RADARSITUBONDO.ID - Manchester United belum benar-benar selesai membenahi skuadnya. Di tengah upaya Michael Carrick membangun tim yang lebih kompetitif menjelang musim baru, sorotan kini mengarah ke satu posisi yang dinilai masih menyimpan masalah: bek kiri.
Mantan pemain Manchester United, Paul Parker, bahkan menyebut kebutuhan untuk mencari pengganti Luke Shaw sebagai sesuatu yang mendesak. Menurutnya, kualitas dan mobilitas Shaw tidak lagi cukup untuk menunjang permainan yang ingin dikembangkan Carrick.
Parker menilai Manchester United membutuhkan bek sayap yang bukan sekadar mampu bertahan, tetapi juga agresif ketika membantu serangan.
“Jika rencananya adalah memainkannya sebagai winger, klub benar-benar membutuhkan bek kiri baru karena Luke Shaw tidak cukup bagus,” ujar Parker seperti dikutip Betarades.
“Manchester United membutuhkan bek sayap yang mobile, punya kelincahan, mampu bertahan dengan baik, sekaligus bisa bekerja naik-turun sepanjang pertandingan.”
Penilaian tersebut terasa cukup keras mengingat Shaw justru menjalani salah satu musim paling konsisten dalam kariernya dari sisi ketersediaan.
Bek Inggris itu tampil sebagai starter dalam seluruh 38 pertandingan liga musim lalu, sesuatu yang belum pernah dilakukannya sejak bergabung dengan Manchester United dengan nilai transfer sekitar £30 juta pada 2014. Namun, kontinuitas bermain tidak otomatis menghapus pertanyaan mengenai performa.
Parker Dorong Manchester United Bergerak di Bursa Transfer
Kekhawatiran Parker datang ketika Manchester United sedang berusaha memperkuat lini belakang. Klub berjuluk Setan Merah itu disebut telah memantau sejumlah kandidat, termasuk pemain Newcastle United, Lewis Hall, dan talenta Arsenal, Myles Lewis-Skelly.
Hall menjadi opsi yang menarik karena karakter permainannya sesuai dengan kebutuhan bek modern. Masalahnya, Newcastle disebut mematok nilai sekitar £60 juta dan tidak berada dalam posisi yang mudah dipaksa melepas pemain tersebut.
Situasi itu membuat Manchester United harus menghitung ulang strategi transfer. Mendatangkan bek kiri berkualitas tentu membutuhkan investasi besar, sementara klub juga masih memiliki sejumlah area yang perlu diperkuat.
Parker tetap menilai Carrick tidak seharusnya membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut.
“Luke Shaw tidak bisa berlari dan dia tidak bisa bertahan ataupun menyerang. Jadi, untuk apa Anda membutuhkannya?” kata Parker.
Dia juga menyinggung Diogo Dalot yang menurutnya tetap bisa menjadi persoalan apabila ditempatkan sebagai bek kiri.
Komentar tersebut memperlihatkan satu persoalan taktis yang cukup penting. Jika Carrick ingin menggunakan pemain sayap dengan posisi lebih tinggi, bek kiri harus memiliki kapasitas untuk menjaga lebar permainan, melakukan overlap, sekaligus segera turun ketika penguasaan bola hilang.
Bek dengan mobilitas rendah berpotensi membuat struktur serangan Manchester United mudah dipatahkan. Sebaliknya, bek sayap yang agresif bisa memberikan Carrick lebih banyak variasi dalam membangun serangan. Harry Amass Bisa Menjadi Jawaban dari Akademi
Menariknya, Parker tidak hanya menyarankan Manchester United berbelanja. Ia juga melihat solusi potensial dari dalam klub.
Nama yang diajukan adalah Harry Amass.
Bek muda tersebut dianggap layak mendapatkan kesempatan lebih panjang di tim utama. Parker memiliki pengalaman melihat Amass tampil untuk Sheffield Wednesday dan terkesan dengan respons positif para pendukung klub tersebut sebelum sang pemain mengalami cedera.
“Saya melihat Harry Amass bermain beberapa pertandingan untuk Sheffield Wednesday. Sampai mengalami cedera, semua pendukung Wednesday benar-benar memujinya,” ujar Parker.
“Jadi, mungkin sekarang waktunya memberikan dia kesempatan? Klub harus lebih baik dalam memperkenalkan pemain muda seperti dia dan memberinya kesempatan bermain secara beruntun. Menurut saya, dia membutuhkan rangkaian pertandingan, bukan hanya dua atau tiga laga.”
Pernyataan Parker sebenarnya menyentuh persoalan yang lebih besar di Manchester United. Klub tidak hanya membutuhkan pemain baru, tetapi juga harus menentukan bagaimana talenta akademi mendapatkan jalur menuju tim utama.
Memberikan kesempatan kepada Amass tentu memiliki risiko. Pemain muda membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tekanan Premier League, sementara Manchester United tidak berada dalam posisi ideal untuk melakukan eksperimen tanpa perhitungan.
Namun, jika pilihan yang tersedia adalah menghabiskan dana besar untuk pemain baru atau memberikan kesempatan kepada talenta akademi yang dianggap memiliki potensi, Carrick setidaknya memiliki alternatif yang patut diuji.
Bagi Manchester United, keputusan di posisi bek kiri bukan sekadar soal siapa yang menjadi starter. Itu berkaitan langsung dengan bagaimana Carrick ingin timnya bermain.
Jika Shaw tetap menjadi pilihan utama, Carrick harus menemukan cara untuk menutupi keterbatasan mobilitasnya. Jika tidak, bursa transfer bisa menjadi jalan keluar. Dan jika klub ingin mengambil risiko dengan darah muda, Amass bisa menjadi proyek jangka panjang yang sekaligus memberikan solusi untuk kebutuhan saat ini.
Dengan musim baru semakin dekat, Carrick tidak punya banyak waktu untuk membiarkan pertanyaan tersebut tanpa jawaban. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : radar sirubondo