RADARSITUBONDO.ID - Manchester City mulai bergerak serius menghadapi perubahan besar di lini tengah. Klub berjuluk The Citizens tersebut dikabarkan membidik gelandang muda Lille, Ayyoub Bouaddi, setelah Rodri semakin dekat dengan kepindahan ke Barcelona.
Bouaddi menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan Manchester City untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Rodri. Bahkan, proses pendekatan terhadap gelandang berusia 18 tahun itu disebut telah memasuki tahap lanjutan.
Manchester City dikabarkan ingin mempercepat negosiasi dengan Lille. Klub asal Inggris tersebut bahkan berupaya menuntaskan transfer Bouaddi dalam pekan ini.
Baca Juga: Calvin Verdonk Berpeluang Jadi Pemain Indonesia Pertama Tampil di Liga Champions
Namun, keinginan City mendapatkan salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa itu tidak akan mudah. Lille memasang harga tinggi untuk pemain yang masih berusia 18 tahun tersebut.
Lille disebut meminta mahar transfer mencapai 100 juta euro. Nilai tersebut setara dengan sekitar 85,6 juta poundsterling atau jika dikonversikan ke rupiah mencapai kurang lebih Rp1,5 triliun.
Harga tersebut menunjukkan betapa tinggi Lille menilai perkembangan Bouaddi. Sang pemain memang mengalami peningkatan karier secara cepat dan mulai mendapatkan perhatian luas dari klub-klub besar Eropa.
Nama Bouaddi semakin mencuat setelah tampil bersama Timnas Maroko pada Piala Dunia musim panas ini. Ia mendapatkan kepercayaan besar dari tim nasionalnya dengan menjadi starter dalam lima dari enam pertandingan Maroko sepanjang turnamen.
Maroko juga mampu melangkah cukup jauh dengan mencapai babak perempat final. Penampilan tersebut membuat profil Bouaddi semakin dikenal di panggung internasional.
Namun, ketertarikan Manchester City terhadap Bouaddi sebenarnya sudah muncul sebelum Piala Dunia. Salah satu momen yang membuat namanya mulai diperhatikan adalah ketika ia membantu Lille meraih kemenangan atas Real Madrid di Liga Champions pada 2024.
Perjalanan Bouaddi di level klub juga berlangsung sangat cepat. Ia menjalani debut bersama tim utama Lille pada Oktober 2023. Ketika itu, usianya baru beberapa hari melewati ulang tahun ke-16.
Sejak debut tersebut, Bouaddi secara bertahap memperoleh kepercayaan untuk tampil di level tertinggi. Pengalaman yang dikumpulkannya pun terus bertambah meski usianya masih sangat muda.
Kini, Bouaddi telah mencatatkan 88 penampilan bersama Lille. Ia juga menjadi bagian dari skuad yang membantu klub tersebut mengakhiri kompetisi Ligue 1 musim lalu di posisi ketiga.
Perkembangan itu membuat Bouaddi dipandang sebagai salah satu investasi jangka panjang yang menarik bagi Manchester City. Bukan hanya karena usianya, tetapi juga karena karakter permainannya dianggap sesuai dengan kebutuhan lini tengah City.
Bouaddi dikenal mampu bermain dari area dalam dan membantu mengatur tempo permainan. Kemampuan tersebut membuatnya berpotensi menjadi bagian dari regenerasi lini tengah Manchester City setelah era Rodri mulai memasuki fase akhir.
Baca Juga: Enam WBP Rutan Situbondo Langsung Bebas, 236 Terima Remisi HUT ke-81 RI
Manchester City sendiri sebelumnya telah mendatangkan Elliot Anderson dari Nottingham Forest. Kehadiran Anderson memberi opsi tambahan di lini tengah karena pemain tersebut bisa menjalankan peran sebagai gelandang box-to-box maupun bermain lebih dalam sebagai nomor enam.
Jika Bouaddi benar-benar bergabung, City akan memiliki kombinasi pemain muda yang dapat menjadi fondasi lini tengah untuk beberapa musim ke depan.
Meski begitu, Manchester City tampaknya belum mengakhiri perburuan gelandang. Nama Enzo Fernandez masih berada dalam radar klub asuhan Pep Guardiola tersebut.
Gelandang Chelsea itu disebut tetap menjadi salah satu pemain yang diinginkan Manchester City. Namun, upaya untuk membawanya keluar dari Stamford Bridge memiliki tingkat kesulitan tersendiri.
Chelsea dikabarkan masih berharap Fernandez bertahan hingga akhir musim. Klub London tersebut juga sebelumnya telah menetapkan batas waktu untuk menerima tawaran terhadap pemain asal Argentina itu.
Situasi tersebut belum membuat Manchester City mundur. Ketertarikan terhadap Fernandez masih disebut kuat, sehingga perkembangan masa depannya akan menjadi salah satu hal yang menarik perhatian menjelang penutupan bursa transfer pada 1 September.
Manchester City kini berada dalam situasi yang menuntut perubahan besar di lini tengah. Rodri menjadi salah satu pemain paling penting dalam keberhasilan klub selama tujuh musim terakhir.
Sejak didatangkan dari Atletico Madrid pada 2019, Rodri telah mencatatkan 298 penampilan bersama Manchester City. Perannya sebagai gelandang bertahan menjadi salah satu fondasi permainan City dalam meraih berbagai prestasi.
Baca Juga: Rodri Resmi Menuju Barcelona, Manchester City Berpeluang Kejar Enzo Fernandez
Karena itu, kepergian Rodri bukan sekadar kehilangan satu pemain. Manchester City harus menemukan cara untuk mempertahankan keseimbangan lini tengah sekaligus menyiapkan generasi berikutnya.
Bouaddi muncul sebagai salah satu kandidat yang diproyeksikan untuk kebutuhan jangka panjang tersebut. Usianya yang masih 18 tahun membuat transfer ini lebih berorientasi pada masa depan, meski harga yang diminta Lille menunjukkan bahwa City harus mengeluarkan investasi besar.
Di sisi lain, Fernandez menawarkan pengalaman yang lebih matang dan sudah terbiasa bermain di level tinggi bersama Chelsea serta Timnas Argentina. Perbedaan karakter tersebut membuat Manchester City memiliki dua opsi dengan profil yang berbeda.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber