RADARSITUBONDO.ID - Timnas Futsal Indonesia membawa pulang banyak catatan dari rangkaian pemusatan latihan (TC) di Spanyol.
Empat laga uji coba yang dijalani skuad Garuda menjadi gambaran jelas mengenai jarak level permainan Indonesia dengan tim-tim elite futsal Spanyol.
Selama berada di Spanyol, Timnas Futsal Indonesia menjalani empat pertandingan dalam konsep mini turnamen.
Skuad asuhan Hector Souto berhadapan dengan tiga klub yang memiliki pengalaman panjang di kompetisi futsal Spanyol, yakni O Parrulo Ferrol FS, AE Palma, dan Noia Portus.
Baca Juga: Antonio Colak Masuk Radar Persija Jakarta, Macan Kemayoran Bidik Stiker Keempat?
Hasil akhir memang belum berpihak kepada Timnas Futsal Indonesia. Dari empat pertandingan yang dimainkan, skuad Garuda harus menerima empat kekalahan secara beruntun.
Selain hasil pertandingan, produktivitas gol juga menjadi catatan yang cukup mencolok. Timnas Futsal Indonesia hanya mampu mencetak enam gol dan harus 19 kali memungut bola dari dalam gawang.
Catatan tersebut menunjukkan perbedaan level yang masih harus dikejar Timnas Futsal Indonesia. Terlebih, lawan yang dihadapi merupakan tim-tim yang sudah terbiasa bermain dalam kompetisi dengan intensitas tinggi.
Meski demikian, kekalahan beruntun tersebut tidak membuat Hector Souto melihat perjalanan di Spanyol sebagai sesuatu yang negatif. Pelatih asal Spanyol itu justru mencoba menempatkan hasil uji coba tersebut dalam konteks pembangunan tim.
Souto menyadari bahwa Timnas Futsal Indonesia sedang berusaha mengejar level permainan yang saat ini sudah dimiliki klub-klub elite Spanyol. Karena itu, ia memilih bersikap realistis terhadap hasil yang diperoleh selama menjalani TC.
"Saya merasa realistis. Saya tahu kita akan datang ke sini untuk mencapai level tersebut. Saya berharap kita akan mencapai tahap tersebut."
Baca Juga: Madura United Tumbang 0-2 di Laga Uji Coba, Ini Evaluasi Jose Gomes
Menurut Souto, proses untuk mendekati level tersebut membutuhkan waktu. Ia tidak ingin hasil empat pertandingan di Spanyol menjadi satu-satunya ukuran terhadap perkembangan skuad Garuda.
"Kita akan sedikit mendekat, tapi kadang-kadang akan susah untuk menangkap. Itulah pendapat saya," kata Souto dikutip dari Instagram Timnas Futsal Indonesia.
Di balik hasil negatif tersebut, terdapat sejumlah aspek permainan yang menjadi perhatian Souto. Salah satunya adalah kemampuan Timnas Futsal Indonesia ketika membangun serangan.
Skuad Garuda sebenarnya masih mampu mencetak gol dalam tiga pertandingan pertama. Namun, keran gol tersebut akhirnya terhenti ketika kembali menghadapi O Parrulo Ferrol FS.
Situasi tersebut menjadi bagian dari evaluasi Souto. Ia melihat masih ada sejumlah persoalan yang harus dibenahi agar permainan Timnas Futsal Indonesia semakin matang ketika menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.
"Kita masih memiliki beberapa masalah untuk berkembang dalam serangan, beberapa masalah untuk melindungi beberapa situasi. Tapi secara umum, kita harus puas," sambungnya.
Baca Juga: Persik Kediri Belum Puas dengan Lima Uji Coba, Marcos Reina Siapkan Laga Tambahan
Bagi Souto, pengalaman menghadapi tim-tim elite di Spanyol justru menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Timnas Futsal Indonesia.
Setiap pertandingan memberikan gambaran mengenai aspek yang harus ditingkatkan sebelum skuad Garuda menghadapi persaingan di level internasional.
Target besarnya pun sudah jelas. Souto menyebut proyek yang sedang dijalankan bersama Timnas Futsal Indonesia diarahkan untuk membawa skuad Garuda lolos ke Piala Dunia Futsal 2028.
Untuk mencapai target tersebut, peningkatan level permainan menjadi sebuah kebutuhan. Para pemain harus dipersiapkan agar mampu menghadapi pertandingan dengan standar yang lebih tinggi.
"Kita tahu bahwa kita membawa pemain kita dari konteks yang berbeda ke skenario terbaik di dunia."
Baca Juga: Ratas di Hambalang, Prabowo Evaluasi Penanganan Karhutla dan Gempa NTT
Karena itu, pengalaman yang diperoleh selama berada di Spanyol dinilai Souto tetap memiliki nilai positif. Kekalahan tidak semata-mata dilihat sebagai kegagalan, melainkan menjadi bagian dari proses untuk mengetahui sejauh mana kemampuan tim saat ini.
"Jadi, saya pikir semua hal yang kita ambil di sini adalah positif untuk proyek kita untuk lolos ke Piala Dunia."
Souto juga tidak ingin memberikan janji berlebihan mengenai peluang Timnas Futsal Indonesia mencapai Piala Dunia Futsal 2028. Ia memilih menekankan proses yang sedang dijalankan bersama para pemain.
"Kita tidak bisa berjanji apakah kita akan melakukannya atau tidak, tapi kita sedang bekerja keras," ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan pendekatan Souto dalam membangun Timnas Futsal Indonesia. Ia menyadari target menuju Piala Dunia bukan perkara yang bisa dicapai dalam waktu singkat.
Diperlukan peningkatan secara bertahap, baik dari sisi kualitas individu pemain maupun organisasi permainan secara keseluruhan.
Pengalaman melawan tim dengan level kompetitif tinggi menjadi salah satu cara untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan tersebut.
Souto memastikan proses itu terus berjalan. Ia ingin perkembangan Timnas Futsal Indonesia sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan skuad Garuda memiliki daya saing lebih kuat di level internasional.
"Saya pikir kita sedang bekerja dengan cara yang diinginkan oleh semua penggemar futsal, dan secara keseluruhan, semua pemain futsal dan pemain di negara ini."
Baca Juga: Persib Bandung Hadapi Manila Digger di Si Jalak Harupat, Ini Alasan GBLA Tak Dipakai
Target berikutnya bukan sekadar mengejar kemenangan dalam pertandingan uji coba. Timnas Futsal Indonesia juga dituntut terus meningkatkan standar permainan agar mampu bersaing menghadapi lawan dengan kualitas yang lebih tinggi.
"Kami berharap untuk terus meningkatkan nilai dari tim negara kita dan kami berharap untuk terus menaikkan standar."
Souto melihat peningkatan tersebut harus dilakukan dari berbagai sisi. Ia ingin Timnas Futsal Indonesia terus berkembang dan memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menghadapi agenda internasional berikutnya.
"Saya pikir kami menaikkan nilai di semua arah dan saya berharap kita bisa terus melakukannya," pungkasnya.
Empat kekalahan di Spanyol memang menjadi hasil yang tidak mudah bagi Timnas Futsal Indonesia. Namun, bagi Souto, rangkaian pertandingan tersebut justru memberikan cermin mengenai pekerjaan besar yang masih harus diselesaikan.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber