RADARSITUBONDO.ID— Persis Solo mulai mempertegas ambisinya menatap Championship 2026-2027. Laskar Sambernyawa resmi mendatangkan striker Saddam Gaffar, penyerang 24 tahun yang pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia.
Kedatangan Saddam bukan sekadar penambahan amunisi di lini depan. Persis membutuhkan pemain yang bisa memberi dimensi berbeda sekaligus membantu mereka mengejar target utama musim depan: kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Saddam sebelumnya memperkuat FC Bekasi City. Dalam 10 penampilan, dia membukukan tiga gol dan satu assist. Catatan tersebut menjadi modal bagi penyerang kelahiran 2001 itu untuk membuka lembaran baru bersama Persis.
Sebelum memperkuat FC Bekasi City, Saddam cukup lama menjadi bagian dari PSS Sleman. Dia membela Super Elang Jawa sejak 2019 hingga 2024. Periode tersebut membuat namanya dikenal sebagai salah satu penyerang muda yang sempat mendapat perhatian besar di sepak bola nasional.
Jejaknya bahkan sampai ke Timnas Indonesia. Saddam tercatat mengoleksi dua gol dari 11 penampilan bersama skuad Garuda.
Kini, pengalaman tersebut akan diuji dalam tekanan berbeda. Persis tidak sekadar membutuhkan striker yang mampu mencetak gol, tetapi juga pemain yang siap menghadapi tuntutan untuk membawa klub kembali ke Super League.
Saddam mengaku antusias menyambut tantangan tersebut. Nama besar Persis dan atmosfer suporter menjadi salah satu alasan yang membuatnya tidak sabar segera turun ke lapangan.
“Saya sangat senang bisa bergabung bersama Persis yang mempunyai nama besar. Saya antusias sekali untuk segera bermain di hadapan suporter,” ujar Saddam, Rabu (12/8).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Saddam memahami ekspektasi yang melekat setelah memilih Persis. Klub asal Kota Solo itu membawa tekanan tersendiri, terlebih setelah harus berjuang kembali melalui Championship.
Bukan Sekadar Perekrutan, Persis Butuh Produktivitas
Persis tentu berharap pengalaman Saddam dapat diterjemahkan menjadi produktivitas. Tiga gol dan satu assist dalam 10 laga bersama FC Bekasi City menjadi catatan awal, tetapi kontribusinya bersama Persis akan dinilai dari konteks yang lebih besar.
Sebagai striker, Saddam akan dituntut mampu menjadi pemecah kebuntuan. Persis membutuhkan sosok di depan yang bukan hanya menunggu suplai bola, tetapi juga mampu membuka ruang, menekan pertahanan lawan, dan memberikan solusi ketika pertandingan berjalan buntu.
Target klub pun sudah jelas. Saddam datang dengan misi membawa Persis kembali ke kompetisi kasta tertinggi.
“Saya memiliki target yaitu membantu Persis promosi ke kasta tertinggi,” tegasnya.
Target itu tidak bisa dicapai seorang diri. Championship menuntut konsistensi sepanjang musim dan kekuatan skuad yang merata. Karena itu, Saddam juga menyerukan kekompakan kepada rekan-rekan setimnya.
Baginya, setiap pemain harus memiliki tujuan yang sama. Persis tidak cukup hanya mengandalkan nama besar atau dukungan suporter. Ambisi promosi harus diterjemahkan menjadi kerja keras di setiap pertandingan.
“Mari untuk teman-teman satu tim kita berjuang bersama untuk Persis Solo,” katanya.
Saddam juga memahami bahwa dukungan dari tribun dapat menjadi energi tambahan. Dia meminta suporter Persis terus memberikan dukungan langsung agar tim memiliki dorongan ekstra ketika menghadapi persaingan Championship 2026-2027.
“Untuk suporter, ayo terus dukung kami agar target promosi ini bisa kita capai bersama. Saya akan memberikan yang terbaik untuk klub ini,” pungkasnya.
Kehadiran Saddam pun menghadirkan satu pertanyaan menarik: apakah pengalaman internasional bersama Timnas Indonesia dan perjalanan panjangnya di level klub mampu menjadi pembeda bagi Persis?
Jawabannya akan ditentukan di lapangan. Yang jelas, Persis telah menempatkan satu keping penting dalam puzzle mereka untuk mengejar tiket kembali ke Super League. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Situbondo