Jose Mourinho Siapkan Real Madrid untuk Musim Baru, Skuad Bakal Lebih Ramping

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 11:15 WIB
José Mourinho bersama Valverde. (Instagram/ralmadrid)
José Mourinho bersama Valverde. (Instagram/ralmadrid)

 

RADARSITUBONDO.ID - Jose Mourinho menginginkan skuad utama Real Madrid yang lebih ramping untuk menghadapi musim 2026–2027. Pelatih asal Portugal itu menilai Los Merengues cukup memiliki 20 pemain utama, di luar pemain yang masih menjalani pemulihan cedera.

Keinginan tersebut disampaikan Mourinho setelah Real Madrid meraih kemenangan 2-1 atas klub asal Hungaria, Ferencvarosi TC, dalam laga pramusim di Groupama Arena, Budapest, pada 9 Agustus.

Dua gol Real Madrid dalam pertandingan tersebut dicetak oleh bek tengah Real Castilla, Mario Rivas, pada menit ke-41 dan rekrutan anyar Carlos Espi pada menit ke-49.

Baca Juga: Como 1907 Rekrut Bek Timnas Inggris Trevoh Chalobah dari Chelsea

Mourinho menilai komposisi skuad yang tidak terlalu gemuk akan membuat pengelolaan tim menjadi lebih efektif. Terlebih, dia ingin para pemain yang tersedia memiliki kemampuan bermain di lebih dari satu posisi.

"Kami menginginkan skuad ramping, dengan 20 pemain ditambah para pemain yang masih cedera seperti Rodrygo, Eder Militao, atau Ferland Mendy yang kami harapkan pulih beberapa minggu ke depan," kata Mourinho kepada Real Madrid TV (RMTV).

Konsep skuad ramping yang diinginkan Mourinho tidak hanya berkaitan dengan jumlah pemain. Pelatih berusia 63 tahun tersebut juga menginginkan pemain dengan kemampuan bermain di sejumlah posisi.

Salah satu pemain yang dianggap memenuhi kriteria tersebut adalah Bernardo Silva. Pemain asal Portugal itu langsung mendapatkan kesempatan menjalani debut bersama Real Madrid ketika menghadapi Ferencvarosi.

Dalam pertandingan tersebut, Mourinho mencoba Bernardo sebagai double pivot. Dia juga menempatkannya lebih ke depan sebagai gelandang serang.

Mourinho memahami bahwa kondisi fisik Bernardo belum sepenuhnya optimal setelah pemain tersebut menjalani masa libur. Namun, fleksibilitasnya membuat sang pelatih tetap melihat Bernardo sebagai bagian penting dari rencana permainan Real Madrid.

"Dia memberi kami opsi keluar dari tekanan jika bermain lebih rendah di posisi nomor 6 atau 8. Sementara posisi nomor 10 adalah posisi lain yang membuat dia merasa nyaman. Dia adalah pemain yang bisa mengisi tiga atau empat posisi berbeda," tutur Mourinho.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Raih Posisi Kesembilan Moto3 Inggris 2026 di Silverstone

Kemampuan Bernardo bermain di sejumlah posisi menjadi salah satu alasan Mourinho ingin membangun skuad dengan jumlah pemain yang lebih terbatas. Dengan pemain serbaguna, kebutuhan tim untuk memiliki banyak pemain spesialis di setiap posisi dapat ditekan.

Mourinho juga melakukan eksperimen serupa terhadap Arda Guler. Pemain asal Turki itu tidak hanya dimainkan di satu posisi selama pertandingan melawan Ferencvarosi.

Pada babak pertama, Guler dipercaya mengisi peran sebagai regista. Posisi tersebut membuatnya terlibat dalam proses membangun serangan dari area yang lebih dalam.

Perubahan terjadi setelah Bernardo Silva masuk pada babak kedua. Guler kemudian digeser ke area yang lebih melebar di sisi kanan.

