Infantino menyusul batalnya proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).

Melalui skema itu, FIFA sebelumnya berencana melepas hingga 20 persen kepemilikan perusahaan baru yang akan mengelola hak komersial Piala Dunia kepada investor eksternal.

Langkah tersebut ditargetkan mampu menghimpun dana hingga 4,2 miliar dolar AS. Namun, rencana itu akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan luas dari berbagai konfederasi, asosiasi anggota, hingga sejumlah pejabat internal FIFA.

Chief Operating Officer FIFA, Kevin Lamour, sebelumnya mengungkapkan bahwa staf FIFA merasa "disesatkan" karena minimnya transparansi selama penyusunan proposal tersebut.

Ia juga menyebut FIFA Forward Enterprise sebagai "proyek satu orang", sebuah pernyataan yang semakin memperbesar sorotan terhadap proses pengambilan keputusan di tubuh FIFA.

Kontroversi tersebut memicu gelombang kritik terhadap kepemimpinan Infantino. Sejumlah tokoh sepak bola mulai menyerukan perlunya perubahan di level tertinggi organisasi sepak bola dunia.

Legenda Portugal, Luis Figo, menjadi salah satu figur yang secara terbuka meminta adanya pergantian kepemimpinan di FIFA. Sementara itu, di tingkat asosiasi nasional, Federasi Sepak Bola Inggris (FA), Federasi Sepak Bola Wales, serta sejumlah anggota UEFA disebut telah menarik dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino.

Baca Juga: Ayah Kandung dan Paman Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak di Situbondo Divonis 20 Tahun Penjara

Langkah itu dilakukan setelah konfederasi sepak bola Eropa dikabarkan mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA apabila proposal FIFA Forward Enterprise tetap dijalankan.

Situasi tersebut semakin memperumit posisi Infantino menjelang Kongres FIFA 2027 yang akan menentukan arah kepemimpinan organisasi sepak bola dunia untuk periode berikutnya.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Gianni Infantino Final Piala Dunia Maroko