Enam Federasi Sepak Bola Arab Dukung Gianni Infantino untuk Pilpres FIFA 2027

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:46 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino
Presiden FIFA, Gianni Infantino

 

RADARSITUBONDO.ID - Gianni Infantino mendapat tambahan dukungan politik menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027.

Enam federasi sepak bola Arab, yakni Qatar, Mesir, Maroko, Mauritania, Lebanon, dan Sudan, menyatakan dukungan penuh kepada Presiden FIFA tersebut.

Dukungan itu menjadi perkembangan penting bagi Infantino setelah sejumlah federasi sepak bola mulai mempertanyakan sejumlah kebijakan FIFA, terutama terkait tata kelola, transparansi, serta rencana investasi privat yang sempat memicu polemik.

Baca Juga: Ramalan Shio Hari Ini 14 Agustus 2026, 5 Shio Bakal Ketiban Rezeki Besar, Ada yang Mendadak Tajir!

Empat dari enam pimpinan federasi yang menyatakan dukungan tersebut juga tercatat sebagai anggota Dewan FIFA.

Mereka adalah Presiden Asosiasi Sepak Bola Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Presiden Asosiasi Sepak Bola Mesir Hany Abo Rida, Presiden Federasi Sepak Bola Maroko Fouzi Lekjaa, serta Presiden Federasi Sepak Bola Mauritania Ahmed Yahya.

Maroko juga memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu negara tuan rumah Piala Dunia 2030.

Kondisi tersebut membuat dukungan dari enam federasi Arab menjadi tambahan kekuatan bagi Infantino sebelum proses pemilihan Presiden FIFA 2027 berlangsung.

Dalam pernyataan bersama yang dikutip dari akun X resmi EFA, enam pimpinan federasi tersebut menegaskan kepercayaan mereka terhadap kepemimpinan Infantino.

”Kami, para pemimpin asosiasi sepak bola yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan dukungan penuh kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, serta menegaskan kembali kepercayaan kami terhadap kepemimpinannya dan komitmen berkelanjutannya terhadap perkembangan sepak bola di seluruh dunia,” tulis pernyataan bersama itu dikutip dari akun X resmi EFA.

Mereka juga menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah upaya Infantino dalam mengembangkan sepak bola secara global.

Dukungan tersebut mencakup penilaian terhadap langkah FIFA dalam memperluas kesempatan di berbagai kawasan serta memperkuat posisi sepak bola sebagai sarana yang dapat menyatukan masyarakat dan komunitas.

”Kami menantikan kelanjutan kerja sama erat kami dengannya menuju masa depan yang lebih kuat dan sejahtera bagi sepak bola dunia, memperluas peluang dan semakin meningkatkan kontribusi sepak bola Arab terhadap permainan global,” lanjut pernyataan itu.

Baca Juga: Hamra Hehanussa Dipinjamkan Persib ke Garudayaksa FC, Manajemen Ungkap Alasannya

Enam pimpinan federasi yang menandatangani pernyataan tersebut adalah Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani dari Asosiasi Sepak Bola Qatar, Hany Abo Rida dari Asosiasi Sepak Bola Mesir, Fouzi Lekjaa dari Federasi Sepak Bola Maroko, Ahmed Yahya dari Federasi Sepak Bola Mauritania, Hashem Haidar dari Federasi Sepak Bola Lebanon, serta Moatasem Gafar dari Federasi Sepak Bola Sudan.

Empat nama di antaranya, yakni Al Thani, Abo Rida, Lekjaa, dan Yahya, juga merupakan anggota Dewan FIFA. Posisi tersebut membuat dukungan yang diberikan memiliki arti tersendiri dalam dinamika politik sepak bola dunia menjelang pemilihan pada 2027.

Dukungan tersebut datang ketika posisi Infantino tengah menghadapi tekanan dari sejumlah konfederasi sepak bola. Salah satu persoalan yang memicu ketegangan adalah rencana kontroversial FIFA Forward Enterprise.

