RADARBANYUWANGI.ID - Manchester City kembali memperkuat sektor penjaga gawang. Klub raksasa Inggris itu resmi mengumumkan kedatangan Geronimo Rulli dari Marseille, dengan kepindahan tersebut masih menunggu proses administrasi dan izin internasional.
Kiper asal Argentina berusia 34 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi dua tahun yang akan membuatnya berada di Etihad Stadium hingga musim panas 2028. Menariknya, kepindahan ini sekaligus menjadi reuni Rulli dengan Manchester City setelah hampir satu dekade.
Rulli pernah menjadi bagian dari skuad City pada musim 2016-2017. Namun, ketika itu ia tidak sekalipun mencatatkan penampilan bersama tim utama.
Kini, ia kembali ke Manchester dengan modal yang jauh lebih matang. Bukan sekadar penjaga gawang berpengalaman, Rulli datang membawa rekam jejak panjang di level elite Eropa dan pengalaman sebagai bagian dari generasi emas tim nasional Argentina.
Bukan Sekadar Pelapis
Kehadiran Rulli menunjukkan bahwa Manchester City tidak sekadar mencari kiper tambahan. Pengalaman menjadi kata kunci dalam perekrutan ini.
Selama lebih dari satu dekade, Rulli telah melewati kompetisi di Argentina, Spanyol, Prancis, dan Belanda. Ia pernah memperkuat Estudiantes, Real Sociedad, Montpellier, Villarreal, Ajax, hingga Marseille.
Pengalaman tersebut menjadi aset penting bagi skuad asuhan Enzo Maresca. Terlebih, posisi penjaga gawang membutuhkan kematangan dalam membaca permainan, ketenangan ketika berada di bawah tekanan, serta kemampuan menjaga standar performa dalam persaingan internal. Direktur Sepak Bola Manchester City Hugo Viana menilai Rulli memiliki paket lengkap tersebut.
Menurut Viana, pengalaman Rulli di level tertinggi sudah berbicara banyak. Ia juga menyebut keinginan kuat sang kiper untuk kembali ke City menjadi salah satu faktor yang membuat klub yakin merekrutnya.
"Geronimo memiliki pengalaman luar biasa dan telah bermain di level tertinggi selama bertahun-tahun," ujar Viana.
Rulli pun menyambut kepulangannya ke Manchester dengan antusiasme besar. Baginya, kesempatan kembali ke City merupakan peluang yang tidak boleh dilewatkan.
"Ketika kesempatan bergabung dengan Manchester City datang, Anda harus mengambilnya," kata Rulli.
Ia juga menegaskan bahwa berada di lingkungan dengan standar performa tinggi menjadi alasan penting di balik keputusannya.
Pernah Menjadi Pahlawan Villarreal
Ada satu cerita menarik yang membuat Rulli memiliki hubungan unik dengan Manchester City dan sepak bola Inggris.
Pada musim 2020-2021, Rulli menjadi bagian penting dari keberhasilan Villarreal menjuarai Liga Europa. Final ketika itu mempertemukan Villarreal dengan Manchester United.
Pertandingan berlangsung dramatis. Setelah bermain 1-1 hingga perpanjangan waktu, laga harus ditentukan melalui adu penalti. Rulli kemudian menjadi salah satu tokoh utama. Ia bukan hanya berhasil mengeksekusi penalti, tetapi juga menggagalkan tendangan David de Gea.
Villarreal akhirnya menang 11-10 dalam drama adu penalti yang menjadi salah satu final paling panjang dan menegangkan dalam sejarah kompetisi tersebut. Kini, pengalaman itu justru menjadi bagian dari modal yang dibawa Rulli ketika kembali ke Manchester.
Jalan Panjang dari Estudiantes
Karier profesional Rulli dimulai bersama Estudiantes. Ia mendapatkan debut senior pada April 2013 setelah menimba pengalaman di akademi klub Argentina tersebut.
Perkembangannya berlangsung cepat. Pada tahun yang sama, Rulli bahkan mencatatkan rekor klub dengan tidak kebobolan selama 588 menit. Performa tersebut membuka jalan menuju Eropa.
Pada 2014, ia bergabung dengan Deportivo Maldonado di Uruguay sebelum dipinjamkan ke Real Sociedad. Di klub Spanyol itu, Rulli berkembang menjadi salah satu penjaga gawang penting dan akhirnya mencatat 170 penampilan.
