RADARSITUBONDO.ID - Paolo Maldini mengungkap fakta menarik di balik upaya Federasi Sepak Bola Italia mencari pelatih baru. Menurut legenda AC Milan tersebut, Pep Guardiola ternyata sempat sangat dekat dengan posisi pelatih kepala Timnas Italia.
Maldini bahkan menyebut Guardiola sudah mulai memikirkan strategi untuk Gli Azzurri. Pelatih asal Spanyol itu disebut sempat menuliskan rancangan formasi ketika melakukan pembicaraan serius mengenai kemungkinan mengambil alih Timnas Italia.
Cerita tersebut disampaikan Maldini dalam wawancaranya dengan Corriere della Sera. Saat itu, Maldini memang sempat mendapat tugas sebagai Direktur Teknik Timnas Italia.
Baca Juga: Como 1907 Rekrut Bek Timnas Inggris Trevoh Chalobah dari Chelsea
Dalam menjalankan tugas tersebut, Maldini bekerja bersama mantan rekan setimnya di AC Milan, Leonardo Araujo. Leonardo berperan sebagai penasihat dalam proses pembentukan tim dan pencarian pelatih baru.
Mencari pelatih yang dianggap mampu melakukan perubahan menjadi salah satu pekerjaan penting Maldini dan Leonardo. Keduanya kemudian melakukan pendekatan kepada sejumlah kandidat, termasuk Pep Guardiola.
Pertemuan dengan Guardiola bahkan dilakukan secara langsung di Barcelona. Maldini mengatakan pembicaraan tersebut berlangsung cukup panjang dan menunjukkan bahwa Guardiola memiliki ketertarikan terhadap proyek Timnas Italia.
“Kami mengunjungi dia di Barcelona, kami makan siang bersama, dan berbicara sepanjang hari.”
Maldini kemudian mengungkap bahwa Guardiola bukan sekadar mendengarkan tawaran tersebut.
Pelatih yang sebelumnya sukses menangani Manchester City itu disebut hampir menerima pekerjaan sebagai pelatih Timnas Italia.
“Dia sangat tergoda. Dia nyaris menerima. Dia bahkan mulai menuliskan formasi di selembar kertas,” kata Maldini.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Raih Posisi Kesembilan Moto3 Inggris 2026 di Silverstone
Ketertarikan Guardiola terhadap posisi tersebut juga bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Maldini menyebut Guardiola sebelumnya pernah menyampaikan kepada sejumlah temannya mengenai keinginannya untuk menangani sebuah tim nasional.
“Dia pernah menyatakan keinginan untuk melatih tim nasional kepada beberapa temannya,” kata Maldini dikutip dari Football Italia.
Meski demikian, kesepakatan tersebut akhirnya tidak terwujud. Salah satu alasan yang disebut Maldini adalah kondisi Guardiola yang membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah melewati periode panjang sebagai pelatih Manchester City.
Guardiola menghabiskan sekitar satu dekade menangani klub Inggris tersebut di Premier League. Beban pekerjaan selama periode itu disebut membuat Guardiola membutuhkan jeda sebelum kembali menjalani pekerjaan sebagai pelatih.
Situasi tersebut menjadi faktor penting dalam keputusan Guardiola. Maldini juga membantah anggapan bahwa masalah finansial menjadi penyebab utama kegagalan negosiasi.
Baca Juga: Lengkap! Kalender Jawa Agustus 2026 Beserta Weton dan Kapan Maulid Nabi
Sebelumnya, sempat muncul laporan di Italia yang menyebut Guardiola meminta bayaran mencapai 20 juta euro atau sekitar Rp 356,4 miliar per musim untuk bersedia menjadi pelatih kepala Timnas Italia.
Namun, Maldini dengan tegas membantah informasi tersebut. Menurutnya, uang bukan persoalan dalam pembicaraan mereka dengan Guardiola.
“Sama sekali tidak. Uang tidak pernah menjadi masalah. Pep dengan jelas mengatakan kepada kami. Berikan saya satu euro lebih sedikit dari yang diterima pelatih sebelumnya, dan saya baik-baik saja.”
Maldini menjelaskan bahwa kondisi Guardiola ketika itu memang menjadi pertimbangan utama. Setelah menjalani periode panjang di Inggris, Guardiola disebut belum ingin langsung kembali ke pekerjaan yang menuntut intensitas tinggi.
“Guardiola baru saja menyelesaikan 10 tahun yang melelahkan di Premier League. Dia baru saja menjalani operasi punggung, dia ingin istirahat."
Baca Juga: PSG Rekrut Lucas Digne, Bek Timnas Prancis yang Pernah Berseragam Les Parisiens
Meski akhirnya tidak bersedia mengambil posisi tersebut, pembicaraan antara Maldini, Leonardo, dan Guardiola disebut berlangsung serius.
Bahkan, mereka tidak hanya membicarakan kemungkinan Guardiola menjadi pelatih, tetapi juga melakukan pembahasan mengenai struktur pemain yang tersedia di Italia.
“Tetapi ini adalah diskusi yang sangat serius, kami mempelajari skuad dari U17 ke atas.”
Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa Guardiola sempat melihat secara mendalam potensi yang dimiliki sepak bola Italia.
Maldini dan Leonardo bahkan mempelajari pemain-pemain dari kelompok usia muda hingga tim senior sebagai bagian dari rencana apabila Guardiola menerima pekerjaan tersebut.
Namun, rencana itu akhirnya tidak berjalan. Setelah Guardiola memilih untuk mengambil jeda, Maldini kemudian mengajukan Andrea Pirlo sebagai kandidat utama untuk menangani Timnas Italia.
“Akhirnya, kami memilih Andrea (Pirlo). Malagò tahu semuanya, kami telah memberitahunya langkah demi langkah,” tutur Maldini.
Baca Juga: Info Resmi Tarif Listrik PLN 10-16 Agustus 2026, Token Rp50 Ribu Kini Dapat Segini kWh
Pirlo sendiri merupakan nama yang memiliki hubungan kuat dengan Maldini. Keduanya pernah menjadi bagian dari generasi penting AC Milan dan sama-sama memahami sepak bola Italia dari dalam.
Namun, rencana tersebut kembali menemui hambatan. Presiden Federasi Sepak Bola Italia atau FIGC, Giovanni Malagò, disebut tidak menyetujui gagasan menunjuk Pirlo sebagai pelatih.
Keputusan tersebut terjadi di tengah kabar mengenai keterkaitan Pirlo dengan posisi sebagai duta sebuah rumah taruhan Rusia. Situasi itu kemudian membuat pencalonan Pirlo tidak berlanjut.
Pada akhirnya, kursi pelatih Timnas Italia diberikan kepada Roberto Mancini. Sementara itu, posisi Direktur Teknik FIGC kemudian dipercayakan kepada Claudio Ranieri.
Perjalanan Maldini di struktur Timnas Italia sendiri berlangsung sangat singkat. Ia mengundurkan diri dari posisi Direktur Teknik pada 27 Juli 2026, hanya 16 hari setelah menerima pekerjaan tersebut.
Baca Juga: Sungai Kalorkoran Langganan Banjir, Bronjong Segera Dibangun: Warga Bisa Ikut Bekerja
Meski masa tugasnya singkat, Maldini meninggalkan cerita mengenai proses pencarian pelatih yang sempat membawa nama besar Pep Guardiola.
Dari rangkaian negosiasi tersebut, terungkap bahwa Guardiola sebenarnya memiliki ketertarikan kuat terhadap proyek Timnas Italia.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber