RADARSITUBONDO.ID - Makan Konate kembali ke Malang. Namun, kali ini gelandang asal Mali tersebut tidak datang dengan seragam Arema FC.
Konate justru datang sebagai bagian dari Isenmulang Kalteng FC. Ia bakal menjadi salah satu pemain yang paling mendapat sorotan ketika timnya menghadapi Arema FC pada laga perdana Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Pertandingan tersebut bukan sekadar laga pembuka musim bagi Konate. Duel ini juga mempertemukannya dengan klub yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya di sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Lille Menang Tipis atas Toulouse, Calvin Verdonk Tampil sebagai Starter
Konate pernah memperkuat Arema FC sejak Juli 2018 hingga akhir musim 2019. Dalam periode tersebut, ia menjadi salah satu pemain yang cukup menonjol di lini tengah Singo Edan.
Kini situasinya berubah. Konate harus berdiri di sisi berseberangan ketika Isenmulang Kalteng FC bertamu ke markas Arema FC.
Meski memiliki kenangan bersama klub asal Malang tersebut, Konate memastikan status profesionalnya tidak berubah. Fokusnya kini adalah membantu Isenmulang mendapatkan hasil terbaik pada pertandingan pertama musim ini.
"Saya senang sekali balik di Malang. Lawan Arema FC juga saya profesional. Sepak bola seperti itu. Mungkin itu yang sudah dulu, tapi sekarang saya lagi di Isenmulang. Saya lagi fokus sama Isenmulang," tegas Konate.
Baca Juga: Dinilai Inovatif Layani Warga, Kecamatan Panji Raih Public Service Award 2026
Pernyataan itu memperjelas sikap Konate menjelang pertandingan. Kenangan bersama Arema FC tetap menjadi bagian dari perjalanan kariernya, tetapi tidak akan mengganggu tugas yang harus dijalankan bersama klub barunya.
Justru pengalaman Konate bersama Arema FC bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Isenmulang. Ia sudah mengenal atmosfer sepak bola Malang sekaligus memiliki pengalaman bermain bersama klub yang kini menjadi lawannya.
Ancaman dari lini tengah itu semakin layak diperhitungkan jika melihat catatan Konate ketika memperkuat Arema FC.
Berdasarkan data Transfermarkt, Konate mencatat 61 penampilan bersama Arema FC. Dari jumlah tersebut, ia mampu mencetak 34 gol dan menyumbangkan 19 assist.
Artinya, Konate memiliki 53 kontribusi gol selama berseragam Singo Edan. Catatan tersebut menjadi gambaran bahwa perannya tidak sebatas sebagai penghubung antarlini.
Sebagai gelandang, Konate juga memiliki kemampuan untuk muncul sebagai pemberi umpan terakhir maupun pencetak gol. Kemampuan tersebut tentu menjadi perhatian Arema FC ketika harus menghadapinya sebagai lawan.
Konate juga mengoleksi 5.482 menit bermain selama memperkuat Arema FC. Ia tercatat menerima lima kartu kuning.
Rekam jejak tersebut menunjukkan pengalaman Konate di kompetisi sepak bola Indonesia. Ia bukan pemain yang asing dengan atmosfer pertandingan level tertinggi dan tekanan yang menyertainya.
Karena itu, laga di Kanjuruhan akan menjadi ujian menarik bagi Arema FC. Tim tuan rumah bukan hanya menghadapi Isenmulang Kalteng FC, tetapi juga menghadapi pemain yang pernah mengetahui lingkungan internal dan karakter pertandingan bersama Singo Edan.
Baca Juga: Warung Bakso Lava Hangus Saat Tutup, Korsleting Magic Com Diduga Jadi Pemicu
Namun, Konate tidak datang ke Malang untuk sekadar membuka kembali kenangan lama.
Ia membawa target yang jelas bersama Isenmulang Kalteng FC. Tim tamu ingin mengawali perjalanan di Super League 2026/2027 dengan hasil positif.
Konate mengakui Arema FC merupakan tim yang sudah lama tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Kendati demikian, status tersebut tidak membuat Isenmulang datang dengan mental bertahan.
"Kita datang di Malang, kita tahu Arema tim yang sudah lama di Super League. Kita insyaallah datang di sini untuk cari poin. Kita sudah siap untuk hadapi Arema FC," ucap Konate.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber