RADARSITUBONDO.ID - Persebaya Surabaya masih berada dalam suasana bahagia setelah sukses meraih trofi Piala Presiden 2026. Namun, gelandang Green Force, Gledson Paixao, mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terlalu lama menikmati euforia juara.
Menurut Gledson, keberhasilan Persebaya mengangkat trofi Piala Presiden 2026 harus menjadi pijakan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.
Gelar tersebut bukan alasan bagi tim untuk menurunkan standar kerja yang sudah dibangun sejak awal persiapan musim.
Skuad Persebaya kini telah kembali menjalani latihan setelah mendapat waktu untuk beristirahat.
Tim Bajul Ijo berlatih di Lapangan C, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Rabu (12/8), dengan perhatian mulai diarahkan pada persiapan menghadapi musim kompetisi 2026/27.
Baca Juga: Ramalan Shio Hari Ini 13 Agustus Bikin Kaget! 3 Shio Diprediksi Banjir Rezeki, 4 Shio Wajib Waspada
Suasana positif masih terasa di dalam tim setelah keberhasilan di Piala Presiden. Para pemain menikmati pencapaian tersebut, tetapi pada saat yang sama menyadari bahwa perjalanan Persebaya pada musim baru masih panjang.
“Tentu suasana selalu menyenangkan ketika kami berhasil mencapai salah satu target yang sudah ditetapkan. Namun, pekerjaan belum selesai. Kami menikmati momen ini, tetapi setelah itu harus kembali fokus dan rendah hati karena masih ada target-target berikutnya,” kata Gledson, dikutip dari JawaPos.
Pemain asal Brasil itu menilai masa istirahat yang diberikan setelah turnamen juga penting bagi kondisi tim. Waktu tersebut memungkinkan para pemain memulihkan kebugaran setelah menjalani rangkaian pertandingan dan persiapan yang cukup padat.
Kondisi setiap pemain pun akan terus dipantau. Mereka yang belum mencapai level kebugaran terbaik diharapkan bisa kembali dalam kondisi maksimal ketika kompetisi resmi mulai bergulir.
Gledson tidak menampik bahwa dirinya bersama rekan-rekannya sempat menikmati euforia setelah memastikan gelar Piala Presiden 2026.
Apalagi, keberhasilan tersebut memiliki arti khusus bagi Persebaya karena menjadi trofi Piala Presiden pertama dalam sejarah klub.
Baca Juga: Fenerbahce Resmi Datangkan Romelu Lukaku dari Napoli, Segini Nilai Transfernya
Meski demikian, perayaan tersebut tidak berlangsung terlalu lama. Setelah sekitar dua atau tiga hari menikmati keberhasilan, perhatian para pemain kembali diarahkan kepada pekerjaan di lapangan.
“Setelah kembali ke Surabaya dan menjalani aktivitas di GBT, fokus kami sudah beralih kepada target berikutnya. Kami harus kembali mendedikasikan diri untuk pekerjaan yang masih menunggu,” ujar Gledson.
Bagi Gledson, gelar Piala Presiden 2026 merupakan buah dari proses panjang yang dijalani Persebaya. Kerja keras, kedisiplinan, dedikasi, serta komitmen seluruh pemain menjadi bagian penting yang membawa Green Force hingga berhasil membawa pulang trofi dari Bali.
Karena itu, Gledson ingin mentalitas rendah hati tetap dipertahankan. Menurutnya, satu gelar yang sudah diraih tidak boleh membuat standar permainan Persebaya menurun.
Justru keberhasilan tersebut harus menjadi dorongan untuk mempertahankan performa dan meningkatkan kualitas permainan. Persebaya masih memiliki sejumlah target yang harus dikejar ketika musim kompetisi 2026/27 dimulai.
Sebelum memasuki kompetisi resmi, Persebaya masih memiliki satu agenda pramusim. Tim asuhan Green Force dijadwalkan menghadapi Penang FC dalam pertandingan internasional di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (15/8) malam.
Baca Juga: Xavi Hernandez Kembali Melatih, Kini Tangani Timnas Belanda
Laga melawan Penang FC menjadi bagian penting dari persiapan Persebaya menuju Super League 2026/27.
Pertandingan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjaga ritme permainan sekaligus melihat perkembangan tim setelah menjalani rangkaian persiapan dan Piala Presiden.
Bagi Gledson, laga pramusim tersebut tetap harus dijalani dengan keseriusan. Status pertandingan sebagai agenda persiapan tidak membuat standar permainan boleh diturunkan.
“Kami ingin mempertahankan level permainan dan standar yang tinggi. Setiap pertandingan harus kami hadapi dengan serius, layaknya sebuah final,” ucap Gledson.
Baca Juga: Persis Solo Datangkan Saddam Gaffar, Eks Striker Timnas Indonesia untuk Misi Promosi
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Persebaya tidak ingin berhenti setelah meraih trofi Piala Presiden 2026. Euforia juara mulai ditinggalkan dan perhatian tim kini kembali tertuju pada persiapan menghadapi musim kompetisi yang sesungguhnya.
Dengan trofi Piala Presiden sebagai modal awal, Persebaya dituntut mempertahankan konsistensi ketika Super League 2026/27 bergulir.
Editor : Bayu ShaputraSumber : Jawa Pos