Manchester City kemudian datang pada musim panas 2016.
Namun, ketatnya persaingan di Etihad membuat Rulli kembali dipinjamkan ke Real Sociedad pada paruh kedua musim 2016-2017. Setahun berselang, kepindahan permanen ke klub San Sebastian itu terealisasi.
Setelah enam tahun berkelana bersama Real Sociedad, Rulli melanjutkan perjalanan ke Montpellier pada 2019-2020.
Petualangannya di Spanyol berlanjut bersama Villarreal mulai 2020. Di sana, ia mencapai salah satu puncak karier klub dengan menjuarai Liga Europa.
Pada Januari 2023, Rulli kembali berpindah negara. Ajax menjadi klub berikutnya. Sayangnya, periode di Amsterdam sempat terganggu cedera bahu.
Rulli kemudian kembali ke Prancis pada musim panas 2024 untuk bergabung dengan Marseille. Dalam dua musim terakhirnya di Stade Velodrome, ia tampil lebih dari 70 kali dan membantu Marseille finis di posisi kedua serta kelima Ligue 1.
Pengalaman Bersama Argentina
Di level internasional, Rulli juga bukan nama sembarangan. Ia pertama kali dipanggil ke tim nasional Argentina pada 2015 dan menjalani debut senior pada 2018. Total, ia telah mengoleksi delapan caps bersama Albiceleste.
Meski bukan pilihan utama karena Argentina memiliki Emiliano Martínez, Rulli tetap menjadi bagian dari skuad yang meraih sejumlah trofi besar.
Ia berada dalam skuad Argentina ketika menjuarai Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, dan Copa América 2024.
Rulli juga tampil dalam Olimpiade 2016 di Brasil. Dalam perkembangan terakhir karier internasionalnya, ia kembali masuk skuad Argentina pada Piala Dunia 2026 yang berakhir dengan status runner-up.
Dengan pengalaman tersebut, Rulli menawarkan sesuatu yang tidak mudah ditemukan di pasar transfer: kiper senior yang sudah memahami tekanan pertandingan besar.
Statistik Rulli dari Musim ke Musim
2012-2013 – Estudiantes: 15 penampilan, 8 nirbobol
2013-2014 – Estudiantes: 38 penampilan, 18 nirbobol
2014-2015 – Real Sociedad: 26 penampilan, 8 nirbobol
2015-2016 – Real Sociedad: 37 penampilan, 14 nirbobol
2016-2017 – Real Sociedad: 44 penampilan, 10 nirbobol
2017-2018 – Real Sociedad: 34 penampilan, 10 nirbobol
2018-2019 – Real Sociedad: 29 penampilan, 8 nirbobol
2019-2020 – Montpellier: 28 penampilan, 11 nirbobol
2020-2021 – Villarreal: 20 penampilan, 9 nirbobol
2021-2022 – Villarreal: 46 penampilan, 18 nirbobol
2022-2023 – Villarreal/Ajax: 39 penampilan, 17 nirbobol
2023-2024 – Ajax: 8 penampilan, 3 nirbobol
2024-2025 – Marseille: 34 penampilan, 5 nirbobol
2025-2026 – Marseille: 39 penampilan, 9 nirbobol
Strategi City di Bawah Maresca
Transfer Rulli sekaligus memberi gambaran mengenai kebutuhan Manchester City di era Maresca.
Kiper berusia 34 tahun tersebut mungkin tidak datang dengan status sebagai proyek jangka panjang. Namun, justru di situlah nilai strategisnya. City mendapatkan pemain yang sudah terbiasa dengan tekanan kompetisi elite dan tidak membutuhkan waktu panjang untuk memahami tuntutan sepak bola level tinggi.
Rulli juga membawa pengalaman menghadapi berbagai karakter permainan di Eropa. Dari La Liga yang mengedepankan penguasaan bola dan sirkulasi, Ligue 1 yang mengandalkan transisi cepat, hingga pengalaman di Ajax yang identik dengan sepak bola berbasis penguasaan bola.
Kini, tantangannya adalah mengubah pengalaman tersebut menjadi kontribusi langsung bagi City.
Rulli menyadari tugasnya tidak mudah. Ia menyebut dirinya akan fokus berlatih keras, mengenal rekan setim dan staf, serta berusaha mencapai level terbaik.
Bagi Manchester City, pengalaman tersebut bisa menjadi pembeda ketika musim memasuki fase krusial. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Situbondo