Arema FC Matangkan Mental Jelang Super League 2026/2027, Marcos Santos Ungkap Perkembangan Tim

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:44 WIB
Pelatih Arema FC, Marcos Santos.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos.

 

RADARSITUBONDO.ID - Terhenti di semifinal bukan akhir dari proses Arema FC menuju Super League 2026/2027.

Bagi Marcos Santos, lima pertandingan yang telah dijalani dalam turnamen pramusim justru menjadi bagian penting untuk mengukur perkembangan sekaligus membentuk mental skuad Singo Edan.

Arema FC kini memiliki waktu untuk menyempurnakan persiapan sebelum Super League 2026/2027 dimulai pada 4 September 2026.

Selain mengevaluasi aspek teknis dan taktik, Marcos memberikan perhatian terhadap karakter serta respons pemain ketika menghadapi tekanan pertandingan.

Baca Juga: Gempa Kolombia Magnitudo 7,4 Tewaskan 111 Orang, Ribuan Rumah Rusak

Lima pertandingan pramusim menjadi pengalaman kompetitif yang dianggap penting oleh pelatih asal Brasil tersebut. Setiap laga memberikan kesempatan kepada tim untuk berkembang sekaligus beradaptasi dengan tekanan yang berbeda.

Marcos menilai proses tersebut jauh lebih penting daripada sekadar melihat sejauh mana Arema FC melangkah dalam turnamen pramusim.

Hasil pertandingan tetap menjadi bagian evaluasi, tetapi pengalaman yang diperoleh pemain juga menjadi modal sebelum menghadapi kompetisi resmi.

“Lima pertandingan di turnamen pramusim sangat membantu proses kami. Selama turnamen, tim terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” kata pelatih asal Brasil tersebut.

Rangkaian pertandingan itu juga membantu Marcos mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kemampuan pemain.

Situasi kompetitif menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana pemain menjalankan instruksi, beradaptasi dengan rekan setim, sekaligus menghadapi tekanan selama pertandingan.

Baca Juga: Aturan Penebusan Pupuk Subsidi Berubah, Petani Situbondo Diminta Perbarui KTP

Hal tersebut menjadi semakin penting karena Arema FC tengah membangun skuad untuk menghadapi persaingan Super League 2026/2027. Sejumlah pemain baru harus dipastikan dapat menyatu dengan sistem permainan yang disiapkan tim pelatih.

Turnamen pramusim kemudian menjadi salah satu sarana bagi Marcos untuk mengintegrasikan pemain-pemain anyar. Adaptasi tidak hanya dilakukan melalui latihan, tetapi juga ketika pemain menghadapi pertandingan dengan tekanan yang sebenarnya.

Bagi Marcos, menjadi bagian dari Arema FC juga memiliki tuntutan tersendiri. Para pemain harus memahami tanggung jawab ketika mengenakan jersey Singo Edan, termasuk menghadapi ekspektasi dan tekanan yang menyertainya.

“Sekaligus membuat mereka memahami apa arti menjadi bagian dari Arema FC dan besarnya tekanan ketika mengenakan jersey ini,” ujar Marcos Santos.

Baca Juga: Kresek Bekas Disulap Jadi Busana Merah Putih, Lansia di Situbondo Raup hingga Rp500 Ribu

Tekanan tersebut menjadi pengalaman penting, khususnya bagi pemain yang baru bergabung dengan Arema FC. Marcos ingin melihat bagaimana mereka merespons situasi pertandingan ketika membutuhkan konsentrasi tinggi dan mental yang kuat.

Dari pertandingan-pertandingan tersebut, pelatih dapat melihat karakter masing-masing pemain. Respons ketika tim berada dalam situasi sulit menjadi salah satu indikator untuk menilai sejauh mana seorang pemain mampu memberikan kontribusi.

Marcos pun tidak hanya mencari pemain yang mampu menjalankan tugas secara teknis. Ia juga ingin mengetahui siapa yang memiliki karakter dan mental untuk membantu tim dalam persaingan kompetisi yang lebih panjang.

“Turnamen ini menjadi kesempatan yang baik untuk melihat karakter pemain, siapa yang bisa benar-benar membantu tim dan siapa yang masih harus berkembang selama proses ini,” imbuhnya.

Baca Juga: Harga Plastik Naik, Omzet Pengrajin Tas Anyaman Sumberkolak Tergerus

Di tengah proses evaluasi tersebut, manajemen Arema FC juga terus menyelesaikan komposisi skuad. General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menyebut kekuatan tim untuk menghadapi Super League 2026/2027 saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen.

Komposisi tersebut semakin mendekati bentuk yang diinginkan setelah Arema FC mendatangkan empat legiun asing baru.

Perekrutan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan tim serta skema permainan yang diterapkan Marcos Santos.

Kehadiran para pemain anyar tersebut membuat kerangka skuad Singo Edan semakin lengkap. Manajemen dan tim pelatih kini memiliki fondasi yang lebih jelas untuk mempersiapkan tim menuju kompetisi musim 2026/2027.

Meski demikian, Yusrinal memastikan proses pembentukan skuad belum sepenuhnya selesai. Persentase 90 persen tersebut berarti masih terdapat ruang bagi Arema FC untuk melakukan perubahan sebelum bursa transfer benar-benar ditutup.

Klub masih dapat mencari pemain baru apabila menemukan sosok yang sesuai dengan kebutuhan tim. Pada saat yang sama, peluang untuk melepas pemain yang saat ini berada di dalam skuad juga masih terbuka.

Artinya, komposisi Arema FC belum sepenuhnya final. Manajemen masih memiliki waktu untuk melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan tim dan hasil evaluasi selama persiapan menuju kompetisi.

Baca Juga: Cuaca Panas dan Angin Kencang, Satpolairud Perketat Muatan Kapal di Jangkar

Bagi Marcos Santos, pekerjaan berikutnya bukan hanya memastikan komposisi pemain semakin lengkap. Mental dan karakter skuad juga harus terus dibentuk agar Arema FC datang ke Super League 2026/2027 dengan kesiapan yang lebih matang.

Lima pertandingan pramusim yang telah dijalani menjadi bagian dari proses tersebut. Meski perjalanan Singo Edan berakhir di semifinal, pengalaman menghadapi pertandingan kompetitif memberikan bahan evaluasi bagi Marcos sebelum menghadapi persaingan Super League 2026/2027 yang dimulai 4 September 2026.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Marcos Santos Super League Arema FC