RADARSITUBONDO.ID - Galatasaray tidak punya banyak alasan untuk terpeleset. Laga melawan Corum Belediyespor di Rams Park, Jumat, menjadi pembuka musim Trendyol Super Lig 2026-2027 sekaligus panggung pertama bagi sang juara bertahan untuk menunjukkan bahwa dominasi mereka belum berakhir.
Musim baru Liga Turki secara resmi menggunakan nama “Adnan Suvari Season” sebagai penghormatan kepada legenda Goztepe tersebut. Suvari tercatat sebagai pelatih Turki pertama yang membawa klub negaranya menembus semifinal kompetisi Eropa.
Di atas kertas, pertandingan ini mempertemukan dua dunia yang berbeda. Galatasaray datang sebagai penguasa kompetisi dengan 26 gelar Super Lig. Sementara Corum Belediyespor baru saja mencatat sejarah dengan promosi ke kasta tertinggi untuk kali pertama.
Namun, Galatasaray tetap memiliki satu catatan yang membuat laga pembuka ini tidak sepenuhnya sederhana.
Galatasaray Belum Meyakinkan di Pramusim
Galatasaray menutup musim lalu dengan keunggulan tiga poin atas Fenerbahce. Gelar tersebut menjadi trofi Super Lig ke-26 sekaligus mempertegas status mereka sebagai klub tersukses di Turki.
Victor Osimhen menjadi salah satu figur terpenting di balik keberhasilan itu. Penyerang Nigeria tersebut mencetak 15 gol di liga dan 22 gol di seluruh kompetisi. Di sisi lain, Barıs Alper Yılmaz menyumbangkan 11 assist untuk menjadi salah satu kreator paling produktif di liga.
Masalahnya, persiapan menuju musim baru belum memberikan sinyal yang sepenuhnya positif.
Dalam lima laga uji coba, Galatasaray hanya meraih satu kemenangan. Mereka kemudian kalah tiga kali dan bermain imbang sekali. Kekalahan dari Monza, Venezia, dan Villarreal menunjukkan masih ada pekerjaan rumah di lini pertahanan maupun konsistensi permainan.
Meski demikian, statistik kandang menjadi modal besar.
Musim lalu, Galatasaray mengoleksi 43 poin di markas sendiri dan mencetak 46 gol. Keduanya merupakan catatan terbaik di liga. Artinya, Rams Park bukan sekadar stadion bagi sang juara, tetapi salah satu faktor utama yang membuat mereka begitu sulit dihentikan.
Kualitas individu juga menjadi pembeda paling jelas. Galatasaray bahkan memperkuat skuad dengan mendatangkan Lesley Ugochukwu dari Burnley melalui skema pinjaman.
Sebaliknya, Mauro Icardi dan Mario Lemina termasuk pemain penting yang meninggalkan klub pada musim panas.
Corum Datang Membawa Sejarah Baru
Bagi Corum Belediyespor, pertandingan ini jauh lebih besar daripada sekadar laga pembuka.
Klub tersebut baru pertama kali menembus Super Lig setelah finis di posisi keempat pada musim reguler Divisi Dua sebelum melewati babak playoff promosi. Mereka mengalahkan Erokspor yang bermain dengan 10 pemain untuk memastikan tiket ke kasta tertinggi.
Langkah berikutnya jauh lebih berat.
Corum harus langsung bertandang ke markas juara bertahan. Mereka sadar target utama musim ini bukan mengejar gelar, melainkan bertahan di kompetisi elite.
Untuk memenuhi misi tersebut, perubahan skuad dilakukan cukup signifikan. Kiper Brasil Marcos Felipe, bek Rumania Andrei Borza, serta pemain belakang timnas Turki Serdar Saatçı menjadi beberapa rekrutan penting.
Mame Thiam diperkirakan menjadi ujung tombak serangan. Sementara Jesus Ramirez akan beroperasi di belakangnya sebagai sumber kreativitas.
Strategi Corum kemungkinan besar akan bertumpu pada pertahanan rapat, disiplin blok rendah, kemudian memanfaatkan ruang melalui serangan balik.
Persoalannya, bertahan selama 90 menit di Rams Park membutuhkan konsentrasi nyaris sempurna.
Osimhen Jadi Ancaman Utama
Okan Buruk diperkirakan tetap mengandalkan Osimhen sebagai penyerang tengah. Striker Nigeria itu sudah membuka keran golnya pada pramusim ketika Galatasaray kalah 1-2 dari Villarreal.
Barış Alper Yılmaz dan Yunus Akgün kemungkinan mengisi area sayap. Leroy Sane juga berpeluang mendapat tempat di lini serang.
Kombinasi tersebut membuat Galatasaray memiliki banyak cara untuk membongkar pertahanan. Mereka bisa menyerang melalui kecepatan pemain sayap, memanfaatkan pergerakan Osimhen di kotak penalti, maupun mengandalkan kualitas individu dalam situasi satu lawan satu.
Corum bukan tidak memiliki peluang. Justru tekanan besar berada di pihak Galatasaray karena status mereka sebagai juara bertahan.
Tetapi semakin lama pertandingan berlangsung, semakin besar pula kemungkinan kualitas Galatasaray berbicara.
Perkiraan Susunan Pemain
Galatasaray: Cakir; Sallai, Bardakcı, Ayhan, Jakobs; Torreira, Sara; Yılmaz, Akgün, Sané; Osimhen.
Corum Belediyespor: Felipe; Sazdağı, Saatçı, Smolčić, Borza; Ramadani, Karlsbakk; Abdulkareem, Ramirez, Rodriguez; Thiam.
Wilfried Singo menjadi satu-satunya pemain Galatasaray yang dipastikan absen karena masih menjalani pemulihan cedera hamstring.
Di kubu Çorum, sejumlah pemain anyar seperti Marcos Felipe, Andrei Borza, dan Serdar Saatçı berpeluang langsung menjalani debut kompetitif. Sinan Osmanoğlu masih diragukan tampil setelah mengalami cedera pada Mei.
Prediksi: Galatasaray 3-0 Corum Belediyespor
Galatasaray memang belum menemukan bentuk terbaik selama pramusim. Akan tetapi, pertandingan kompetitif memiliki tekanan dan karakter berbeda.
Bermain di Rams Park, menghadapi tim promosi yang baru pertama kali mencicipi Super Lig, membuat Galatasaray tetap menjadi favorit kuat.
Corum mungkin mampu membuat pertandingan berjalan ketat pada babak pertama. Akan tetapi, menjaga jarak dengan Osimhen, Sané, dan pemain kreatif Galatasaray selama 90 menit adalah tantangan berbeda.
Jika Galatasaray mampu mencetak gol lebih awal, laga berpotensi berubah menjadi pertandingan satu arah. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : radar sirubondo