Chelsea Krisis Gelandang: Ditinggal Enzo Fernandez, Juga Gagal Dapat Lamine Camara

Agung Sedana • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:30 WIB
Enzo Fernandez vs Spanyol di final Piala Dunia 2026. (FOTO: Bryan Berlin, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
Enzo Fernandez vs Spanyol di final Piala Dunia 2026. (FOTO: Bryan Berlin, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

RADARSITUBONDO.ID - Chelsea harus mengakhiri bursa transfer musim panas 2026 dengan kekecewaan setelah gagal mendapatkan gelandang AS Monaco, Lamine Camara. Padahal, Chelsea dan Monaco disebut telah mencapai kesepakatan senilai 47 juta poundsterling untuk transfer pemain asal Senegal tersebut.

Kesepakatan itu batal pada menit-menit terakhir setelah Monaco memutuskan untuk mempertahankan Camara. Keputusan tersebut berkaitan erat dengan situasi transfer penyerang Monaco, Folarin Balogun, yang sempat hampir bergabung dengan Everton pada hari terakhir bursa.

Chelsea sebelumnya membutuhkan gelandang baru setelah Enzo Fernandez resmi pindah ke Manchester City dengan nilai transfer 125 juta poundsterling. Transfer tersebut menyamai rekor transfer Inggris.

Baca Juga: Enzo Fernandez Resmi Gabung Manchester City, Chelsea Bingung Cari Ganti

Monaco Batalkan Kesepakatan dengan Chelsea

Chelsea sebenarnya sudah mendapatkan lampu hijau dari Monaco untuk merekrut Camara dengan biaya sekitar 47 juta poundsterling.

Menurut Sky Sports, kedua klub bahkan telah memiliki kesepakatan tertulis. Camara juga disiapkan untuk menandatangani kontrak enam tahun bersama Chelsea. Namun, Monaco kemudian menarik diri dari kesepakatan tersebut setelah perkembangan terbaru dalam negosiasi Balogun dengan Everton.

Keputusan Monaco datang setelah batas waktu bursa transfer Inggris pada Selasa, 1 September 2026 pukul 23.00 waktu Inggris. Regulasi Premier League sebenarnya memungkinkan klub menyelesaikan dokumen setelah tenggat jika deal sheet telah diserahkan sebelum batas waktu. Namun, transfer Camara tidak dapat dilanjutkan setelah Monaco menarik diri dari kesepakatan.

Chelsea dikabarkan sangat kecewa dengan keputusan Monaco. Klub London tersebut menilai perubahan sikap Monaco sebagai tindakan yang tidak profesional.

Baca Juga: Chelsea Bayar Rp800 Miliar untuk Bek Muda Honest Ahanor, Tapi Malah Dikirim ke Klub Lain

Transfer Balogun Menjadi Kunci

Drama transfer Camara tidak bisa dilepaskan dari situasi Folarin Balogun.

Monaco sebelumnya berada dalam posisi membutuhkan pemasukan besar dari penjualan pemain. Ketika kepindahan Balogun ke Everton mengalami masalah, Monaco kemudian membuka jalan bagi Camara untuk pergi ke Chelsea.

Namun, negosiasi Balogun dengan Everton kembali bergerak positif. Kondisi tersebut membuat Monaco memilih mempertahankan Camara dan memprioritaskan transfer Balogun. Ironisnya, keputusan tersebut justru berujung pada kegagalan kedua transfer.

Balogun memang sempat berada di Merseyside untuk menyelesaikan kepindahannya ke Everton dengan nilai sekitar 40 juta poundsterling. Namun, proses tersebut terganggu setelah muncul persoalan dalam pemeriksaan medis. Setelah itu, Balogun akhirnya memutuskan tidak melanjutkan kepindahannya ke Everton.

Dengan demikian, Monaco kehilangan peluang menjual Balogun sekaligus gagal mempertahankan kesepakatan penjualan Camara kepada Chelsea.

Chelsea Kehilangan Pengganti Enzo Fernandez

Kegagalan mendapatkan Camara menjadi pukulan bagi Chelsea setelah kepergian Enzo Fernandez ke Manchester City.

Manchester City telah menyelesaikan transfer Fernandez dengan nilai 125 juta poundsterling. Gelandang Argentina itu menjadi salah satu transfer termahal dalam sejarah sepak bola Inggris.

Chelsea sebenarnya telah melakukan sejumlah perubahan di lini tengah sepanjang bursa transfer. Namun, gagalnya perekrutan Camara membuat mereka tidak mendapatkan tambahan gelandang yang secara khusus diproyeksikan untuk mengisi ruang yang ditinggalkan Fernandez.

Moises Caicedo dan Romeo Lavia tetap menjadi pilihan utama di lini tengah. Chelsea juga memiliki opsi lain seperti Valentin Barco dan Reece James yang dapat dimainkan di posisi tengah dalam situasi tertentu.

Namun, kedalaman tersebut tetap menjadi perhatian karena musim 2026-2027 akan berlangsung dengan jadwal yang padat.

Lamine Camara Tetap di Monaco

Camara sendiri merupakan gelandang internasional Senegal yang bergabung dengan Monaco pada Juli 2024. Klub Prancis tersebut sebelumnya mengikatnya dengan kontrak hingga 30 Juni 2029.

Pemain yang lahir di Bignona, Senegal, pada 1 Januari 2004 itu kini berusia 22 tahun. Ia juga menjadi bagian dari skuad Senegal di Piala Dunia 2026.

Camara akhirnya tetap menjadi pemain Monaco setelah klub tersebut membatalkan kesepakatan dengan Chelsea.

Everton Juga Berakhir dengan Masalah

Kegagalan transfer Camara juga bukan satu-satunya dampak dari drama Balogun. Everton kehilangan kesempatan mendapatkan penyerang baru setelah Balogun membatalkan kepindahannya. Sebelumnya, Everton sudah melepas Beto ke Fiorentina dan Iliman Ndiaye ke Manchester City.

Kondisi tersebut membuat Thierno Barry menjadi satu-satunya penyerang tengah senior yang diakui Everton untuk mengawali musim 2026-2027. Klub Merseyside itu juga gagal mendapatkan Joshua Zirkzee sebagai alternatif pada hari terakhir bursa.

Sementara itu, Chelsea juga harus memasuki paruh awal musim tanpa Camara, pemain yang semula diproyeksikan sebagai salah satu solusi setelah kepergian Fernandez.

Drama tersebut menjadi salah satu cerita paling mengejutkan pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2026: satu keputusan Monaco terkait Balogun membuat transfer Camara ke Chelsea batal, sebelum transfer Balogun ke Everton akhirnya ikut gagal.

Editor : Agung Sedana
Lamine Camara Chelsea