Evangelos Marinakis Gugat Crystal Palace ke Pengadilan Tinggi Inggris Gegara Spanduk Suporter

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:40 WIB
Pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis. (Instagram/olympiacossfp)
Pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis. (Instagram/olympiacossfp)

 

RADARSITUBONDO.ID - Perseteruan antara Nottingham Forest dan Crystal Palace memasuki babak baru. Pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis, mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap Crysta

Gugatan tersebut berkaitan dengan sebuah spanduk kontroversial yang dibentangkan suporter Crystal Palace di Selhurst Park saat menjamu Nottingham Forest dalam pertandingan Premier League pada 24 Agustus 2025.

Spanduk itu menampilkan ilustrasi yang seolah-olah menggambarkan Marinakis menodongkan senjata ke kepala Morgan Gibbs-White.

Saat itu, Gibbs-White baru saja menandatangani kontrak baru bersama Nottingham Forest setelah menolak ketertarikan dari Tottenham Hotspur.

Baca Juga: Korban Gempa Kolombia Bertambah Jadi 132 Tewas, 570 Orang Terluka

Selain gambar tersebut, spanduk juga memuat tulisan yang bernada sindiran terhadap Marinakis.

Tulisan dalam spanduk tersebut menyatakan, “Bapak Marinakis tidak terlibat dalam pemerasan, pengaturan skor pertandingan, perdagangan narkoba, ataupun korupsi.”

Marinakis tidak menerima isi spanduk tersebut. Pihaknya bersama Nottingham Forest kemudian membawa persoalan itu ke ranah hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Inggris.

Langkah hukum tersebut menambah panjang perselisihan antara kedua klub yang dalam beberapa musim terakhir semakin memanas.

Crystal Palace sendiri sebelumnya juga pernah mendapat sanksi akibat perilaku suporternya terkait penggunaan spanduk.

Pada Februari 2026, Asosiasi Sepak Bola Inggris atau FA menjatuhkan denda sebesar GBP 50 ribu atau sekitar Rp 1,2 miliar kepada Crystal Palace.

Baca Juga: Ronald Araujo Gabung Liverpool, Dipinjam dari Barcelona hingga 2027

Sanksi tersebut diberikan karena klub asal London Selatan itu dinilai gagal memastikan penonton dan pendukungnya tidak melakukan tindakan yang dianggap tidak pantas, ofensif, kasar, menghina, maupun provokatif dalam pertandingan.

Perseteruan Nottingham Forest dan Crystal Palace tidak hanya bermula dari insiden spanduk di Selhurst Park.

Hubungan kedua klub sudah memanas sejak musim sebelumnya, terutama setelah persoalan yang melibatkan Crystal Palace dan regulasi kepemilikan multi-klub.

Crystal Palace harus turun ke kompetisi Liga Konferensi UEFA pada 2025 setelah tersandung persoalan aturan kepemilikan multi-klub.

Kondisi tersebut kemudian membuka jalan bagi Nottingham Forest untuk mengambil tempat di Liga Europa yang sebelumnya menjadi hak juara Piala FA 2024/2025.

Baca Juga: AS dan Kanada Kritik Tata Kelola FIFA, Sikap Berseberangan dengan Meksiko

Keputusan tersebut membuat hubungan kedua klub semakin tegang. Steve Parish, pemilik Crystal Palace, bahkan menyebut Nottingham Forest memiliki andil dalam situasi yang membuat klubnya kehilangan kesempatan tampil di Liga Europa.

Dalam siniar The Rest Is Football yang dipandu Gary Lineker, Parish menduga persoalan tersebut berkaitan dengan pihak yang memiliki kepentingan untuk mendapatkan keuntungan dari kondisi yang dialami Crystal Palace.

Namun, Parish menegaskan bahwa dirinya tidak mempunyai kendali terhadap seluruh proses tersebut. Ia menyebut perannya terbatas pada argumen yang disampaikan Crystal Palace kepada UEFA.

“Saya tidak benar-benar memiliki kendali atas hal itu. Saya hanya memiliki kendali atas argumen-argumen yang kami ajukan kepada UEFA,” katanya dikutip dari The Telegraph.

Perseteruan kedua klub kemudian kembali menjadi sorotan setelah perjalanan mereka di kompetisi Eropa pada musim 2025/2026 berakhir dengan hasil yang berbeda.

Crystal Palace justru mampu meraih trofi Conference League di bawah arahan Oliver Glasner. Sementara itu, Nottingham Forest harus mengakhiri kiprahnya di Liga Europa setelah mencapai babak semifinal.

Baca Juga: AS dan Kanada Kritik Tata Kelola FIFA, Sikap Berseberangan dengan Meksiko

Perbedaan pencapaian tersebut menambah warna dalam rivalitas kedua klub. Namun, situasi kemudian berubah setelah Glasner meninggalkan Crystal Palace pada akhir musim setelah kontraknya berakhir.

Marinakis bergerak cepat setelah kepergian pelatih asal Austria tersebut. Pemilik Nottingham Forest itu kemudian menunjuk Glasner sebagai pelatih baru klub.

Keputusan tersebut membuat hubungan Nottingham Forest dan Crystal Palace kembali menjadi perhatian. Glasner yang sebelumnya membawa Palace meraih gelar di Eropa kini menjadi sosok yang akan memimpin Nottingham Forest.

Di tengah perpindahan tersebut, gugatan Marinakis terkait spanduk suporter Crystal Palace menjadi perkembangan terbaru dalam perseteruan yang telah berlangsung selama beberapa waktu.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Evangelos Marinakis Nottingham Forest Crystal Palace