Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, PSSI Minta Suporter Tak Hujat Pemain

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 10:45 WIB
Rizky Ridho. (Instagram/rizkyridhoramadhani)
Rizky Ridho. (Instagram/rizkyridhoramadhani)

 

RADARSITUBONDO.ID - Timnas Indonesia gagal melanjutkan perjalanan ke semifinal Piala AFF 2026 setelah ditahan Singapura dengan skor 1-1 pada pertandingan terakhir Grup A.

Laga yang berlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026), tersebut menjadi penentu nasib Skuad Garuda di turnamen.

Hasil imbang membuat Indonesia mengakhiri fase grup di posisi ketiga. Skuad Garuda berada di bawah Vietnam dan Singapura yang memastikan diri melangkah ke babak semifinal.

Baca Juga: Como 1907 Rekrut Bek Timnas Inggris Trevoh Chalobah dari Chelsea

Kegagalan tersebut membuat publik sepak bola Indonesia kecewa. Apalagi, Timnas Indonesia sempat membuka perjalanan di Grup A dengan hasil positif dan memiliki peluang untuk mengamankan tiket ke semifinal sebelum menghadapi Singapura.

Kekecewaan sebagian suporter kemudian ditujukan kepada pemain dan pelatih. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari PSSI. Sekjen PSSI Yunus Nusi meminta masyarakat tidak menjadikan pemain dan pelatih sebagai sasaran hujatan setelah kegagalan di Piala AFF 2026.

Menurut Yunus, kritik terhadap federasi tetap terbuka. Namun, pemain dan pelatih dinilai telah memberikan perjuangan sepanjang turnamen sehingga layak mendapatkan apresiasi.

"Timnas kita yang telah berjuang harus tetap kita apresiasi. Silakan mengkritisi PSSI atau Ketua Umum, kami menerima,” kata Yunus Nusi dalam keterangan resmi PSSI, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Veda Ega Pratama Raih Posisi Kesembilan Moto3 Inggris 2026 di Silverstone

Yunus menegaskan pemain dan pelatih merupakan bagian penting dari masa depan sepak bola Indonesia. Karena itu, dia berharap kekecewaan akibat kegagalan di Piala AFF 2026 tidak berkembang menjadi serangan terhadap individu yang berada di dalam tim.

“Namun, yang terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih. Mereka adalah aset kita di masa depan. Masih ada harapan besar bagi anak-anak ini untuk membawa prestasi sepak bola kita menjadi lebih bagus," ungkapnya.

PSSI juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia karena Timnas belum mampu memberikan hasil sesuai harapan. Kegagalan tersebut disebut akan menjadi bahan evaluasi bagi federasi.

“PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena belum bisa memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna,” terang Yunus Nusi.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Raih Posisi Kesembilan Moto3 Inggris 2026 di Silverstone

Evaluasi, kata Yunus, bukan hanya dilakukan ketika Timnas Indonesia mengalami kegagalan. PSSI juga melakukan pembahasan terhadap perjalanan tim ketika berhasil meraih hasil positif.

“Ketua Umum PSSI selalu melakukan evaluasi. Tidak hanya saat menghadapi kegagalan, tetapi juga dalam setiap prestasi, keberhasilan, maupun kemenangan Timnas, seperti saat melawan Mozambik, Oman, atau saat Timnas Wanita meraih juara Piala AFF Putri di Malaysia. Evaluasi dan diskusi selalu dilakukan oleh Ketua Umum bersama Badan Tim Nasional (BTN), Komite Eksekutif (Exco), dan pelatih. Saya pun turut hadir di tengah-tengah diskusi dan evaluasi tersebut," jelasnya.

Perjalanan Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026 sebenarnya berlangsung cukup baik pada dua pertandingan awal. Skuad Garuda langsung menunjukkan produktivitas tinggi ketika menghadapi Kamboja pada pertandingan pembuka.

Indonesia mengakhiri laga tersebut dengan kemenangan telak 5-1. Hasil positif kemudian berlanjut ketika Garuda menghadapi Timor Leste. Indonesia kembali mengamankan tiga poin setelah menang dengan skor 3-0.

Baca Juga: PSG Rekrut Lucas Digne, Bek Timnas Prancis yang Pernah Berseragam Les Parisiens

Dua kemenangan tersebut membuat peluang Indonesia untuk melaju ke fase berikutnya terbuka lebar. Namun, situasi berubah ketika Skuad Garuda menghadapi Vietnam.

Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam dengan kekalahan 0-3. Hasil tersebut membuat pertandingan terakhir melawan Singapura menjadi sangat menentukan bagi peluang Indonesia untuk mengamankan tiket semifinal.

Dalam pertandingan melawan Singapura, Indonesia sempat berada dalam posisi menguntungkan setelah Ragnar Oratmangoen mencetak gol. Namun, Singapura mampu membalas dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Indonesia tidak mampu kembali mencetak gol hingga pertandingan berakhir. Hasil tersebut membuat kedua tim berbagi poin, tetapi Indonesia harus puas finis di posisi ketiga Grup A dengan tujuh poin.

Posisi tersebut tidak cukup untuk membawa Skuad Garuda ke semifinal. Vietnam dan Singapura menjadi dua tim dari Grup A yang berhak melanjutkan persaingan menuju perebutan gelar Piala AFF 2026.

Kegagalan ini sekaligus membuat perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF kembali terhenti pada fase grup. Skuad Garuda gagal melewati babak yang sama dalam dua edisi secara beruntun.

Padahal, Indonesia datang ke Piala AFF 2026 dengan ekspektasi tinggi. Kehadiran sejumlah pemain berlabel naturalisasi turut meningkatkan harapan publik terhadap peluang Skuad Garuda mengakhiri penantian panjang untuk meraih gelar Piala AFF.

Baca Juga: Astrologi Hari Ini 10 Agustus, 3 Zodiak Berpotensi Hadapi Tekanan Mental dan Banyakin Elus Dada

Namun, target tersebut kembali belum terwujud. Indonesia harus mengakhiri turnamen lebih cepat setelah hanya mampu finis di peringkat ketiga Grup A.

Kegagalan tersebut juga memperpanjang catatan Indonesia di Piala AFF. Sejak pertama kali tampil pada 1996, Skuad Garuda belum pernah mengangkat trofi juara turnamen tersebut.

Indonesia memang tercatat sudah enam kali mencapai final Piala AFF. Namun, seluruh penampilan di partai puncak tersebut berakhir dengan status runner-up.

Kini, PSSI harus segera menentukan langkah setelah kegagalan di Piala AFF 2026. Evaluasi menjadi agenda penting untuk melihat berbagai aspek perjalanan Timnas Indonesia selama turnamen, termasuk hasil pertandingan, performa tim, serta persiapan menuju agenda berikutnya.

Yunus Nusi memastikan proses evaluasi akan melibatkan jajaran penting di tubuh PSSI. Ketua Umum PSSI, Badan Tim Nasional, Komite Eksekutif, dan tim pelatih akan terlibat dalam pembahasan tersebut.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : Jawa Pos
Piala AFF 2026 Yunus Nusi pssi timnas indonesia