RADARSITUBONDO.ID - Liverpool kembali menelan kekalahan pada laga pramusim. Sudah unggul dua gol atas AS Monaco, The Reds justru kehilangan kendali permainan pada babak kedua dan akhirnya takluk 2-3 di Anfield, Minggu (9/8).
Hasil tersebut membuat Liverpool kalah dalam dua pertandingan pramusim secara beruntun dengan pola yang hampir sama. Sebelumnya, Liverpool juga sempat memimpin dua gol sebelum akhirnya menyerah 2-4 dari Leeds United.
Pelatih Liverpool Andoni Iraola melihat ada persoalan yang perlu segera dibenahi sebelum kompetisi resmi dimulai. Menurutnya, masalah utama yang dihadapi skuad bukan hanya berkaitan dengan taktik, tetapi juga kesiapan fisik para pemain.
Baca Juga: Bayern Munchen Permanenkan Bara Sapoko Ndiaye, Gelandang Muda Senegal Dikontrak hingga 2031
Liverpool sebenarnya tampil menjanjikan pada awal pertandingan melawan Monaco. Alexander Isak membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-16 setelah mampu memaksimalkan peluang yang didapatnya.
Gol tersebut menjadi salah satu momen positif dari penyerang anyar Liverpool itu. Isak menunjukkan ketajamannya dan langsung memberikan kontribusi di lini depan.
Liverpool kemudian mampu memperlebar keunggulan pada menit ke-29. Florian Wirtz mencetak gol kedua dan membuat The Reds berada dalam posisi nyaman.
Penampilan Isak dan Wirtz menjadi salah satu hal yang menarik perhatian. Dua pemain anyar tersebut sama-sama mampu mencetak gol dalam pertandingan pramusim melawan Monaco.
Baca Juga: Korban Gempa Kolombia Bertambah Jadi 132 Tewas, 570 Orang Terluka
Namun, keunggulan Liverpool tidak bertahan hingga akhir. Memasuki babak kedua, permainan The Reds mulai menurun. Monaco mengambil alih kendali pertandingan dan berhasil mencetak tiga gol untuk membalikkan keadaan.
Iraola menilai Liverpool belum mampu mempertahankan intensitas permainan yang ditampilkan pada babak pertama. Kondisi fisik pemain menjadi salah satu faktor yang membuat performa tim mengalami penurunan setelah turun minum.
"Kami memainkan babak pertama dengan baik, terutama selama 30 menit pertama," ujar Iraola.
Pelatih asal Spanyol tersebut mengakui bahwa Liverpool saat ini masih kesulitan menjaga level permainan tinggi dalam durasi yang lebih panjang.
"Untuk saat ini kami mungkin belum memiliki kemampuan untuk bermain seperti itu lebih lama. Mereka jauh lebih baik pada babak kedua dan memang pantas membalikkan pertandingan," lanjut Andoni Iraola.
Baca Juga: Ronald Araujo Gabung Liverpool, Dipinjam dari Barcelona hingga 2027
Persoalan stamina menjadi perhatian serius karena sejumlah pemain Liverpool masih berada dalam tahap membangun kembali kebugaran. Beberapa di antara mereka baru menjalani satu atau dua pertandingan setelah kembali dari masa persiapan.
Situasi tersebut membuat Iraola tidak ingin terburu-buru menuntut skuadnya berada dalam kondisi terbaik. Menurutnya, para pemain membutuhkan waktu agar mampu menjalankan permainan dengan intensitas tinggi selama 90 menit.
"Masalahnya, mereka belum memiliki energi untuk bermain selama 90 menit. Mereka mulai kelelahan dan itu akan membutuhkan waktu," kata Iraola.
Liverpool masih memiliki satu pertandingan pramusim yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi tersebut. The Reds dijadwalkan menghadapi Como pada Minggu (16/8).
Pertandingan melawan Como akan menjadi kesempatan penting bagi Iraola untuk mengevaluasi kesiapan skuad sebelum kompetisi resmi dimulai.
Selain melihat perkembangan taktik, laga tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan kebugaran pemain.
Waktu yang dimiliki Liverpool setelah pertandingan melawan Como juga relatif singkat. The Reds hanya mempunyai sekitar 12 hari sebelum menjalani pertandingan pertama Premier League 2026/27.
Liverpool langsung mendapat tantangan berat pada laga pembuka. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Newcastle United di St James' Park.
Baca Juga: AS dan Kanada Kritik Tata Kelola FIFA, Sikap Berseberangan dengan Meksiko
Kondisi fisik pun menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan. Apalagi, permainan yang diusung Iraola membutuhkan tekanan tinggi, intensitas kuat, serta pergerakan pemain yang konsisten sepanjang pertandingan.
Dua kekalahan pramusim memang belum menjadi gambaran mutlak mengenai kekuatan Liverpool pada musim baru. Namun, pola pertandingan ketika tim mampu tampil dominan di awal lalu kehilangan energi setelah jeda menjadi sinyal yang perlu diperhatikan.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber