Xavi Hernandez Kembali Melatih, Kini Tangani Timnas Belanda

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:35 WIB
Xavi Hernandez resmi melatihtimnas Belanda. (Instagram/onsoranje)
Xavi Hernandez resmi melatihtimnas Belanda. (Instagram/onsoranje)

 

RADARSITUBONDO.ID - Xavi Hernandez resmi memulai babak baru dalam karier kepelatihannya. Legenda Barcelona dan timnas Spanyol tersebut ditunjuk sebagai pelatih kepala baru Timnas Belanda untuk menggantikan Ronald Koeman.

Penunjukan tersebut dilakukan setelah Koeman meninggalkan jabatannya menyusul hasil mengecewakan yang diraih Belanda pada Piala Dunia 2026.

Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengumumkan penunjukan Xavi pada Kamis. Mantan gelandang Barcelona itu mendapatkan kontrak jangka panjang yang akan mengikatnya hingga Piala Dunia 2030.

“Xavi Hernandez telah ditunjuk sebagai pelatih kepala baru tim nasional putra Belanda. Xavi telah menyepakati kontrak hingga Piala Dunia FIFA 2030,” demikian pernyataan Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) melalui situs resmi.

Baca Juga: Lionel Messi Berduka, Cristiano Ronaldo Singkirkan Rivalitas dan Beri Dukungan

Bagi Xavi, penunjukan tersebut sekaligus menandai kembalinya dirinya ke dunia kepelatihan setelah sekitar dua tahun tidak menangani klub maupun tim nasional. Pelatih berusia tersebut terakhir berada di kursi kepelatihan Barcelona sebelum berpisah dengan klub pada 2024.

Kesempatan menangani Belanda menjadi tantangan besar berikutnya bagi Xavi. Ia tidak hanya dituntut membangun kembali performa Oranje, tetapi juga membawa identitas permainan yang sesuai dengan karakter sepak bola Belanda.

“Saya menganggap ini sebagai kehormatan yang luar biasa untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda,” kata Xavi setelah resmi ditunjuk

Belanda bukan negara yang asing bagi Xavi. Filosofi sepak bola yang berkembang di Negeri Kincir Angin memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan kariernya sebagai pemain maupun pelatih.

Xavi menyebut dirinya memiliki hubungan khusus dengan tradisi sepak bola Belanda. Pengaruh tersebut sudah ia rasakan sejak masih menimba ilmu di akademi Barcelona, terutama melalui pemikiran Johan Cruyff dan Rinus Michels.

“Bisa dikatakan saya adalah bagian dari produk sepak bola Belanda. Pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, yang memberi saya debut di Barcelona, serta Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih.”

Baca Juga: Rizky Pellu dan Samuel Reimas Pasang Target Tinggi, Deltras FC Bidik Kembali ke Level Tertinggi

Kedekatan Xavi dengan sejumlah tokoh sepak bola Belanda membuat penunjukannya menjadi semakin menarik.

Apalagi, filosofi permainan yang ingin diterapkan mantan gelandang Barcelona tersebut memiliki banyak kesamaan dengan prinsip sepak bola yang selama ini melekat pada Belanda.

Menariknya, Xavi juga pernah berada dalam posisi yang sama dengan Koeman di Barcelona. Ia ditunjuk sebagai pelatih Blaugrana pada 2021 setelah menggantikan Koeman yang sebelumnya menangani klub asal Catalunya tersebut.

Selama menangani Barcelona, Xavi sempat membawa klub tersebut bangkit dari periode sulit. Puncaknya terjadi pada musim 2022/23 ketika Barcelona berhasil menjuarai LaLiga Spanyol.

Gelar tersebut sekaligus mengakhiri penantian Barcelona selama empat tahun untuk kembali menjadi juara kompetisi kasta tertinggi Spanyol. Setahun setelahnya, Xavi juga membawa Barcelona meraih Piala Super Spanyol 2023.

