Pelatih Inter Miami Beri Kabar Terbaru Kondisi Mental Lionel Messi Setelah Ayahnya Wafat

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:48 WIB
Ekspresi Lionel Messi usai Argentina kalah dari Spanyol di Piala Dunia 2026. (Instagram/afaseleccion)
Ekspresi Lionel Messi usai Argentina kalah dari Spanyol di Piala Dunia 2026. (Instagram/afaseleccion)

 

RADARSITUBONDO.ID - Lionel Messi mulai kembali menunjukkan ketenangan setelah melewati masa duka akibat kepergian sang ayah, Jorge Messi.

Pelatih Inter Miami Guillermo Hoyos menyebut kaptennya perlahan kembali menemukan fokus ketika berada di lapangan sepak bola.

Jorge Messi meninggal dunia pada 8 Agustus 2026 dalam usia 68 tahun. Kepergian sang ayah membuat Messi sempat meninggalkan aktivitas bersama Inter Miami untuk mengurus sejumlah agenda keluarga di Rosario, Argentina.

Baca Juga: Natalius Pigai Ingin HAM Masuk Kurikulum Nasional dan Diajarkan di Sekolah

Setelah melewati masa tersebut, Messi kembali bergabung dengan tim. La Pulga bahkan telah tampil dalam beberapa pertandingan terakhir Inter Miami, termasuk ketika menghadapi Leon di ajang Leagues Cup.

Messi juga dipercaya tampil sejak menit awal ketika Inter Miami menghadapi Nashville. Kembalinya pemain asal Argentina itu ke lapangan menjadi perhatian, mengingat waktunya bersama keluarga belum lama berselang setelah kehilangan sang ayah.

Hoyos melihat adanya perkembangan positif dari kondisi Messi. Menurutnya, sepak bola menjadi ruang yang sudah sangat dipahami Messi sehingga sang pemain mulai mampu kembali mengekspresikan dirinya di lapangan.

“Dia terlihat baik-baik saja, mengekspresikan dirinya di lapangan, tempat yang dia kenal dengan sempurna, dan tampak tenang,” kata Hoyos dikutip dari Reuters, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Mathilde Favier Sosok Penting Dior, Meninggal Tragis dalam Kecelakaan di Prancis

Meski demikian, Hoyos sebelumnya mengingatkan agar Messi tidak dibebani dengan tuntutan untuk segera kembali seperti biasa. Pelatih Inter Miami itu memahami bahwa kehilangan orang terdekat bukan sesuatu yang bisa dipulihkan dalam waktu singkat.

Jorge Messi memiliki peran penting dalam perjalanan karier putranya. Karena itu, Hoyos menilai proses berduka yang dijalani Messi membutuhkan waktu dan ruang. Dukungan terbaik, menurutnya, bukan selalu berupa banyak kata, melainkan kehadiran yang tenang.

“Menurut saya, segalanya harus berjalan secara bertahap; ada duka mendalam di sini, dan ini bukanlah sesuatu yang bisa berubah dalam semalam,” jelas Hoyos.

Hoyos menilai Messi perlu diberikan kesempatan untuk menentukan sendiri kapan dirinya siap sepenuhnya kembali menjalani rutinitas. Lingkungan di sekitar pemain berusia 39 tahun tersebut diminta tidak memberikan tekanan tambahan.

“Jadi, saya yakin sikap diam adalah pendekatan terbaik, diam, ketenangan, dan kedamaian, memberinya ruang untuk menemukan momennya sendiri.”

Baca Juga: Lima Pesawat Bawa 65 Ton Logistik ke NTT, Total Bantuan Capai 253 Ton

Menurut Hoyos, menemani seseorang yang sedang berduka tidak selalu berarti harus banyak berbicara. Ada kalanya kehadiran dan kesediaan untuk berbagi dalam keheningan justru menjadi bentuk dukungan yang lebih berarti.

“Kita perlu mendampinginya, berbagi dalam keheningan itu; bagi saya, keheningan itu penting, karena hal itu membantu seseorang pada akhirnya menemukan jalan untuk melangkah maju.”

Hoyos juga memberikan penghormatan terhadap sosok Messi di luar kualitasnya sebagai pesepak bola. Ia melihat pemainnya sebagai pribadi yang memiliki karakter kuat dan didukung keluarga yang luar biasa.

“Dia benar-benar sosok yang luar biasa, dan dia memiliki keluarga yang luar biasa pula.”

Apresiasi serupa datang dari rekan setim Messi, Casemiro. Ia menilai profesionalisme Messi tetap terlihat meski sang pemain sedang menghadapi situasi yang sangat berat secara pribadi.

Casemiro menyampaikan penilaiannya setelah pertandingan melawan Leon. Menurutnya, Messi tetap menunjukkan komitmen terhadap tim meskipun berada dalam masa sulit setelah kehilangan sang ayah.

“Dia menjadi teladan yang luar biasa,” ungkap Casemiro setelah pertandingan melawan Leon.

“Dia pasti sedang mengalami masa yang sangat sulit, tetapi komitmen yang dia tunjukkan, tidak hanya kepada para pemain tetapi juga kepada klub, sungguh luar biasa. Saya belum pernah melihat hal seperti ini seumur hidup saya.”

Baca Juga: Dumfries hingga Bernardo Silva, 6 Pemain Baru Real Tak Diperkenalkan di Bernabeu

Pernyataan Casemiro tersebut memperlihatkan bagaimana Messi tetap berusaha menjalankan tanggung jawab profesionalnya di tengah situasi keluarga yang berat.

Namun, Hoyos tetap menekankan bahwa sisi manusia Messi jauh lebih penting untuk diperhatikan dalam kondisi seperti ini.

Bagi Hoyos, apa yang dilakukan Messi sulit dijelaskan hanya melalui penilaian sebagai seorang pemain sepak bola. Ia melihat ada kualitas pribadi yang membuat Messi mampu tetap memberikan komitmen kepada tim di tengah masa berkabung.

“Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkannya,” terang Hoyos mengenai komitmen Messi terhadap tim.

“Saya tidak bisa menemukan sebutan yang tepat untuk menilai kualitas dirinya sebagai pribadi.”

Hoyos kemudian menegaskan bahwa pembicaraan mengenai Messi dalam situasi tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuannya di atas lapangan. Menurutnya, nilai terbesar Messi justru terlihat dari sisi kemanusiaannya.

“Kita tidak sedang membicarakan nilainya sebagai pemain, melainkan nilainya sebagai manusia luar biasa yang berhati besar. Terkadang, kata-kata saja tidak cukup,” pungkasnya.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Inter Miami Jorge Mess Guillermo Hoyos Lionel Messi