Persebaya Belum Juara Liga 22 Tahun, Bernardo Tavares Minta Bonek Tak Beri Tekanan Berlebih

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 16:45 WIB
Bernardo Tavares. (Instagram/officialpersebaya)
Bernardo Tavares. (Instagram/officialpersebaya)

 

RADARSITUBONDO.ID - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares meminta Bonek dan Bonita tidak menambah tekanan kepada skuadnya dengan tuntutan juara.

Menurutnya, ekspektasi tinggi dari suporter harus tetap disikapi secara realistis agar tidak mengganggu fokus pemain selama menjalani kompetisi.

Tuntutan untuk melihat Persebaya menjadi juara memang tidak lepas dari besarnya harapan publik terhadap klub berjuluk Green Force tersebut. Setiap pertandingan seolah membawa target besar yang harus segera diwujudkan.

Baca Juga: Galatasaray Resmi Rekrut Rafael Leao dari AC Milan, Dikontrak Empat Tahun

Namun, Bernardo Tavares menilai target seperti itu justru perlu dikelola dengan baik. Baginya, pemain tidak seharusnya dibebani kewajiban untuk langsung memastikan gelar, terutama ketika kompetisi masih panjang dan persaingan berjalan ketat.

Pelatih berusia 46 tahun itu mengaku cukup sering mendapat pesan langsung dari pendukung yang menginginkan Persebaya menjadi juara. Harapan tersebut disampaikan Bonek dan Bonita ketika bertemu dirinya.

"Banyak (Bonek dan Bonita) bertemu saya berkata, juara coach, kita harus menang, kita wajib juara," jelas Bernardo Tavares dikutip dari situs resmi I.League, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: Jelang Lawan Borneo FC, Pratama Arhan Cedera, Persija Ungkap Masa Pemulihan

Tavares tidak mempersoalkan keinginan suporter untuk melihat Persebaya meraih kemenangan. Justru, ia menegaskan bahwa memenangkan pertandingan tetap menjadi sasaran utama tim.

Hanya saja, target tersebut menurutnya harus dibuat lebih realistis. Persebaya perlu memandang kompetisi secara bertahap dengan fokus terhadap pertandingan yang berada di depan mata.

"Oke, pemain ingin memenangkan pertandingan berikutnya, dan itulah yang harus menjadi target tim."

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan pendekatan Tavares dalam menjaga konsentrasi skuad. Alih-alih menjadikan gelar sebagai beban setiap pertandingan, ia ingin pemain fokus menjalankan tugas di lapangan dari satu laga ke laga berikutnya.

Baca Juga: Jelang Sidang Cerai, Audi Marissa Tulis Pesan Perpisahan untuk Anthony Xie

Apalagi, Persebaya baru saja mencatatkan pencapaian penting dengan menjuarai Piala Presiden.

Gelar tersebut memberikan kebahagiaan bagi tim dan pendukung. Namun, Tavares mengingatkan bahwa keberhasilan di turnamen pramusim tidak bisa dijadikan patokan untuk perjalanan kompetisi liga.

"Kita menjuarai Piala Presiden, semua orang senang, dan itu turnamen yang bagus. Persebaya belum pernah menjuarainya sebelum ini. Tapi sekarang (BRI Super League) situasinya berbeda," ujar Tavares.

Menurutnya, kompetisi BRI Super League menuntut konsistensi yang berbeda. Persebaya harus mampu menjaga performa dalam rangkaian pertandingan yang panjang.

Karena itu, tekanan untuk langsung menjadi juara dinilai tidak akan membantu proses yang sedang dibangun tim.

Tavares bahkan mengingatkan sejarah panjang Persebaya yang sudah cukup lama tidak meraih gelar kompetisi. Kondisi tersebut menjadi alasan mengapa dirinya meminta pendukung memberikan ruang bagi tim untuk berkembang.

"Persebaya 22 tahun tidak menjuarai kompetisi, jadi tolong jangan beri tekanan berlebih," tambahnya.

Baca Juga: Pakai HP, Masukan NIK Langsung Muncul Status Penerima Bansos

Bagi Tavares, target yang paling penting saat ini bukan berbicara terlalu jauh mengenai gelar juara. Ia memilih menempatkan pertandingan berikutnya sebagai prioritas utama.

"Target saya sebagai pelatih adalah menyiapkan tim (terbaik) untuk (satu) pertandingan (ke) berikutnya, itu saja."

Sikap tersebut juga berkaitan dengan peta persaingan di kompetisi. Tavares menyadari Persebaya tidak berjalan sendirian dalam perburuan posisi terbaik. Sejumlah klub lain memiliki kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Ia menyebut Persib Bandung, Persija Jakarta, Dewa United, dan Bali United sebagai tim yang memiliki kemampuan finansial lebih besar dalam mendatangkan pemain berkualitas. Kondisi tersebut membuat persaingan di kompetisi semakin ketat.

Karena itu, Tavares tidak hanya meminta Bonek dan Bonita untuk menurunkan tekanan. Ia justru menginginkan dukungan yang lebih kuat ketika tim menghadapi situasi sulit.

Dukungan tersebut, menurutnya, akan jauh lebih berarti ketika pemain tidak berada dalam kondisi terbaik. Saat hasil pertandingan tidak sesuai harapan atau permainan Persebaya belum maksimal, tribun justru diharapkan tetap menjadi sumber energi bagi para pemain.

"Jika ingin membantu, berikan dukungan terutama saat pemain tampil kurang maksimal di lapangan."

Baca Juga: Chelsea Krisis Gelandang: Ditinggal Enzo Fernandez, Juga Gagal Dapat Lamine Camara

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari harapan Tavares kepada pendukung Persebaya. Baginya, peran Bonek dan Bonita tidak hanya dibutuhkan ketika tim sedang meraih kemenangan.

Atmosfer dukungan juga diperlukan ketika Persebaya berada dalam tekanan. Terlebih, perjalanan kompetisi tidak selalu berjalan sesuai rencana. Akan ada pertandingan ketika tim menang, imbang, maupun mengalami kekalahan.

"Bonek dan Bonita harus terus bernyanyi memberi semangat ketika tim mengalami kekalahan," pungkasnya.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Bernardo Tavares bonek Persebaya Surabaya Super League