RADARSITUBONDO.ID - Christophe Nduwarugira mengaku tidak menemui kendala berarti dalam menjalani proses adaptasi bersama PSS Sleman.
Bek asal Burundi itu justru merasa cepat menyatu dengan lingkungan barunya menjelang bergulirnya kompetisi BRI Super League 2026/2027.
Pengalaman selama dua tahun berada di Indonesia menjadi modal penting bagi Nduwarugira. Sebelum bergabung dengan PSS Sleman, pemain tersebut lebih dulu memperkuat Borneo FC.
Baca Juga: Review Film Harusnya Horror: Hantu Penakut, Komedi AAA Clan, dan Drama yang Tak Disangka
Pengalaman itu membuat Nduwarugira tidak terlalu asing dengan berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan di Indonesia.
Mulai dari bahasa hingga makanan, sejumlah kebiasaan yang sebelumnya sudah dikenalnya membuat proses perpindahan ke klub baru berjalan lebih mudah.
"Saya sudah mengenal beberapa hal, seperti bahasa dan makanan. Saya tahu banyak hal tentang kehidupan di sini, termasuk makanan dan bahasa Indonesia," kata dia.
Nduwarugira juga mengungkapkan dirinya mulai memahami sejumlah kosakata dalam bahasa Indonesia.
Kemampuan tersebut dinilai membantunya berkomunikasi dan membangun hubungan dengan orang-orang di lingkungan PSS Sleman.
"Sekarang saya juga mulai sedikit memahami bahasa Indonesia. Jadi, menurut saya, proses adaptasi saya berjalan dengan sangat baik," kata dia.
Meski sudah memiliki pengalaman tinggal dan bermain di Indonesia selama dua tahun, Nduwarugira tidak ingin berhenti mempelajari bahasa Indonesia.
Baginya, kemampuan berbahasa menjadi salah satu bagian penting untuk mempermudah komunikasi sehari-hari.
Apalagi, bergabung dengan klub baru membuat dirinya harus kembali menyesuaikan diri dengan lingkungan, rekan setim, serta kultur yang ada di PSS Sleman.
"Sekarang saya sudah tahu banyak kata dalam bahasa Indonesia. Saya sudah berada di sini selama dua tahun, jadi saya memang harus belajar bahasa Indonesia," kata Nduwarugira.
Baca Juga: Pengadilan Ad Hoc BUMN, Solusi Pemberantasan Korupsi atau Justru Bibit Masalah Hukum?
Selain bahasa, pemain asal Burundi tersebut menilai kedekatan antarpemain menjadi faktor penting dalam proses adaptasi.
Hubungan yang baik di ruang ganti diyakini bisa membantu tim membangun soliditas sekaligus chemistry sebelum menghadapi persaingan kompetisi.
Nduwarugira pun mengaku sudah mulai merasa dekat dengan sejumlah pemain PSS Sleman.
Bahkan, beberapa di antaranya sudah dikenalnya sejak dirinya masih berkarier di Indonesia sebelumnya.
"Saya sudah berada di Indonesia selama dua tahun, jadi saya mengenal banyak pemain PSS. Hubungan kami tentu akan mudah terjalin karena sebelumnya saya sudah berada di sini selama dua tahun," katanya.
Baca Juga: BRI Jaga Pertumbuhan Kredit, Kualitas Aset dan Manajemen Risiko Terus Diperkuat
Kondisi tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi Nduwarugira. Ia tidak harus memulai semuanya dari nol ketika memasuki lingkungan baru di PSS Sleman.
Pengalaman berkarier di Indonesia membuat pemain bertahan tersebut sudah memahami sejumlah karakter kehidupan dan sepak bola di Tanah Air. Hal itu turut membantunya lebih cepat menyesuaikan diri dengan tuntutan di klub barunya.
Di sisi lain, kemampuan membangun komunikasi dengan rekan setim menjadi bagian penting bagi PSS Sleman dalam mempersiapkan diri menghadapi BRI Super League 2026/2027.
Kehadiran pemain baru tentu membutuhkan proses untuk membentuk pemahaman di antara para penggawa.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber