Carragher Sebut Michael Carrick Belum Punya Kualitas untuk Bawa MU Juara Premier League

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:52 WIB
Michael Carrick. (Instagram/manutd)
Michael Carrick. (Instagram/manutd)

 

RADARSITUBONDO.ID - Manchester United memasuki Premier League 2026/27 dengan target lebih tinggi setelah mengakhiri musim sebelumnya di posisi ketiga. Namun, peluang Setan Merah untuk kembali menjadi juara Liga Inggris masih diragukan.

Legenda Liverpool Jamie Carragher menilai Manchester United belum memiliki sosok yang tepat untuk membawa klub kembali mengangkat trofi Premier League bersama Michael Carrick.

Carrick dipercaya sebagai pelatih permanen Manchester United pada musim panas ini setelah sebelumnya menunjukkan performa menjanjikan ketika menangani tim sebagai pelatih interim.

Keputusan tersebut tidak lepas dari hasil yang berhasil diraih mantan gelandang Manchester United itu. Di bawah kepemimpinannya, Setan Merah mampu meraih sejumlah kemenangan penting, termasuk saat menghadapi tiga rival besar, Arsenal, Manchester City, dan Liverpool.

Manchester United kemudian menutup musim dengan menempati peringkat ketiga. Posisi tersebut sekaligus memastikan tiket mereka untuk tampil di Liga Champions.

Pencapaian itu membuat manajemen memberikan kesempatan kepada Carrick untuk membangun skuad sesuai dengan kebutuhan dan pendekatan yang diinginkannya pada musim 2026/27.

Meski mengakui Carrick telah menunjukkan pekerjaan yang bagus, Carragher belum melihat kualitas spesial yang dibutuhkan seorang pelatih untuk membawa Manchester United meraih trofi terbesar.

Dalam acara The Overlap Fan Debate, Carragher menyampaikan penilaiannya mengenai peluang Carrick bersama Manchester United. Menurutnya, ada satu aspek penting yang belum terlihat dari sosok Carrick sebagai seorang manajer.

Carragher menyebut Carrick belum memiliki "stardust" untuk membawa Manchester United menjadi juara Premier League maupun Liga Champions.

"Saya pribadi tidak berpikir Michael Carrick memiliki kualitas spesial sebagai manajer untuk memenangkan Liga Champions atau Premier League," ujar Carragher.

Penilaian tersebut menunjukkan bahwa Carragher belum yakin Manchester United berada dalam posisi yang cukup kuat untuk langsung bersaing memperebutkan gelar pada musim baru.

Meski demikian, pandangan Carragher bukan berarti sepenuhnya negatif terhadap masa depan Manchester United di bawah Carrick.

Ia melihat Carrick tetap berpotensi memberikan sesuatu yang selama beberapa musim terakhir sulit didapatkan Manchester United, yakni stabilitas.

Carrick dinilai bisa menjalani musim yang positif, memperbaiki posisi Manchester United, sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat untuk perkembangan tim.

Jika proses tersebut berjalan baik, Manchester United akan memiliki waktu untuk menilai apakah Carrick memang merupakan sosok jangka panjang yang tepat. Apabila klub kemudian membutuhkan pelatih dengan pengalaman dan reputasi lebih besar, proses perekrutan dapat dilakukan setelah fondasi tim lebih stabil.

Sorotan Carragher juga tidak berhenti pada posisi pelatih. Aktivitas Manchester United di bursa transfer musim panas turut menjadi perhatian.

Setan Merah telah berupaya memperkuat lini tengah dengan mendatangkan Andrey Santos dari Chelsea dan Youri Tielemans dari Aston Villa. Namun, Carragher menilai masih ada pemain lain yang sebenarnya layak menjadi pertimbangan Manchester United.

Ia menyayangkan Manchester United tidak mengejar Mateus Fernandes sebelum sang gelandang bergabung dengan Tottenham.

Menurut Carragher, Fernandes mempunyai kualitas yang dapat memberikan tambahan kekuatan bagi lini tengah Manchester United. Ia melihat pemain tersebut sebagai salah satu opsi yang seharusnya masuk dalam radar Setan Merah.

Meski demikian, harga pemain di pasar transfer saat ini menjadi salah satu pertimbangan utama. Carragher menilai biaya transfer tersebut masih dapat dianggap masuk akal apabila melihat semakin tingginya nilai pemain berkualitas di bursa transfer.

Di tengah pembenahan lini tengah, Manchester United juga masih menghadapi pekerjaan rumah di sektor pertahanan.

Legenda Manchester United Paul Scholes menilai klub membutuhkan tambahan bek tengah yang lebih kuat apabila ingin benar-benar masuk dalam persaingan perebutan gelar Premier League.

Kondisi sejumlah pemain menjadi perhatian. Masalah kebugaran Harry Maguire, Lisandro Martinez, dan Matthijs de Ligt membuat kedalaman lini belakang Manchester United masih menjadi tanda tanya.

De Ligt bahkan masih harus menepi setelah mengalami cedera punggung yang membuatnya absen dalam waktu cukup lama.

Situasi tersebut membuat tantangan Carrick semakin besar. Ia tidak hanya dituntut mempertahankan konsistensi permainan, tetapi juga harus memastikan Manchester United mampu bersaing menghadapi tim-tim papan atas sepanjang musim.

Manchester United akan mengawali perjalanan mereka di Premier League 2026/27 dengan menghadapi Hull City pada 22 Agustus.

Laga tersebut menjadi awal dari ujian panjang bagi Carrick setelah mendapatkan kepercayaan sebagai pelatih permanen.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Jamie Carragher Michael Carrick Manchester United Premier League