FIFA sebelumnya mengusulkan pembentukan sebuah perusahaan komersial baru dengan valuasi sekitar USD 20 miliar. Dalam rencana tersebut, FIFA disebut akan menjual hingga 20 persen saham kepada investor privat untuk menghimpun dana sekitar USD 4,2 miliar.

Rencana itu kemudian dibatalkan setelah mendapat penolakan dari sejumlah pihak. UEFA, CONCACAF, dan AFC menjadi beberapa konfederasi yang menyampaikan keberatan terhadap rencana tersebut.

UEFA bahkan sempat memperingatkan kemungkinan adanya boikot terhadap pertandingan maupun agenda FIFA apabila rencana tersebut tetap dilanjutkan.

Tekanan dari sejumlah konfederasi itu kemudian ikut memengaruhi situasi politik menjelang pemilihan Presiden FIFA.

Di tengah kondisi tersebut, dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino mulai mengalami perubahan.

Pada Kamis (13/8), Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) mengumumkan pencabutan dukungannya terhadap pencalonan Infantino sebagai Presiden FIFA.

Baca Juga: Motor Listrik Nasional Bakal Dapat Kredit Ringan, Prabowo: Kita Usahakan Tidak Pakai DP

FAI menyebut perkembangan terbaru telah menimbulkan kekhawatiran serius mengenai tata kelola, transparansi, serta kurangnya konsultasi yang bermakna dalam sejumlah keputusan FIFA.

Sebelumnya, federasi sepak bola Inggris dan Wales juga telah mengambil langkah serupa. Sementara itu, Irlandia Utara menyatakan dukungannya terhadap sikap UEFA, meskipun belum secara resmi mencabut dukungan kepada Infantino.

Di tengah perbedaan sikap tersebut, Wakil Presiden FIFA sekaligus Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) Patrice Motsepe meminta pihak-pihak yang menginginkan pergantian kepemimpinan FIFA menggunakan mekanisme pemilihan yang telah ditetapkan.

”Jika ada yang memiliki masalah dengan siapa pun, baik Gianni maupun orang lain, ikuti prosesnya, ikuti proses FIFA. Sederhana saja,” kata Motsepe kepada Sky News.

Motsepe menegaskan bahwa upaya untuk mengganti Infantino harus dilakukan melalui jalur pemilihan. Menurut dia, keputusan mengenai masa depan kepemimpinan FIFA berada di tangan 211 asosiasi anggota yang memiliki hak suara.

”Jika ingin menyingkirkannya, ikuti pemilihan. Biarkan 211 asosiasi anggota menentukan. Pemungutan suara akan menunjukkan apakah mereka masih percaya kepadanya atau tidak,” ujar Motsepe.

Baca Juga: Prabowo Dijadwalkan Sampaikan Pidato RAPBN 2027 di Sidang Tahunan MPR

Infantino telah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 2016. Dia kemudian mengumumkan keinginannya untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden FIFA 2027.

Pemilihan tersebut dijadwalkan berlangsung di Maroko pada 17 Maret 2027. Infantino sebelumnya berhasil terpilih tanpa lawan pada pemilihan 2019 dan 2023.

Namun, situasi menjelang pemilihan berikutnya tidak sepenuhnya sama. Sejumlah federasi mulai mempertimbangkan kembali dukungan mereka setelah muncul kontroversi terkait rencana investasi privat FIFA dan persoalan tata kelola organisasi.

Di sisi lain, dukungan dari enam federasi Arab menunjukkan bahwa Infantino masih memiliki basis dukungan yang kuat di sejumlah kawasan. Terlebih, empat dari enam federasi tersebut memiliki perwakilan di Dewan FIFA.

Proses menuju pemilihan Presiden FIFA 2027 masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Batas waktu bagi kandidat yang ingin mencalonkan diri ditetapkan pada 18 November 2026.

Dengan masing-masing dari 211 asosiasi anggota FIFA memiliki satu suara, peta dukungan menuju pemilihan akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah Infantino mampu mempertahankan posisinya untuk periode berikutnya.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Gianni Infantino Presiden FIFA 2027 arab