RADARSITUBONDO.ID – Estadio Metropolitano kembali mendapat kehormatan menjadi panggung partai puncak Liga Champions. Stadion markas Atletico de Madrid itu telah ditetapkan sebagai lokasi final Liga Champions 2026-2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 Juni 2027.
Pemilihan Metropolitano menghadirkan deja vu bagi pencinta sepak bola Eropa. Stadion yang berada di kawasan Rosas, Madrid, tersebut sebelumnya menjadi venue final Liga Champions 2019. Kala itu, Liverpool mengangkat trofi setelah mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-0.
Kini, delapan tahun berselang, stadion yang mulai digunakan Atlético pada 2017 itu kembali menjadi saksi lahirnya penguasa baru Eropa.
Madrid Kembali Jadi Kota Final Liga Champions
Final 2027 akan menjadi final Liga Champions kedua yang digelar di Estadio Metropolitano. Bagi Madrid secara keseluruhan, laga tersebut merupakan final kompetisi elite antarklub Eropa keenam yang digelar di ibu kota Spanyol itu.
Jumlah tersebut membuat Madrid menjadi salah satu kota paling berpengalaman sebagai tuan rumah partai puncak. Hanya London yang tercatat lebih sering menjadi lokasi final.
Sebelum Metropolitano, Estadio Santiago Bernabéu menjadi panggung final Piala Eropa pada 1957, 1969, 1980, dan 2010. Tradisi panjang tersebut membuat Madrid bukan sekadar lokasi pertandingan, melainkan bagian penting dari sejarah sepak bola Eropa.
Ada faktor simbolis yang membuat final 2027 semakin menarik. Metropolitano merupakan kandang Atlético sejak 2017, tetapi atmosfer final nanti tentu akan menjadi milik seluruh sepak bola Eropa. Klub-klub peserta akan datang dengan satu tujuan: mengakhiri musim sebagai raja Benua Biru.
Final 2027 Menutup Musim ke-72
Pertandingan final pada 5 Juni 2027 akan menjadi penutup musim ke-72 kompetisi klub elite Eropa sekaligus musim ke-35 sejak kompetisi tersebut menggunakan nama UEFA Champions League.
Dengan format kompetisi yang terus berkembang, perjalanan menuju Madrid bakal menjadi ujian panjang. Bukan hanya kualitas skuad yang menentukan, tetapi juga konsistensi, kedalaman pemain, kemampuan mengelola jadwal, serta ketangguhan menghadapi tekanan pada fase gugur.
Final tetap menjadi panggung berbeda. Dalam satu pertandingan, seluruh perjalanan selama berbulan-bulan bisa ditentukan oleh satu kesalahan, satu penyelamatan, atau satu momen brilian.
Metropolitano dan Kenangan Final 2019
Estadio Metropolitano pertama kali dibuka untuk publik pada 16 September 2017. Atlético Madrid menjamu Málaga dalam pertandingan La Liga yang berakhir 1-0. Antoine Griezmann menjadi pemain yang mencatat sejarah dengan mencetak gol pertama di stadion tersebut.
Nama Metropolitano sendiri memiliki kaitan historis dengan stadion lama Atlético. Stadion tersebut mengambil nama dari Estadio Metropolitano yang pernah menjadi kandang klub hingga 1966.
Dengan kapasitas sekitar 70.000 penonton, Metropolitano menawarkan salah satu atmosfer pertandingan terbesar di Madrid. Stadion itu juga dibangun dengan perhatian terhadap aspek lingkungan.
Sistem pencahayaan LED dan panel surya digunakan untuk menekan konsumsi energi. Air hujan yang didaur ulang dimanfaatkan untuk mengairi lapangan. Metropolitano bahkan tercatat sebagai stadion pertama di dunia yang menggunakan sistem LED secara penuh.
Namun, kenangan terbesar stadion tersebut di kompetisi Eropa tentu berasal dari final 2019.
Liverpool ketika itu mengalahkan Tottenham 2-0 melalui gol cepat Mohamed Salah dari titik penalti dan tambahan gol Divock Origi. Bagi Liverpool, kemenangan tersebut menjadi awal pesta panjang setelah penantian mereka untuk kembali menjadi juara Eropa. Delapan tahun kemudian, panggung yang sama akan mencari cerita baru.
Bukan Sekadar Stadion Sepak Bola
Metropolitano berada di bagian timur laut Madrid dan relatif mudah dijangkau menggunakan transportasi publik. Stadion tersebut memiliki akses langsung melalui jaringan Metro Madrid, dengan stasiun Estadio Metropolitano.
Venue ini juga tidak hanya digunakan untuk sepak bola. Metropolitano pernah menjadi lokasi pertandingan rugby, final World Rugby Sevens Series, pertandingan tinju, hingga konser musik.
Stadion tersebut juga masuk dalam daftar stadion yang berpotensi menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia FIFA 2030.
Artinya, penunjukan sebagai tuan rumah final Liga Champions 2027 semakin mempertegas posisi Metropolitano sebagai salah satu arena olahraga modern penting di Spanyol.
Bagaimana Jika Final Berakhir Imbang?
Pertandingan final Liga Champions tetap menggunakan babak tambahan jika kedua tim bermain imbang setelah 90 menit.
Dua babak tambahan masing-masing berdurasi 15 menit akan dimainkan. Jika salah satu tim mencetak lebih banyak gol selama perpanjangan waktu, mereka dinyatakan sebagai pemenang. Apabila skor tetap sama setelah 120 menit, penentuan juara dilanjutkan melalui adu penalti.
Format tersebut membuat final bukan hanya persoalan kualitas permainan, tetapi juga ketahanan mental. Pada titik itu, tekanan bisa menjadi faktor yang sama pentingnya dengan taktik.
Apa yang Didapat Juara Liga Champions 2027?
Trofi Liga Champions memiliki tinggi 73,5 sentimeter dan berat sekitar 7,5 kilogram. Namun, nilai trofi tersebut jelas jauh melampaui ukuran fisiknya.
Juara Liga Champions 2026-2027 juga berhak menghadapi pemenang Liga Europa 2026-2027 dalam Piala Super UEFA 2027.
Selain itu, sang juara memperoleh tiket otomatis ke fase liga Liga Champions 2027-2028 apabila mereka belum lolos melalui kompetisi domestik.
Karena itu, final di Metropolitano bukan sekadar perebutan sebuah trofi. Ada tiket menuju panggung Eropa berikutnya, peluang menambah koleksi gelar internasional, serta status sebagai klub terbaik Eropa yang dipertaruhkan.
Madrid pun bersiap kembali menjadi pusat perhatian sepak bola Eropa. Pada 5 Juni 2027 nanti, Estadio Metropolitano akan menjadi saksi siapa yang mampu bertahan hingga akhir dari perjalanan panjang Liga Champions. (*)
Editor : Niklaas AndriesSumber : Radar Situbondo