Eksperimen tersebut menunjukkan bahwa Mourinho masih mencari komposisi terbaik untuk memaksimalkan kemampuan pemainnya.

Baca Juga: Lengkap! Kalender Jawa Agustus 2026 Beserta Weton dan Kapan Maulid Nabi

Selain persoalan jumlah dan fleksibilitas skuad, Mourinho juga mulai menerapkan pendekatan yang lebih ketat dalam menjaga kondisi fisik para pemain Real Madrid.

Seperti dilaporkan Diario AS, Mourinho menetapkan tiga aturan baru yang berkaitan dengan kebugaran, kedisiplinan, serta proses pemulihan pemain.

Aturan pertama berkaitan dengan peran ahli gizi klub. Mourinho memperbesar kewenangan tim nutrisi dalam mengatur pola makan para pemain.

Jika sebelumnya rekomendasi dari ahli gizi lebih bersifat sebagai saran, kini pemain diwajibkan mengikuti rekomendasi tersebut.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Mourinho menjaga kondisi fisik pemain sepanjang musim. Dengan jadwal pertandingan yang padat, kebugaran menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian serius.

Aturan kedua menyangkut kedisiplinan pemain, khususnya ketika terlambat mengikuti agenda tim. Mourinho mengubah bentuk hukuman bagi pemain yang datang terlambat.

Baca Juga: PSG Rekrut Lucas Digne, Bek Timnas Prancis yang Pernah Berseragam Les Parisiens

Denda berupa uang tidak lagi menjadi pilihan. Sebagai gantinya, pemain yang terlambat akan menjalani latihan secara terpisah di gym dan tidak diperbolehkan bergabung dengan kelompok latihan utama pada hari yang sama.

Kebijakan tersebut membuat persoalan kedisiplinan tidak lagi hanya berkaitan dengan hukuman finansial. Mourinho memilih memberikan konsekuensi yang langsung berhubungan dengan aktivitas latihan pemain.

Aturan ketiga berkaitan dengan pemain yang mengalami cedera. Mourinho memperketat proses pemulihan dengan mewajibkan seluruh pemain yang masuk daftar medis menjalani perawatan secara internal di pusat latihan Real Madrid di Valdebebas.

Dengan sistem tersebut, tim medis dan staf kepelatihan dapat mengikuti perkembangan kondisi pemain secara lebih terperinci.

Pemantauan yang dilakukan secara terpusat diharapkan membantu proses pemulihan sekaligus memudahkan tim menentukan kapan pemain siap kembali berlatih bersama skuad utama.

Baca Juga: Info Resmi Tarif Listrik PLN 10-16 Agustus 2026, Token Rp50 Ribu Kini Dapat Segini kWh

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa Mourinho tidak hanya mempersiapkan Real Madrid dari sisi taktik.

Pengelolaan jumlah pemain, kemampuan bermain di beberapa posisi, kedisiplinan, nutrisi, hingga pemulihan cedera menjadi bagian dari persiapan menghadapi musim 2026–2027.

Kemenangan atas Ferencvarosi sekaligus menjadi kesempatan bagi Mourinho untuk menguji sejumlah pemain dan formasi.

Mario Rivas dan Carlos Espi menjadi pencetak gol, sementara Bernardo Silva dan Arda Guler mendapatkan kesempatan menunjukkan fleksibilitas mereka dalam sistem permainan yang sedang dibangun.

Dengan rencana memiliki 20 pemain utama ditambah pemain yang masih cedera, Mourinho tampaknya ingin Real Madrid memasuki musim baru dengan struktur skuad yang lebih sederhana. Pemain yang mampu menjalankan beberapa peran akan menjadi bagian penting dari komposisi tersebut.

Bagi Mourinho, skuad yang ramping bukan berarti mengurangi kualitas. Sebaliknya, fleksibilitas pemain menjadi salah satu cara untuk memastikan Real Madrid tetap memiliki berbagai opsi ketika menghadapi kebutuhan taktik maupun kondisi pertandingan yang berbeda.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Jose Mourinho Real Madrid