Baca Juga: Persis Solo Datangkan Saddam Gaffar, Eks Striker Timnas Indonesia untuk Misi Promosi

Namun, performa Barcelona kemudian tidak mampu dipertahankan secara konsisten. Setelah musim 2023/24 berakhir tanpa trofi, Xavi meninggalkan klub dan memilih mengambil jeda dari dunia kepelatihan.

Kini, keputusan tersebut berakhir setelah ia menerima tawaran untuk menangani Timnas Belanda. Kesempatan tersebut datang setelah Oranje melewati Piala Dunia 2026 dengan hasil yang tidak sesuai harapan.

Belanda harus mengakhiri perjalanan mereka pada babak 32 besar setelah kalah dari Maroko. Hasil tersebut kemudian diikuti perubahan di kursi pelatih dan membuka jalan bagi Xavi untuk mengambil alih tim nasional.

Xavi melihat gaya bermain Belanda sebagai salah satu alasan utama dirinya tertarik menerima pekerjaan tersebut. Ia menilai ada kesamaan antara karakter sepak bola Belanda dengan prinsip permainan yang ingin dibangun.

“Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang, berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan,” ujar Xavi.

“Tentu saja, tujuan paling penting selalu dan akan selalu menjadi kemenangan. Namun, saya lebih memilih meraihnya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan dapat dinikmati oleh masyarakat.

Baca Juga: Prediksi Galatasaray vs Corum Belediyespor: Juara Bertahan Buka Musim dengan Ancaman dari Klub Promosi

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Xavi ingin membangun Belanda dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada hasil.

Ia juga ingin memastikan permainan Oranje tetap mencerminkan karakter sepak bola yang selama ini menjadi identitas negara tersebut.

Pengalaman Xavi di level tertinggi menjadi salah satu modal penting untuk menjalankan tugas barunya. Sebagai pemain, ia memiliki perjalanan panjang bersama Barcelona dan timnas Spanyol dengan berbagai pencapaian besar.

Bersama Spanyol, Xavi menjadi bagian dari generasi emas yang memenangkan Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, serta Piala Eropa 2012. Di level klub, ia juga menjadi salah satu pemain penting dalam era kejayaan Barcelona.

Setelah pensiun sebagai pemain, Xavi memulai perjalanan kepelatihannya bersama klub Qatar, Al Sadd, pada 2019. Selama menangani klub tersebut, ia berhasil mempersembahkan tujuh trofi sebelum kembali ke Barcelona pada 2021.

Baca Juga: Paul Parker Desak Michael Carrick Ganti Luke Shaw, Manchester United Diminta Cari Bek Kiri Baru

Di Barcelona, Xavi kembali menunjukkan kemampuannya sebagai pelatih dengan membawa klub meraih LaLiga 2022/23 dan Piala Super Spanyol 2023.

Namun, perjalanan tersebut akhirnya berakhir setelah Barcelona gagal mempertahankan performa dan prestasi pada musim berikutnya.

Setelah meninggalkan Barcelona, Xavi mendapat sejumlah tawaran untuk kembali bekerja sebagai pelatih. Namun, ia memilih tidak terburu-buru dan menggunakan waktunya untuk beristirahat sebelum menentukan langkah berikutnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Xavi juga sempat menyampaikan keinginannya untuk kembali menangani sebuah tim. Pilihan akhirnya jatuh kepada Timnas Belanda.

Kini, Xavi menghadapi proyek yang berbeda. Jika sebelumnya ia bekerja setiap hari bersama klub dan harus menangani kompetisi domestik serta Eropa, kali ini ia akan membangun tim nasional dengan waktu persiapan yang lebih terbatas.

Target jangka panjangnya sudah jelas. Kontrak hingga Piala Dunia 2030 memberi Xavi kesempatan untuk membentuk generasi baru Belanda sekaligus menerapkan filosofi permainan yang diyakininya.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Ronald Koeman Xavi Hernandez timnas belanda