RADARSITUBONDO.ID - Ramadhan Sananta memberikan jawaban terbaik atas berbagai keraguan yang mengiringi penampilannya sepanjang Piala Presiden 2026.
Striker Persebaya Surabaya itu tampil sebagai pembuka keunggulan Green Force saat menghadapi Persib Bandung pada laga final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (6/8/2026) malam.
Gol yang dicetak Sananta pada menit ke-17 menjadi modal penting bagi Persebaya dalam laga perebutan gelar.
Meski pertandingan akhirnya berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu usai, Green Force memastikan diri keluar sebagai juara setelah memenangkan adu penalti dengan skor 6-5.
Gol tersebut sekaligus menjadi gol pertama Persebaya pada partai final Piala Presiden 2026.
Sananta berhasil memaksimalkan umpan terukur dari Rachmat Irianto sebelum melepaskan penyelesaian akhir yang tidak mampu dibendung penjaga gawang Persib Bandung.
Keberhasilan itu terasa semakin spesial karena lahir hanya berselang satu menit setelah dirinya membuang peluang emas.
Pada kesempatan sebelumnya, sontekan jarak dekat Sananta masih melebar tipis di sisi kiri gawang Persib. Namun, striker berusia muda tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk menebus kegagalan itu.
Tekanan Persebaya sebenarnya sudah terlihat sejak awal pertandingan. Pada menit ke-16, Yuran Fernandes sempat mengancam lewat tendangan first time dari dalam kotak penalti.
Meski masih mampu diamankan kiper Persib, peluang tersebut menjadi sinyal bahwa Green Force tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan.
Serangan demi serangan akhirnya membuahkan hasil semenit kemudian. Kombinasi permainan yang dibangun Persebaya berujung pada umpan matang Rachmat Irianto yang berhasil diselesaikan dengan baik oleh Sananta. Bola meluncur ke gawang Persib dan membawa tim asal Surabaya unggul 1-0.
Gol tersebut bukan hanya memberi keunggulan sementara bagi Persebaya, tetapi juga menjadi momentum penting dalam upaya mereka memburu trofi Piala Presiden 2026.
Kepercayaan diri para pemain Green Force meningkat setelah berhasil memecah kebuntuan pada fase awal pertandingan.
Baca Juga: Meski Gagal Raih Trofi, Igor Tolic Yakin Persib Bandung Punya Modal Besar untuk Musim 2026/27
Selain gol yang dicetaknya, selebrasi Ramadhan Sananta turut menyita perhatian. Setelah bola bersarang di gawang Persib Bandung, ia mengangkat tangan di samping telinga seolah ingin mendengar kembali suara-suara yang sebelumnya meragukan kemampuannya.
Selebrasi itu menjadi simbol bagaimana Sananta memilih menjawab kritik melalui performa di atas lapangan.
Alih-alih memberikan tanggapan lewat pernyataan, striker Persebaya tersebut menunjukkan kontribusi nyata dengan mencatatkan namanya di papan skor pada laga paling menentukan musim ini.
Momen tersebut memiliki arti penting mengingat Sananta sempat menjadi sorotan selama turnamen berlangsung.
Gol di partai final menjadi bukti bahwa dirinya mampu memberikan kontribusi ketika tim membutuhkan, sekaligus mempertegas perannya sebagai ujung tombak Persebaya
Keunggulan Persebaya ternyata tidak bertahan lama. Persib Bandung mampu merespons tekanan dan menyamakan kedudukan pada menit ke-23 melalui situasi kemelut di depan gawang Persebaya. Gol tersebut membuat pertandingan kembali berjalan seimbang hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, kedua tim sama-sama berupaya mencetak gol kemenangan. Persebaya beberapa kali mencoba membangun serangan melalui kombinasi lini tengah dan sektor sayap, sementara Persib juga terus memberikan ancaman lewat permainan terbuka maupun bola mati.
Meski kedua kesebelasan menciptakan sejumlah peluang, tidak ada tambahan gol yang tercipta sepanjang waktu normal. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu selama 2 x 15 menit.
Pada extra time, intensitas pertandingan tetap tinggi. Persebaya dan Persib saling bergantian menguasai permainan, namun disiplin lini pertahanan kedua tim membuat peluang-peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol.
Skor 1-1 akhirnya bertahan hingga 120 menit pertandingan selesai. Penentuan juara pun harus dilakukan melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan tersebut, para eksekutor Persebaya tampil lebih tenang. Green Force akhirnya memastikan kemenangan dengan skor adu penalti 6-5 sekaligus mengunci gelar juara Piala Presiden 2026.
Di balik keberhasilan Persebaya mengangkat trofi, nama Ramadhan Sananta menjadi salah satu sorotan utama.
Gol pembuka yang ia cetak tidak hanya membuka jalan bagi timnya dalam pertandingan, tetapi juga menjadi jawaban atas berbagai keraguan terhadap performanya sepanjang turnamen.
Editor : Bayu ShaputraSumber : Jawa Pos